Minggu, 23 Maret 2014

Movie : Dallas Buyer Club


Terus terang belum pernah menonton film Matthew McConaughey sampai habis sebelumnya. Selain karena sebagian besar filmnya adalah film romantic komedi yang hanya dibuat memuaskan kebutuhan kaum hawa akan kisah cinta menye menye dengan sosok prince charming yang menjanjikan happy ending dalam setiap kisah. Ada sih satu dua film “action”, tetapi somehow nggak tahu kenapa nggak pernah sreg menonton film dia sampai tuntas

Makanya ketika si Matt menang Oscar untuk film Dallas Buyer Club, jadi ada sedikit rasa penasaran atas seperti apa aktingnya. Kalau dia cuma mengandalkan acting standarnya, nggak mungkin sampai dia bisa memenangkan Oscar. Apalagi ketika Jared Leto juga memenangkan Oscar untuk film yang sama  dengan berperan menjadi transgender. Makin penasaran deh seperti apa filmnya. Dan kebetulan banget di sebuah penerbangan film ini sudah tersedia sehingga bisa terpuaskan deh rasa penasarannya.


Film ini sendiri bercerita tentang seorang cowok ga jelas di tahun 80an yang divonis oleh dokter dia cuma punya 30 hari untuk hidup karena HIV+. Karakter bernama Ron yang diperankan oleh si Matt ini adalah seorang pekerja kasar yang hobby nongkrong di rodeo, sosok cowboy bule yang straight banget deh pokoknya. Saat itu virus HIV masih sangat identic dengan gay. Sehingga si Ron yang rada homophobic rada shock ketika sadar dia terkena virus tersebut. Keinginannya untuk terus bertahan hidup membuatnya rela menyelundupkan obat yang belum di setujui oleh FDA. Karena melihat adanya peluang bisnis dari banyaknya mereka yang memiliki virus HIV pada saat itu, dia mulai berusaha menjual obat tersebut ke sesama penderita lain. Tetapi karena kebanyakan dari penderita adalah dari kalangan Gay, dia sulit untuk mendekati mereka.

Semuanya berubah ketika akhirnya dia dibantu oleh Jared Leto yang menjadi transgender bernama Rayon. Rayon inilah akhirnya membuka gerbang kesuksesan si Ron sebagai dealer obat tidak resmi untuk pengidap HIV. Sukses besar dari obat yang memang lebih membuahkan hasil dibandingkan obat resmi yang didorong oleh FDA ini membuat semakin banyak orang yang tertolong. Tetapi tentu saja usaha ilegalnya ini membuahkan beberapa kendala hukum yang harus dihadapinya


Memang sih kisah perlawanan si Ron terhadap system kesehatan Amerika dalam menyikapi penderita HIV di film ini menarik. Tetapi perubahan sikap si Ron yang semula jijik terhadap komunitas gay sampai akhirnya bisa menjadi teman baik Rayon juga sangat menarik untuk diikuti. Sikap yang semula hanya ramah demi kepentingan bisnis hingga akhirnya menjadi salah satu teman penting dalam hidup Rayon. Mungkin acting yang begitu mengyakinkan dalam memperlihatkan perubahan sikap yang secara natural itulah yang membuat si Matt mendapatkan Oscar. Plus diet keras si Matt yang benar benar membuat dia terlihat sangat sangat sangat kurus sih.

Perjalanan hidup si Ron yang kumuh,ga jelas dan seharusnya telah mati dalam 30 hari, menjadi sosok pelaku bisnis yang terbang ke Jepang, Israel dan berbagai belahan dunia untuk menjalankan usahanya sambil menolong sesama pengidap HIV dan terus hidup bertahun tahun kemudian bisa menjadi inspirasi kita bahwa HIV bukanlah akhir dari segala galanya. Memang sih ada keterbatasan2 yang harus kita hadapi. Tetapi bukan berarti kita bisa menyerah bergitu saja apabila mendapat berita tersebut. Matt yang secara sempurna memperlihatkan seperti apa perjuangan itu berhak membawa pulang Oscar sih. Begitu juga Jared Leto yang berhasil memerankan Rayon yang terlihat begitu ceria dan rapuh pada saat bersamaan. Sayangnya kok si Jared Leto nggak secantik yang diharapkan yah:D Mungkin memang sengaja yah biar disesuaikan dengan penampilan transgender tahun 80an yang ga seglamour tahun 90an



Overall film ini patut di tonton kok. Baik oleh penggemar matt maupu orang orang yang semula mengira si Matt ga pantes mendapatkan Oscar:D

Tidak ada komentar:

Posting Komentar