Minggu, 22 Juni 2014

How to do the RIGHT Long Distance Relationship


Pacaran dengan orang yang berada di kota/negara lain itu terus terang tidak dapat dianggap menyenangkan. Ada berbagai keterbatasan yang memaksa kalian tidak bisa berpacaran sebagaimana biasanya. Ada banyak alasan yang menyebabkan orang melakukan hubungan jarak jauh alias LDR alias Long Distance Relationship ini.

Sebelum kita masuk ke hal hal yang daat dilakukan, mari coba kita analisa seberapa perlukah Long Distance itu dibutuhkan berdasarkan kebutuhannya:

1. Ketika asik asik pacaran, salah satu harus ditugaskan ke luar kota/negri atau harus melanjutkan sekolah di kota/negara lain. Dalam kasus seperti ini, kalau memang sudah saling kadung cinta, yah bisa dicoba LDR nya. Karena toh cuma dalam beberapa tahun pasangan akan kembali kan. Atau mungkin setelah dia lulus dan kerja di sana, atau permanen penempatannya di sana, kalian bisa mempertimbangkan untuk kamu yang pindah ke sana.

2. Dikenalin oleh teman ke seorang cowok yang sedang liburan ke kotamu. Setelah bertemu selama seminggu, kalian ternyata menyadari kalian saling menyukai. Tetapi dia harus kembali ke kotanya dan melanjutkan hidupnya. Hati kalian keburu saling bertaut. Dan kalian memutuskan untuk saling berpacaran jarak jauh. Kalau seperti ini kasusnya sebenarnya agak beresiko untuk LDR karena kalian sama sama memiliki hidup yang berbeda. Karena kalian sama sama tidak bisa menebak seperti apa masa depan kalian. Apakah salah satu akan pindah ke kota yang lain? Apakah selamanya hanya LDR? Dengan diselingi saling kunjung? Tingkat kesuksesannya tergantung jarak antar kota kalian. Kalau Air Asia masih punya rute antara ke dua kota kalian berarti kalian masih punya harapan

3. Kenalan dari twitter dengan cowok di pulau lain, saling DM-DMan, trus webcam jorok dua kali dan diselingi nelpon jorok dan saling whatsap-an tiap hari. Dan akhirnya kalian memutuskan untuk pacaran tanpa pernah bertemu muka. Ini jenis LDR paling beresiko sih. Karena chemistry digital ga pernah bisa dibandingkan dengan chemistry ketemuan langsung. Mungkin kalau sebelumnya rajin skype/facetime bisa sedikit membantu. Tetapi kalau memang jodoh susah diprediksi juga sih




Nah kalau sudah dalam LDR, memang yang namanya kemesraan sederhana seperti bergandeng tangan atau ciuman menjadi sebuah kemewahan. Boro boro bisa pelukan sambil grepe grepe. Belum lagi ditambah cemburu cemburuan karena ga pernah bisa tahu sang kekasih bersama siapa saja sepanjang hari. Berikut ada beberapa hal yang harus diingat dalam ber-LDR

1. LDR adalah sebuah rencana


Pada saat memutuskan untuk melakukan LDR, sebaiknya kamu sudah memikirkan rencana masa depan dengan cowokmu. Bukan berarti kalian langsung bahas soal nama anak dan pensiun dimana. Tetapi tentunya LDR ini harus berakhir suatu hari. Suatu hari kalian harus mengakhiri LDR ini dan melakukan pacaran yang normal bukan? Tetapi sambil menunggu hari itu terjadi, apa yang menjadi rencana kalian. Saling mengunjungi minimal setiap bulan sekali? Facetime tiap hari? Kalau hubungan berjalan semakin lancar, bagaimana kira kira kalian mau ngelanjutinnnya?

Sekalipun mungkin kamu nggak mau membahasnya dulu, paling tidak kamu sendiri harus sudah memikirkan bagaimana LDR ini dalam sebulan, setahun, dua tahun, atau 5 tahun ke depan. Kalau kamu memang berniat serius menjalin hubungan dengan cowok ini, kamu paling tidak harus menyusun semacam rencana bagaimana kalian akan bersama-sama melewati masa LDR ini dan bagaimana di kemudian hari. Ga mungkin kan selama lamanya sampai maut memisahkan kalian berdua, tetap saja kalian berada di dua ujung dunia?

