Rabu, 23 April 2014

More story about married men


Dulu udah pernah kita bahas soal berhubungan dengan pria menikah di sini. Dan hari ini akan kita share kisah nyata dari beberapa pria yang telah menikah. Siang tadi kebetulan diajak makan siang oleh teman lama yang sudah lama tidak bertemu. Karena dia juga sudah ada janji makan siang dengan beberapa teman lainnya, akhirnya kita gabung bersama. Kebetulan memang teman yang satu ini punya banyak lingkaran pertemanan dari kalangan yang berbeda beda. Kenal dia dulu karena pernah sama sama kuliah di tempat yang sama. Sementara dengan 4 teman lainnya ini, mereka saling mengenal karena mereka sama-sama pria kantoran berusia matang yang sedang/pernah menikah dan masih suka berhubungan dengan pria lain.

Karena kita makan siang di tempat yang agak sepi, mereka saling bercerita dengan bebas tentang update masing masing karena memang mereka juga sudah lama tidak berkumpul.  Sebagai "outsider", jadinya cuma kebanyakan dengar percakapan tentang pacar/gebetan mereka. Sambil sesekali ikut tertawa, perasaan agak berasa diaduk aduk mendengar sepak terjang mereka. Setelah acara makan siang yang hampir berlangsung selama dua jam, keempat pria tersebut kembali ke kantor masing masing. Sang teman yang agak kepo mulai menceritakan "behind the scene story" dari masing masing temannya tadi.

Jadi kita anggap saja temannya bernama A, B, C dan D

Kisah A
A adalah pria berusia sekitar late 30s dengan baju batik rapi. Pas makan siang si A cerita tentang rencananya melewatkan malam natal di Eropa dengan cowoknya. Sang cowok yang sepertinya masih fresh graduate ingin merasakan white christmas. Dia banyak bertanya ke temannya yang lain tentang perjalanan di eropa karena dia sendiri juga belum pernah ke sana. Dia agak khawatir cowoknya akan kesulitan mendapatkan visa. Sepertinya dia bangga sekali dengan cowoknya yang katanya sempet menjadi peserta acara lomba nyanyi di TV. Dia juga sepertinya telah melewati banyak proses, peluh, keringat dan darah untuk mendapatkan sang cowok ini. Makanya dia ingin memberikan kejutan untuk sang cowok di akhir tahun.

Setelah mereka cabut, sang teman menceritakan kisah gelap dari perjalanan eropa tersebut. Ternyata si A itu berhasil memacari cowoknya setelah mengejarnya hampir setahun penuh. Setelah di tolak berkali-kali, akhirnya sang cowok menerima karena si A membantu dia mendapatkan kerja di kantor temannya (si B yang akan kita ceritakan nanti). Si A sangat sayang ke sang cowok dan selalu berusaha membahagiakannya. Bahkan jadinya agak posesif karena dia takut banget kehilangan sang cowok. Untuk membahagiakan sang cowok, dia berniat mengwujudkan impian sang cowok untuk white christmas di eropa secara diam diam. Sebenarnya si A gajinya ga terlalu gede, jadi sebenarnya perjalanan ke Eropa akhir tahun itu agak diluar kesanggupannya secara finansial. Untuk membeli tiketnya yang harganya hampir seharga 3 Iphone 5S, dia menggunakan uang yang telah ditabungnya untuk uang masuk sekolah anaknya. Kepada istrinya dia berkata uang tersebut akan digunakan untuk investasi dan ternyata investasinya tidak berjalan mulus sehingga uang tersebut habis. Anaknya sih katanya terpaksa masuk ke sekolah yang lebih murah. Twist endingnya? Kata si teman, si B dengar kalau sang cowok mulai ga tahan dengan ke posesifan si A, dan mulai ingin putus darinya. Sang cowok sih katanya bukan type brondong matre, jadinya sekalipun diiming-imingi tiket eropapun dia ga akan berubah pikiran. Tetapi tiket eropa tersebut telah di beli dengan nama sang cowok, dan kalau sampai putus, bagaimana nasib kedua tiket tersebut?

