Senin, 10 Februari 2014

Ariel dan Eric - Kisah Cinta Penuh Tantangan


Kisah cinta penuh konflik yg klasik antara dua sejoli dari kaum yang berbeda. Ariel seorang putra duyung dan Eric seorang nelayan. Eric yang sehari hari kerjanya menangkap ikan di lautan untuk dijual jelas memiliki jalan hidup yang bertentangan dengan Ariel sang Putra duyung yang ditugaskan untuk menjaga wilayah laut dekat tempat tinggal Eric. Kapal Eric yang mondar mandir setiap hari menangkap ratusan teman dan kerabat Ariel, membuat Ariel diperintahkan untuk menenggelamkan sang Nelayan agar wilayah mereka dapat diamankan. Ariel kemudian menunggu pada subuh hari di balik karang untuk menunggu sang nelayan yang akan dibawanya ke sudut terdalam laut tempat tinggalnya. Dan di kala bulan purnama bersinar terang, Arielpun melihat kapal sang nelayan. Tampak sekilas muka sang nelayan di balik cahaya keperakkan yang dipancarkan oleh bulan purnama.

Bukan pertama kalinya sebenarnya untuk Ariel melihat manusia. Tetapi wajah Eric dengan brewok kasar membuat Ariel terpana karena terlihat seperti pahatan yang begitu indah. Sepasang tangan kekar berhiaskan tato terlihat kokoh bersandar di buritan kapal. Ariel yang terpesona berenang perlahan untuk berusaha melihat muka sang nelayan lebih dekat tanpa sadar bahwa dirinya terlihat setengah badan mencuat dari ombak lembut di malam itu.

Eric yang sedang melamun memikirkan tangkapannya merasakan sesuatu yang berbeda. Dia merasa seolah olah ada sepasang mata yang mengawasinya dari belakang. Ketika dia menoleh dan melihat ke lautan, terlihat sesosok pria besar berkulit pucat dengan rambut dan jenggot merah. Begitu kontras kulit putih mengkilat tersebut ditutupi oleh rambut merah basah yang begitu menyala. Pancaran sinar bulan di lautan yang terus berpendar membuat seolah olah sosok tersebut muncul di tengah singgasana cahaya yang memujanya.

Kedua mata yang saling beradu pandang seolah tidak bisa terlepaskan. Rasa kagum dan terpesona membuat mereka saling bercinta lewat pandangan mata. Tanpa sadar Eric berjalan ke pinggir kapal dan merendahkan badannya untuk mendekatkan dirinya ke sosok pria tersebut. Ariel yang masih setengah ternganga, berenang mendekati kapal itu dengan perlahan. Dua pasang tangan berotot saling meraih berusaha mendekap badan yang dipandangnya ke arah dirinya. Air laut yang lengket dan basah seolah menjadi perekat jari-jari yang menggengam erat tangan mereka. Tanpa melepaskan pandangan mata, Eric mendekatkan wajahnya ke arah pria asing berambut merah tersebut. Sementara Ariel hanya menengadah sambil sedikit membuka bibirnya dan memeramkan matanya. Bibir lembut dengan brewok kasar terasa begitu lembut dan basah memenuhi nafasnya. Walaupun tidak saling mengenal, bibir mereka seolah berkata beda. Sentuhan bibir dan pautan nafas terdengar begitu seirama membuat mereka merasa mereka memang diciptakan untuk saling mencinta.

Setelah merasa malu dengan bulan yang tersenyum melihat mereka, akhirnya mereka saling menarik ciumannya. Sang nelayan berkata "Wahai pria yang berambut bagaikan api dan bertubuh bagaikan pualam, hatiku telah kau renggut bahkan sejak pertama kali aku memandang matamu". "Hai pria asing yang telah mencuri nafasku, hatiku pun bukan lagi milikku sejak kurasakan bibirmu mengecupku." sambung Ariel sambil tetap berpandangan. Sesaat ketika teringat tugasnya untuk menenggelamkan sang nelayan, mata Ariel terlihat meredup sejenak sambil berkata "Tetapi sayangnya kita tidak akan pernah ditakdirkan bersama. Aku ditugaskan hari ini untuk membawamu ke dasar laut terdalam karena engkau telah menangkap ikan di wilayah kawalanku." Eric yang terlihat bingung melihat sekilas ekor ikan besar menyibak ombak laut yang beriak dibawahnya.

Sadar akan siapa pria yang dipelukannya membuatnya berpikir sejenak. Tetapi cengkraman jari pria tersebut yang begitu kuat dilengannya, dan ingatan akan lembutnya bibir itu membuatnya lupa akan logika. "Wahai pria penghuni laut dalam, jikalau itu memang tugasmu lakukanlah yang kau rasa benar. Diriku rela mati di tanganmu selama engkau berjanji akan terus mendekapku sampai nafas terakhirku". Mendengar jawaban sang nelayan membuat Ariel semakin merasa bersalah. Rasa bimbang antara tugas yang diembannya dengan pria yang telah masuk ke dalam hatinya membuat dia juga lupa akan sekelilingnya. "Aku tak akan pernah sanggup membawa ajal kepadamu. Rasa bersalahku akan kehilangan ciumanmu akan terus menghantuiku seumur hidupku. Jikalau aku berjanji tidak akan membunuhmu, maukah kau mengisi nafasku setiap hari dengan cintamu?"

Sambil tersenyum Eric berkata "Apapun akan kulakukan selama setiap hari matahari berjanji akan membawa dirimu ke dalam pelukanku. Tetapi dunia kita begitu berbeda, bagaimanakah caranya agar kita tetap bisa bersatu?"


Nahhhh ayo pilih cara paling ideal buat Ariel dan Eric agar tetap bisa bersama
a. Suruh Ariel nyari cumi cumi gede untuk menukar jenggotnya dengan sepasang kaki agar dia bisa hidup dgn Eric sang Nelayan
b. Suruh Eric nyari Harry Potter agar minta gillyweed sehingga dia bisa tumbuh insang, bernafas dalam air dan hidup dengan Ariel di dalam laut
c. Suruh mereka masing masing untuk melupakan cinta mereka dan nyari pacar yg bener aja lah. Toh kalau rindu ciumannya sekali-kali ketemu buat ciuman aja. Toh tubuh si Ariel yg setengah ikan nggak bisa apa apain juga kan

Atau ada usulan lain untuk kisah cinta sang putra duyung dan nelayan ini?

#postinggapenting #gapapayahngelantursesekali

5 komentar:

  1. Biarlah ini menjadi kisah cinta abadi antara dua dunia yg berbeda,, cinta mereka akan abadi tanpa harus merubah takdirnya masing2.. cinta sejati akan tetap menyatukan hati mereka dlm perbedaan yg indah,, tanpa harus berdampingan tiap waktu di setiap helaan nafas mereka...

    BalasHapus
  2. C, saya pilih C
    haha endingnya kocak :)

    BalasHapus
  3. Pilih A! Soalnya di Laut ngga ada pihak ke 3, dan ngga ada FPI gila

    BalasHapus
  4. Masa si FPI gila???

    BalasHapus
  5. Aku pilih yang C doonggg... terus tambahan dikit yang "Toh tubuh si Ariel yg setengah ikan nggak bisa apa apain juga kan, (lagi pula Ariel gak punya titit. pake dildo gak alami, gak enak)"

    BalasHapus