Kalau memang kamu merasa tidak ada rencana yang bisa disusun karena terasa ga perlu, dan kamu merasa kamu memang ga ada niat serius dengan dia. Yah mungkin LDR ini bukan hal yg cocok untuk kamu. Karena hubungan spt ini butuh komitmen utk masa depan. Kasarnya kalo memang ga ada niat serius ama cowok itu, ngapain juga bela belain sampai mau LDR kan

2. LDR adalah sebuah kompromi


Di saat kebutuhan dasar seperti sebuah pelukan dan ciuman tidak dapat dipenuhi, kalian harus saling berkompromi di hal hal lain. Memang sih video sang kekasih sambil monyong-monyong mencium kamera handphonenya tidak akan pernah terasa seperti ciuman benaran. Cuma karena kalian sedang berada dalam kondisi yang tidak terlalu menguntungkan, yah itu akan lebih baik daripada nggak ada sama sekali kan.

Tentunya selama beberapa bulan pertama video nakal masih terasa seru. Tetapi lama-lama terasa membosankan juga. Kalau sudah seperti ini kalian butuh mencari kompromi untuk kerinduan sentuhan fisik yang tidak bisa kalian lakukan. Mulailah coba untuk berimprovisasi. Misalnya saling mengirimkan tshirt yang kalian pakai tidur, sehingga kamu bisa tidur dengan baju yang masih ada "bau" cowokmu. Berasa dipeluk ama dia loh jadinya:D Atau tukeran yang lebih nakal dan kinky misalnya. Atau misalnya kalau kamu nemu celana dalam yang lucu, beli dan kirim ke cowokmu, dan kamu bisa suruh dia makai untuk kamu.

Ada juga pasangan yang punya kesepakatan untuk open relationship selama mereka LDR. Mungkin open relationship ini tidak cocok untuk semua pasangan. Yang jelas kalau sampai ada kesepakatan untuk open relationship, itu harus berdasarkan kesepakatan bersama.

Tidak ada solusi yang cocok untuk semua pasangan sih kalau soal kompromi intimasi. Masing masing pacaran harus mau eksplor pilihan pilihan yang ada. Tidak akan ada pilihan yang mengalahkan kontak fisik secara langsung sih. Tapi dengan semangat kebersamaan untuk mengusahakan hubungan tetap berjalan walaupun dipisahkan oleh jarak, masing-masing harus lebih terbuka dan mau mencoba pilihan yang bisa memuaskan kebutuhan masing-masing.


3. LDR itu adalah sebuah komunikasi


Komunikasi adalah kunci penting dalam LDR. Bukan berarti selama 24 jam harus saling ngobrol terus lewat telpon atau BBM. Tetapi juga bukan berarti harus ada jadwal khusus setiap jam 8 malam harus telpon-telponan tanpa boleh terlewatkan. Di saat ga bisa ketemu langsung, komunikasi adalah satu satunya yang mengikat hubungan antara dua orang yang terpisah oleh jarak tersebut. Dan beruntunglah kita yang hidup di era serba terconnected ini karena LDR menjadi jauh lebih gampang. Kebayang nggak 10 atau 20 tahun lalu harus LDR. Skrg untuk dapat berkomunikasi bisa segampang dengan mengirim teks singkat lewat aplikasi messenger dengan harga murah meriah. Kalau rindu sudah melanda dan ingin melihat wajah sang kekasih, tinggal nyalain video call. Kalau nemu sesuatu yg lucu, bisa tinggal foto dan kirim ke dia.

Sapaan Selamat pagi dan selamat tidur secara teratur akan sangat membantu. Selalu coba update sang kekasih terhadap kejadian kejadian seharianmu. Bagi cerita lucu atau cerita sedih di kesehariamu. Jangan terlalu terpaku pada jadwal tertentu untuk berkomunikasi seperti janji telpon telponan setiap hari. Ada begitu banyak cara berkomunikasi sekarang berkat perkembangan teknologi. Bahkan sebuah permainan seperti pokopang bisa menjadi alat komunikasi dengan saling mengirim item untuk permainan.

