Minggu, 09 Maret 2014

Gay Marriage in Myanmar


Sekalipun secara legal pernikahan ini tidak tercatat secara resmi, tetapi hal itu tidak menghalangi sepasang kekasih gay di Myanmar untuk melangsungkan ucacara pernikahan adat secara lengkap. Resepsi yang dihadiri oleh 200 orang tamu tersebut membuat Tin Ko Ko (38 th) dan Myo Min Htet (28 th) terasa begitu meriah. Pernikahan mereka ini tidak dilakukan secara diam diam, bahkan sebaliknya mereka mengundang beberapa rekan pers untuk meliput acara pernikahan mereka. Kedua pria ini adalah aktivis LGBT di Myanmar, sehingga mereka merasa perlu untuk berbagi pengalaman ini dengan orang lain juga lewat liputan pers.


Pernikahan mereka dapat dianggap sebagai pernikahan sesama jenis pertama di Asia Tenggara yang dilakukan secara terang-terangan. Apalagi pernikahan ini melibatkan dua warna negara dari negara yang bersangkutan. Beberapa ucapara pernikahan sejenis yang mungkin pernah kita dengar dilangsungkan di Bali, biasanya dilakukan oleh bule dan kekasih lokalnya. Biasanya juga dilakukan secara diam diam. Di Taiwan sih sudah pernah ada sepasang lesbian yang melakukan pernikahan yang juga diliput oleh para wartawan. Pernikahan sejenis juga pernah dilakukan di Cina. Tetapi untuk Asia Tenggara, inilah pernikahan sejenis pertama yang dilakukan.


Kedua pasang kekasih ini telah pacaran selama 10 tahun. Mereka selama ini tidak pernah memberitahukan kepada siapapun mengenai status hubungan mereka. Mereka sendiri sebenarnya agak khawatir acara pernikahan mereka akan mendapat protes karena di Myanmar sendiri, gay masih merupakan hal yang tabu. Bahkan masih ada undang-undang yang bisa menghukum mereka sebagai gay di negara Myanmar.


Tetapi sepertinya hal tersebut tidak menjadi halangan untuk mereka merayakan hubungan mereka berdua. Sekalipun pernikahan mereka tidak akan diakui secara resmi di mata hukum Myanmar, tetapi mereka telah menjadi pasangan menikah lewat upacara adat yang ada. Dan berikutnya mereka telah berencana untuk mengadopsi anak. Menyenangkan sekali yah:)



2 komentar:

  1. Waaah so sweeet. Angin segar untuk demokrasi Myanmar ya min. Jadi penasaran ngelihat perkembangannya, bakal ada reaksi apa di sana. Indonesia yang katanya negara paling demokratis aja cuma bisa berangan-angan buat bisa ngelihat hal yang sama

    BalasHapus
  2. Semoga langgeng sampe kakek kakek

    BalasHapus