Kamis, 27 Februari 2014

Survey : Homoseksualitas di lingkungan kantor


Sebuah survey yang dilakukan oleh sebuah organisasi LGBT di Cina tahun lalu mengenai homoseksualitas di tempat kerja tampaknya aagak sedikit mirip dengan kondisi kita di Indonesia. Dalam berbagai hal perkembangan gay movement di Cina memang agak mirip dengan Indonesia. Kedua negara ini sama sama masih memegang teguh adat ketimuran terutama di kalangan yang lebih tua. Paksaan untuk menikah juga masih sangat kuat dari keluarga untuk mereka yang gay. Tetapi kalangan mudanya sudah jauh lebih menerima komunitas LGBT dalam keseharian mereka.

Lingkungan kerja dimana masih ada campuran generasi tua dan generasi yang lebih muda menjadi tempat yang cocok untuk melihat bagaimana kombinasi kedua generasi ini menanggapi homoseksualitas di sebuah lingkungan internal yang hubungannya sangat erat satu sama lainnya.

Berikut hasil survey tersebut yang kita temukan di sini


Sebagian besar masih tidak memberitahukan orientasi seksual mereka ke siapapun dalam lingkungan kerjanya. Jumlah yang hampir sama memberitahukan ke beberapa teman kerjanya yang dekat. Seperti kita ketahui teman kerja di Cina sebagaimana halnya di Cina itu bisa sangat dekat. Banyak persahabatan bahkan yang mulai dari keseharian di tempat kerja. Ada sedikit yang sudah benar benar out di lingkungan kerjanya. Di Indonesia juga ada sih yang seperti itu. Tetapi tergantung industrinya juga. Ada beberapa yang industri yang memang lebih terbuka terhadap orientasi seksual yang berbeda ini. Dan ada sangat sedikit yang memberitahukan hanya kepada bosnya saja. Ada beberapa kemungkinan sih. Mungkin karena mereka merasa orientasi seksualnya bisa menjadi nilai tambah. Bukan rahasia gay dianggap pekerja yang lebih baik karena mereka tidak perlu membagi perhatiannya dengan keluarga. 


Sebagian besar tidak memberitahukan orientasi seksual di kantor karena takut digosipin. Gosip adalah menu sehari-hari untuk lingkungan kerja yang akrab seperti di Cina maupun Indonesia. Dan segala sesuatu yang dianggap berbeda dan kontroversial harus siap menjadi bahan gosip semua lapisan di kantor. Ada sebagian besar juga yang takut orientasi seksualnya mungkin membuat mereka dikucilkan atau bahkan membahayakan karir mereka. Yah masuk akal sih apabila lingkungan kerjanya masih sangat konservatif. Ada sebagian juga yang takut sodaranya tahu kalau mereka come out di kantor. Bukan rahasia sih kalo di Indonesia juga ada ketakutan seperti ini. Yah istrinya Pak Har di HRD itu kan sering ketemu dengan istrinya sepupumu di tempat kursus masak mereka. Atau si Mirna di finance yang pacaran dengan abang ipar tetanggamu. Ada sebagian kecil sih yang takut sexual harrasment


Mereka yang takut harrastment sih mungkin tidak akan pernah khawatir kalau mereka sampai di pukul atau di lecehkan secara terang terangan karena hal seperti itu sangat sangat tidak lazim di negara yang adat ketimuran dan keramah tamahan di junjung tinggi. Tetapi yang jelas mereka yakin pasti akan menjadi bahan ledek ledekan. Sekalipun maksudnya tidak sengaja untuk menyakiti, tetapi becandaan seperti itu baik di depan maupun  di belakang mereka tentunya akan sangat sering terjadi. Mungkin juga sebagian khawatir akan ada mereka yang konservatif menghujani mereka dengan filosofis pasangan normal dan hubungan suami istri yang selayaknya. Males aja sih


Kalau ampe ketahuan identitas orientasi seksualnya di kantor sih paling khawatir mereka akan harus habis habisan menutupi hal tersebut dari semua orang. Karena pada dasarnya masih banyak sekali yang tidak ingin mengungkapkannya di kantor . Sebagian juga pasti mereka pasti akan susah bersosialisasi di kantor karena pasti akan menjadi awkward.