Atau saling berkirim  surat dengan tulisan tangan. Tulis apapun yang ada di pikiran kamu, tambahkan gambar gambar yang ada dipikiran kamu, semprot parfum kesayanganmu dan kirimkan ke dia. Intimasi dari tulisan tangan (mudah2an tulisan tangan kamu bagus yah) akan terasa lebih hangat dibanding teks messenger biasa. Atau kejuatkan dia dengan delivery makanan atau bunga misalnya. Atau mungkin makan indomie berdua lewat facetime, atau nonton acara tv barengan sambil membiarkan skype/facetime tetap nyala. Kadang-kadang keberadaan orang lain di sisi lain kamera itu sudah cukup untuk kita agar tidak merasa kesepian sekalipun tidak saling ngobrol  karena larut dalam tontonan. 

4. LDR itu adalah sebuah komitmen


 Di saat LDR, kita sama sama tidak bisa mengetahui apa sebenarnya yang terjadi dengan pacar kita di ujung bumi lain. Mungkin saja dia berBBM mesra kamu sambil menyebut nyebut kata rindu, tetapi dia mengetiknya sambil dipangkuan pria lain setengah telanjang. Dan sebaliknya juga kamu bisa video call dengan dia bermesra-mesraan selama 2 jam, tetapi setelah itu kamu menyalakan grindr dan mengundang pria terdekat untuk melanjutkan mesrannya lewat cara yang lebih "nyata". Tidak ada yang tahu. Kamu tidak tahu apa yang dia perbuat, dan dia juga tidak apa yang kamu perbuat. Trus apakah itu membuat keseluruhan situasi menjadi ideal? Ketika dua orang saling membohongi satu sama lain demi memuaskan kebutuhan masing masing?

LDR butuh lebih dari sekedar janji di mulut. LDR butuh komitmen apabila memang ingin benar benar berhasil. Memang tidak ada cara untuk memastikan bahwa pacarmu di kota lain itu tidak akan melakukan apa apa secara diam diam. Tetapi itulah yang disebut dengan percaya. Itulah sikap yang dibutuhkan untuk membuat LDR itu berhasil. Kamu harus bisa memegang komitmen terhadap janji kalian berdua dan percaya bahwa dia bisa melakukannya tanpa harus curiga secara berlebihan. Apabila kamu bahkan sampai menyewa detektif pribadi diam diam untuk mencari tahu apakah dia benar benar pulang ke rumah atau main ke rumah cowok lain, berarti kamu sudah tidak percaya padanya dan kamu harus mulai mempertanyakan apa yang salah. Apakah kamu yang terlalu posesif atau memang dia yang terlalu mencurigakan?

Memang sih orang sering bertanya bagaimana menentukan batas dimanakan harus mulai curiga dan dimanakah harus tetap percaya. Itu adalah pertanyaan yang terus terang sama sekali tidak gampang jawabnya. Kalau disuruh mengikuti kata hati, ntar malah dibilang curigaan mulu. Tetapi kalau sok sok percaya, malah kebobolan sang pacar menggila di sana tanpa diketahui.

Tetapi sepertinya itulah hal yang paling sulit. Kalau dalam bahasa inggrisnya "faith". Percaya tanpa harus meminta bukti. Itulah hal yang harus kita miliki. Kita harus percaya tanpa harus meminta  bukti bahwa pacar kita akan setia selama LDR. Pacar kita juga akan percaya pada kita tanpa meminta bukti  bahwa kita akan setia. Rasa percaya satu sama lain itulah yang menentukan tingkat kedewasaan kalian dalam berhubungan. Toh kalau memang "nakal" orangnya, ga perlu tunggu LDR kan untuk selingkuh. Tinggal barengpun dia bisa tetap selingkuh kalau niat. Jadi ga perlu mempertanyakan identitas detil setiap orang di setiap foto instagram atau facebook dia yah atau curiga sampai drama berlebihan ketika kamu nggak bisa menghubungi dia hanya karena baterenya abis




2 komentar:

  1. kurang 1 lagi min :

    4. Memang kenal dari media sosial seperti FB/twitter/path/grindr/jackd, dan juga sudah sama-sama tahu kalau beda kota. Setelah kenal dari media sosial, langsung janjian untuk ketemuan yang menghasilkan kesan dan perasaan suka sehingga sama-sama berkomitmen untuk menjalani suatu hubungan pacaran.

    BalasHapus
  2. Udah 2tahun ldr and still going strong

    BalasHapus