Istri si A katanya adalah type ibu rumah tangga murni yang menyerahkan semua keputusan keluarga ke suaminya dan sangat nurut ke suaminya dalam segala hal. Belum pernah ada yang melihat foto sang istri maupun anak karena mereka menikahnya di kampung halaman si istri dan tidak ada dari temannya yang ke sana

Kisah si B
B adalah pria gagah padat berotot dengan jambang tipis. Kemeja dan celana kainnya ketat menempel di badannya untuk menonjolkan bentuk badannya. Si B sempat memamerkan foto tato barunya di punggung yang penuh dengan pola maori rumit. Si B sepanjang makan siang terus bercerita mengenai kisah seru songkran yang baru diikutinya. Dia bercerita tentang pesta dimana dia kehilangan bajunya dan akhirnya dia pulang ke hotel ga pakai baju. Juga tentang bagaimana dia bertemu dengan cowok Taiwan yang masih mengirim foto jorok ke dia hingga pagi tadi. Juga mengenai kamar hotelnya yang sepertinya tidak pernah sepi. Seru banget deh pokoknya ceritanya. Setiap detil pria yang ditemui dideskripsikan dengan begitu jelasnya. Dia tidak ikut acara lempar-lemparan airnya selama di sana karena takut kefoto dan muncul di internet. Dia takut kefoto karena keluarganya tidak tahu bahwa dia ke Bangkok sebenarnya. Jadi selama songkran dia cuma beredar antara sauna, clubbing dan hotel.

Setelah mereka cabut, si teman cerita bahwa si B sempat ngomel ngomel karena harus menunda keberangkatannya ke Bangkok selama satu hari karena anak ceweknya harus operasi. Jadi ceritanya dia seharusnya berangkat jumat sore dengan dalih business trip dengan client. Tetapi anak ceweknya tiba tiba sakit perut hari sebelumnya dan harus dioperasi usus buntu (apa amandel yah) secepatnya. Jadilah anak ceweknya akan dioperasi sabtu pagi. Karena itu, dia terpaksa membatalkan penerbangannya di hari jumat untuk nemenin anaknya. Hari jumat malam sambil menjaga sang anak, dia berusaha mencari tiket ke bangkok hari sabtu siang. Tetapi karena sedang songkran, tiket yang tersisa harganya mahal mahal semua. Setelah mendapat konfirmasi dari dokter mengenai jadwal operasi anaknya, dia membeli tiket dgn penerbangan bbrp jam setelahnya. Jadi sabtu pagi dia pulang ke rumah dulu untuk ngepak, dan begitu anaknya selesai operasi, bahkan sebelum siuman dia sudah langsung ke bandara untuk mengejar pesawatnya. Ga jelas berapa harga yang dibayar untuk tiket dadakan tersebut.

Btw si B ini membantu si A agar cowok si A bisa kerja di kantor si B. Gara-gara itu si B lumayan deket ama cowok si A. Makanya dia tahu kalo cowok si A mulai gerah dengan si A. Dia sih katanya akan berusaha menyakinkan sang brondong agar jangan putus dgn si A karena kasian si A dah beli tiket mahal itu. Si A dan si B katanya waktu muda sempet menjadi couple sih, bahkan si A yang menjadi best man si B waktu dia menikah. Katanya istri si B selalu terobsesi untuk tampil sebagai keluarga sempurna. Istrinya yang memang masih cantik banget selalu memasang foto berdua dengan sang suaminya yang juga ganteng di BBM, twitter, WA dll. Tetapi si B tidak pernah berniat memacari cowok karena dia memang sayang sama istrinya. Buat dia cowok hanya untuk have fun.

Kisah si C
Kalau C ini type cowok insecure bermuka alim yang rambutnya mulai menipis. Dari mereka semua, si C ini yang paling banyak ngeluh. Si C ini ceritanya lagi deket dengan satu brondong yang lagi nganggur. Si brondong ini sepertinya cakep banget dan badannya juga bagus banget hingga pernah jadi semifinalis Lmen di salah satu tahun yang lalu katanya. Tetapi sang brondong sepertinya tidak mau dijadiin BF sekalipun sekarang mereka sudah sering menghabiskan waktu seperti pasangan. Sang brondong pengangguran ini bilang ke dia bahwa dia belum mau terikat karena masih muda. Dia cuma menganggap si C sebagai koko angkatnya. Si C sedang berencana untuk menghabiskan malam ulang tahun ke 40nya bulan depan dengan si brondong dengan buka kamar di salah satu hotel mewah Jakarta. Tetapi sampai saat ini, si brondong masih belum kasih konfirmasi apakah pas hari ulang tahun tersebut dia bisa nginep bersama si C di hotel. Padahal si C sudah bersiap untuk mengadakan candle light dinner di kamar berdua dengan sang brondong di sambung dengan session romantis sampai dia bela belain belajar massage dari video video katanya. Saat temannya yang lain suruh dia melupakan aja si brondong untuk rencana tersebut, si C cuma menjawab dia cuma berharap bisa melewati usia 40 yang dia rasa sangat berat ini dengan orang yang paling dia cintai. Dia ingin malam itu terasa spesial. Ketika temannya mengusulkan agar dia menggunakan kamar itu untuk bersama keluarganya saja, dia bilang bilang kalau dengan anak istrinya paling standar standar boring acaranya. Yang ada dia makin depressed karena makin ingat dia sudah makin tua.

Setelah mereka balik, si temen cerita bahwa sebenarnya si brondong nggak pernah suka ama si C. Cuma karena si C sayang banget ama si brondong, sang brondong ga tega untuk mengusir si C dari hidupnya. Padahal si B sempat cerita ke temanku kalau dia sudah beberapa kali tidur dengan sang brondong. Tetapi karena B ga pernah mau pacaran, makanya sang brondong cuma jadi sex buddynya aja. Ke si C, sang brondong mengaku kalau dia pure top. Padahal kalau dengan si B, sang brondong menjadi pure bot. Si C juga selalu maksa ikut si brondong kalo nongkrong dengan teman teman seumurannya dengan menjadi cukong dalam setiap acara ngumpul2. Dan anehnya lagi, si C yang ultah, tetapi malah si C yang mau ngasih hadiah sepatu Louboutin yang penuh duri2 itu ke si brondong. Temanku itu kebetulan kenal cukup baik dengan istri si C karena dulu pernah sekantor. Istri si C itu padahal sangat perhatian ke suaminya. Istrinya selalu mendukung sang suami untuk tampil lebih muda. Pernah gara gara si brondong sakit, si C nginep di kos-an brondong untuk menjaganya selama bbrp hari dan melewatkan acara keluarga penting hingga mereka berantem mayan serius. Sang istri nggak tau naif atau menutup mata selama ini terima terima aja ketika suaminya memberitahukan padanya bahwa dia menganggap si brondong seperti adik sendiri, sehingga dia harus menjaga sang brondong. Mereka juga pernah berantem serius banget ketika si C mengajak anaknya makan siang ama si brondong pas wiken. Sampai skrg si C masih keukeuh ke istrinya kalau si brondong adalah adik angkatnya.

Kisah si D
Ini yang paling ga ada kisah sih sebenarnya. Kehidupannya tampaknya sedang datar datar saja. Dia sudah cerai dari istrinya bbrp tahun sebelumnya karena sang istri selingkuh dengan cowok lain. Anaknya sekarang dititipkan ke orang tuanya di daerah, sementara dia sendiri tinggal di Jakarta. Dia sendiri sebenarnya katanya lega ketika tahu istrinya selingkuh karena ada alasan untuk cerai. Ketika pasangan lain berebut anak kalau cerai, mereka malah berebut untuk tidak mengurusi anak. Dia menganggap istrinya yang selingkuh jadi "blessing in disguise" dan petanda bahwa dia memang seharusnya ama cowok aja. Mumpung sudah pernah menikah dan sudah punya anak, dia merasa bebas untuk menjadi gay tanpa harus takut ditanya tanya orang lain. Pas kenalan, dia juga mengenalkan dirinya sebagai cowok gay yang bebas tanpa siapa siapa, sampai akhirnya si C nyeletuk bahwa dia jangan lupa masih punya anak di daerah, jadi dia sama aja dengan mereka yang pernah berurusan dengan istri dan keluarga. Dia memilih pindah ke jakarta setelah cerai selain untuk melupakan masa lalu (katanya), juga agar bebas untuk menempuh hidup baru sebagai gay di Jakarta.

Sementara temanku sendiri yang dari tadi berbagi rahasia para teman temannya itu juga penuh skandal hidupnya. Dia masih menikah dengan wanita yang telah memberinya dua anak remaja. Sang istri kabarnya telah tahu mengenai orientasi seksualnya pada saat menikah. Tetapi sang istri memaksakan diri menikah karena udah kepalang cinta. Sekalipun istri dan anak anaknya tinggal di Surabaya, temanku ini lebih banyak menghabiskan waktu di apartemennya di Jakarta. Dia hanya pulang kalau rindu dengan anaknya atau harus mengurus bisnisnya di sana. Di jakarta sendiri dia tinggal dengan BFnya selama beberapa tahun terakhir ini. Sampai beberapa saat yang lalu, BFnya juga ga tahu bahwa dia sebenarnya sudah berkeluarga. Sempet ribut ribut heboh katanya. Tetapi sekarang sudah normal kembali situasinya. Dia sampai skrg memaksa anaknya memangggil dia dengan namanya, bukan dengan sebutan "papa". Alasannya agar anaknya terbiasa dengan kondisi dimana dia lebih banyak tinggal pisah dengan mereka.

Itulah sepenggal kisah pria bersuami yang gay. Tadi sempet juga di twitter dengar cerita orang yang bahkan sampai membawa pulang cowok ke rumahnya, tempat tinggal anak istri dan anaknya. Emang macem macem yah. Bagaimana kamu akan menyikapinya terserah kalian sendiri saja. Toh udah sama sama gede semua untuk tau mana yang bener dan mana yang ga.

Buat temenku dan A,B, C, D maaf yah harus berbagi kisah kalian di sini. Toh tadi kalian pas ditanya, kalian ternyata ga main twitter, ga pernah browsing2 blog, ga tau apa itu Touchemagz, dan juga cuma menggunakan handphone kalian untuk chatting dan main game. Jadi kemungkinan kalian untuk tahu bahwa kisah kalian ini sedang aku share, sangat kecil sekali. Tetapi kalau kalian akhirnya membaca, mudah2an tidak ada kejutan khusus yah dari cerita-cerita di balik layarnya. Toh kalian pasti tahu aku yang mana. Just let me know, and I will remove your story from this posting. But anyway, no one will know that this story is about you right:)

14 komentar:

  1. Kelinci Jahat23 April 2014 06.30

    Wow, great story. Rumit emang ya, inilah salah satunya alasan saya belom/ ga nikah sampe sekarang....
    Ibaratnya kalo saya jadi anak, ga tega rasanya liat ibu mewek2 tahu kalo suaminya gay.
    Ga kebayang gimana kalau saya nikah, terus punya anak.
    Dibohongi oleh yang kita sayangi itu terasa sakit banget, masa yah kita harus pakai acara ngebohongi orang lain. IMHO

    BalasHapus
  2. Couldn't agree more sama atas guweh, gay bisa berkeluarga juga kok, yah walaupun agak sulit, tp yg jelas bukan sama cewek

    BalasHapus
  3. Baru kemarin aku posting soal Mencintai Suami Orang.
    Sekarang baca ini.
    Sedih. Terenyuh bacanya. Ngebayangin anak bininya.

    BalasHapus
  4. nothing new really. saya dulu sering menjalin hubungan dengan pria2 beristri. lebih nyaman sih, karena mereka pasti sangat hati2 dalam bertindak. cuma pada akhirnya saya menyadari bahwa kalo mereka bisa membohongi dan menyelingkuhi istri sendiri, mereka juga melakukan hal yang sama terhadap saya. :-)

    BalasHapus
  5. ah soal membohongi itu alasan tipikal banget.. di dunia gay juga terjadi perselingkuhan dan kebohongan2. sama aja. kalau mau nikah mau sama laki atau perempuan ya setia aja. banyak juga kok cerita pasangan gay yg saling membohongi.

    gini aja.. kita ini dibesarkan oleh ortu kita dg penuh perjuangan. kalau kalian belum terbuka soal orientasi seksual, ya wajar saja kalau ortu meminta menikah. dan kalau kalian tetap gak terbuka ya mungkin akhirnya terpaksa menikah krn alasan keluarga. sesekali buang ego, ortu udah mengerahkan usahanya buat membesarkan kita, balaslah dg memberi kebahagiaan ke mereka. ngomongin soal gak hepi, siapa sih yg bener2 hepi di dunia ini, menjalani hidup sbg gay, terbuka, juga gak ada jaminan hepi. yg terpaksa nikah juga mungkin bisa hepi dlm hal lain, misal hal anak dll, walau gak hepi di atas ranjang.

    jgn pernah lagi kena omongan soal membohongi, dunia gay juga banyak yg saling membohongi.. paling gak cari alasan lain.

    salam buat Berdik.. :)

    BalasHapus
  6. Apaan nih.
    -_-
    Kasian lah para cewe "diperalat" gay.
    Kalo gay ya gay aja atuh.
    Karma is a bitch y know. Kita liat aja nanti gimana...

    BalasHapus
  7. si A: edan...
    si B: ...hidung belang?
    si C: hopeless + pathetic at the same time
    si D: Paling mending nih!
    si Teman: ...sangkain bener, ternyata sama aja

    Ini beneran dan bukan fanfic kan? Kaya twist di mini series kedengerannya yah. Pertanyaan terbesarnya adalah: kalo emang suka sesama jenis, kenapa nikah (sama perempuan) ya? Kalo dipikir2, buang-buang waktu dan duit aja kan, harus biayain anak pula. Terus terang jadi kasian sama istri2 + anak2 mereka. Hmmmm...

    Ini salah satu alasan gw knapa lebih baik memilih jadi bachelor for life aja dah, daripadai nyakitin perempuan/anak.

    BalasHapus
  8. pada dasarnya biseksual itu mmng ada. gak perlu disorot bagian menyakiti perempuan/anak. pasangan gay kalian pikir semua bahagia? gak ada perselingkuhan? gak ada saling menyakiti? hellaaaw..

    yg penting SETIA aja kalau udah milih. itu kuncinya. gak perlu excuse ini itu. kalau emang gak bisa ngaceng lihat perempuan jgn bilang seolah2 lbh memilih gak married biar gak menyakiti. cari alasan lain yg lbh jujur, ya itu tadi: gak bisa ngaceng! atau kalau mau lbh halus: gak bisa setia!

    BalasHapus
  9. There are 3 signs of a hypocrite:
    1. when he speaks, he speaks lies.
    2. when he makes a promise he breaks it
    3. when he is trusted he betrays his trust
    ---
    Yang cenderung beralasan "tidak ingin menyakiti seseorang (istri/anak)" tentunya sah-sah saja, karena mereka mungkin dibesarkan dari keluarga dengan adat ketimuran dan ibu bagi mereka adalah prioritas dihidupnya.
    Imho

    BalasHapus
  10. bacanya kok sampe deg-deg-an gini ya. sampe curi-curi waktu di kantor sambil senyam-senyum, soalnya kok seru banget. sempet berpikir, ini beneran ada? atau script/draft novel sih?
    ngomong-ngomong finalis salah satu male-pageant minta initial-nya dong yang mana?
    jangan-jangan ini yang menyebabkan itu acara pencarian bakat berhenti tahun ini. sorry jadi "OOT".

    BalasHapus
  11. Hmmm to be honest bingung mau komentar dari mana,

    IMHO, me-labeli drimu gay and/or bi still takes time..
    But, when it comes to the wedding commitment with women, dude..
    Kita udh melibatkan banyak PAKE banget, pihak dri kedua belah keluarga.
    Lsg ke hakikatnya menikah
    -punya pendamping
    -punya anak
    -punya keluarga "sendiri"
    Buat apa?
    -pendamping buat mendampingi, taking care of each others etc etc

    -anak, jelas selain penerus lo.. Mungkin, bisa buat tempat "melampiaskan"
    Thoughts yg slma hidup lo dapet, hal yg lo setuju,yg lo ga stuju.. Cuma sama anak lo,Lo bebas "meng-inceptionkan" buat dia nantinya jdi anak macam apa.. PASTInya lo pgn dia ngebanggain,pinter blablabla TERUTAMA! berbakti.. Dude, coba inget2 dri hri ini sampe umur lo 60 nanti dgn semua yg lo makan,badhabit lo itu.. Anak lo kah atau suster dipanti jompo yg ngurusin lo nanti saat lo struk, blom lgi beralih ke hal spiritual.. Some people believe roh roh yg disana menunggu doa dri anak2 nya yg taat masih hidup di dunia.. Ga mungkin deh cici ato koko lo yg doain lo kan?! Pasti berharap anak lo yg selalu berdoa untuk lo nanti.. Klo yg tersakiti istri lo yah masih gppa, tpi sebisa mungkin jgn anak lo


    someday i realize, sbnernya kita cuma bener2 butuh jatuh cinta n sayang dicintai n disayangi sama orang yg "tepat" either it's a man or women.. (well, gw percaya ga ada yg 100% straight or 100% gay) ada naik turunya, dude.. Plis jgn buta, lo bsa menilai sndiri rata2 gay gay di indonesia typical nya seperti apa? Si A,C dan si teman yg menurut gw buta (well guys, you have fun with your BF now,liat aja dia msh ada buat lo nggak besok!) tinggal liat karma buat anak yg udh lo sia siain, hedeeh mau mikirin big gay wedding dream disini makasih lho.. More realistic aja, WELL! Gw ga menyangkal sih cewek emng ada fase ga bsa dipake-nya pas kita lgi horny hornynya, ato malah passive bgt kya gedebong pisang?! Yah, klo sampe emng bgitu lebih baik ambil jurus si B, it's actually cheating n GA USAH lah melibatkan perasaan(klo cuma kngen kenti inside lo, ato cuma pgn ngeraasain dijepit anus yg msih gigit) cukup masa muda lo yg fun fun itu

    Intinya klo udh kawin n punya anak, INGEETT ANAK..!!

    BalasHapus
  12. Deuh, ini gambaran kisah gay ibukota haha. Ngakak baca story si D. Gak niat menjudge ala polisi moral sih. Kalo urusan homoseksualnya emang gak perlu dibahas. Pasti banyak sebab dan alasan kenapa seksualitas yang sifatnya cair itu membuat orang-orang itu keliatan "menutupi" kehomoannya. Tapi ya gue kasihan sama-sama orang yang "terzalimi" di sekitar si A, B. C ya. Kalo si D sih bisa bebas merdeka nentuin hidupnya toh gak terikat komitmen dengan siapa pun. Ah, cerita hidup emang ada-ada aja ...

    BalasHapus
  13. "KEPO MODE ON":
    itu kok bisa ya...pacarnya si "C" bisa tidur bareng sama si "B". bukankan si "B" kenalnya sama pacarnya si "A".
    kiraini si "B" nidurin pacarnya si "A"?
    emang pacarnya si "C" kenal sama si "B" gimana ceritanya?
    trus...trus...sepatu "Louboutin" itu bukannya sepatu cewe high heels yang bagian dasarnya berwarna merah darah?
    emang itu sepatu ada yang versi cowo?
    trus..."Tetapi sang istri memaksakan diri menikah karena udah kepalang cinta" -> ini kepalang cinta atau perlu duit, kok bisa sudah tahu suaminya seperti itu tapi bisa cinta apakah karena suami seperti itu tidak akan ke cewe lain?
    bisa nggak ya...ini dijadiin cerita lanjutan di CONQ biar kisah lanjutannya jadi rada kompleks / semakin seru?
    minta update cerita berikutnya ya...
    thanks...

    BalasHapus
  14. wew
    baru tau kehidupan gay ibukota kyk gini
    aku tau semua tergantung orngnya
    co straight jg banyak yg rusak
    tp kalo denger crt gay kyk gini sedih aja rasanya

    btw ada kenalan gay yg bener ga?
    maksudku yg sesuai dgn kaidah dan norma2 kemanusiaan
    lol

    BalasHapus