Kalau kita lihat diagram di atas, di perusahaan negara sejenis BUMN alias para PNS sih yang paling sedikit out terhadap teman teman kantor. Paling banyak yang kerja di perusahaan seperti itu tidak memberitahukan ke siapapun mengenai identitas mereka. Mereka yang bekerja di perusahaan swasta dan perusahaan asing akan lebih fleksibel. Kebebasan sepenuhnya sepertinya ada di mereka yang bekerja di perusahaan swasta. Karena di perusahaan asing pasti banyak orang yang harus memaksakan diri untuk mengikuti culture di tempat mereka bekerja sesuai dengan negara asal perusahaan, yang sebagian besar pasti tidak mengakomodir kegiatan sosialisasi antar karyawan se-intens di perusahaan swasta. Mirip yah di Cina dan Indo kalau ini


Kalau ini kita bisa melihat lebih banyak cewek yang come out di tempat kerja di Cina. Di Indonesia mungkin kasusnya berbeda yah. Sepertinya banyakan cowok sih. Tapi ga tahu juga kalau para cewek saling cerita ampe hal hal seprivate itu sebagaimana halnya di Cina. Cewek cewek di Indonesia kayaknya cenderung lebih tertutup deh kalau hal beginian. Iya ga sih?


Tingkat pendidikan sendiri sebenarnya ni yg agak mengejutkan. Karena jelas tingkat pendidikan Indonesia dan Cina berbeda banget. Indo jauh tertinggal kalau soal ini dibandingkan Cina. Tetapi ada kecenderungan semakin tinggi tingkat pendidikannya, semakin males mereka cerita cerita di kantor soal detail kehidupan mereka yang ini


Biseksual yang sebenarnya lebih besar kemungkinannya untuk tetap menjalani kehidupan "normal" sebenarnya juga menghadapi masalah yang sama di kantor. Kemampuan mereka untuk lebih beradaptasi terhadap kehidupan "normal" ternyata tidak membuat mereka menjadi lebih nyaman untuk bercerita. Malah persentase Biseksual yang bercerita itu jauh lebih sedikit dibanding mereka yang gay. Mungkin biseksual menganggap toh mereka bisa menjadi "setengah normal" sehingga mereka tidak terlalu peduli untuk berbagi hal hal seperti ini. Kalau ada yang bahas bahas soal cewek cantik, mereka masih bisa secara jujur dan berdasarkan ketertarikannya memberikan pendapat yg relevan di kantor


Dan ternyata ukuran kota juga tidak menjadi faktor pembeda. Komposisinya tetap terlihat sama tidak peduli seperti apapun ukuran kotanya

Jadi apa kesimpulannya gimana nih? Yah terserah sih kalau mau cerita cerita di kantor soal orientasi seksualmu. Tetapi ada baiknya lihat komposisi antara mereka yang lebih muda dan mereka yang lebih senior di kantor. Lihat juga industri apa yang kamu geluti. Selalu ingat juga pertimbangkan penting tidaknya kamu untuk out and proud di lingkungan kantor.

Dan kalau kamu memang berniat untuk menyembunyikan informasi itu dari teman teman kantor, harap berhati hati di kantor. Jangan sampai meninggalkan handphone kamu yang sedang browsing foto cowok telanjang tergeletak di meja. Banyak orang kepo di kantor yang bisa iseng ngintip handphone kamu dan memulai gosip. Atau hati-hati juga kamu membuka website website yang agak obvious di kantor karena komputer juga termasuk salah satu properti yang suka diutak atik oleh orang kepo di kantor. 

Dan paling penting juga kalau niat nyalain Grindr di kantor. Kalau kamu ternyata pas nyalain Grindr di kntr, trus ngeliat profil si kepo yang bawel dan berisik dari divisi sebelah ternyata ada di Grindr juga, bisa jadi nanti malah agak beribet urusannya di kantor. Atau malah bos kamu mungkin yang di grindr? Yah kalau itu sih bisa berujung ke berbagai kemungkinan tergantung pinter-pinternya kamu menyikapinya aja sih:D


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar