Kamis, 23 Januari 2014

Why everybody still love QAF?


Setelah HBO menayangkan episode pertama “Looking”, semakin banyak orang yg menyatakan kekecewaannya karena mereka berharap lahirnya sebuah “Queer As Folk/QAF” baru. Tetapi yang mereka adalah “Weekend” sebagai TV series. Not necessary a bad thing sih. Cuma memang berbeda banget aja

Yang bikin takjub adalah begitu banyaknya orang yang menyatakan kerinduan mereka terhadap QAF setelah harapan mereka pupus karena melihat seperti apa serial “Looking”. Jadi penasaran apa aja sih yg bikin orang sebegitu cintanya dengan serial QAF yang tayang belasan tahun lalu. 

Ini adalah 5 hal yang sepertinya menjadi faktor utama : 

1. Brian Kinney


Pria 29 tahun adalah karakter yang paling meninggalkan kesna di serial ini. Brian yang merupakan pribadi dingin yang semula hanya cuma tau “have fun” dengan pria sebanyak-banyaknya akhirnya luluh juga hatinya dengan si brondong Justin. Bahkan setelah mereka berpasangan pun Brian tetap melakukan kebiasannya berburu cowok. Cuma kali ini, dia mengajak Justin untuk ikut serta dalam pertualangannya. Perjanjiannya adalah tidak boleh tahu nama orangnya, dan tidak boleh tahu nomor orangnya. Selain itu dia masih bisa menjadi seorang ayah dengan cara yang super keren dengan pasangan lesbian teman baiknya

Sosok Brian yang secara fisik mendekati sempurna, penuh percaya diri, egois, dengan karir sukses, apartemen keren, plus attitude yg supercool membuat hampir tidak ada cowok yg sanggup menolaknya. Sosok Brian ini bisa dianggap adalah sosok impian sebagian besar gay. Sebagian besar gay memiliki keinginan terpendam untuk menjadi sex machine yg sukses baik di karir maupun di percintaan dengan penampilan mendekati sempurna seperti seorang Brian. Dibalik penampilannya yg angkuh dan dingin itu ternyata masih ada tersisa sepotong kelembutan yang berhasil disentuh oleh Justin


Tidak ada satupun karakter gay yang seperti Brian Kinney bertahun tahun mendatang di layar TV kita. Tidak ada lagi sosok yang begitu kita idam idamkan untuk menjadi impian kita. Sebagian besar karakter gay di serial serial TV berikutnya tidak sekeren, se-cool, sesempurna Brian. Sosok karakter berikutnya menjadi semakin nyata, dan semakin menjauh dari kesempurnaan

Inget banget moto si Brian dalam berurusan dengan orang straight “There are two kinds of straight people in  the world, those that hate you to your face, and those who hate you behind your back”

2. Justin Taylor (dan kisahnya bersama Brian)

Buat yg tidak ingin menjadi Brian, mereka pasti ingin menjadi Justin dan menemukan Brian mereka masing masing. Sosok brondong yang berhasil meluluhkan hati es Brian dengan rambut pirangnya memang banyak mencuri perhatian. Sebagian dari kita mungkin melihat diri kita di sosok Justin yang hilang keperawanannya oleh brian dan kemudian jatuh cinta kepadanya, ditolak berkali-kali, dan akhirnya berhasil membuat si Brian jatuh cinta kepadanya juga. Itu adalah kisah cinta yang mungkin kerap kita rasakan. Ketika kita memberikan semuanya kepada orang yang kita cintai, mereka menolak kita setelah “memanfaatkan” kita. Tetapi berkat usaha keras dan perjuangan cinta (halah!) akhirnya kita mendapatkan cintanya.



Kalau Brian adalah sosok yang kita semua ingin menjadi, maka Justin adalah sosok yg mengingatkan kita akan harapan kita dalam mencari cinta di dunia gay ini dan akhirnya mendapatkannya sekalipun pada ujungnya harus berpisah

3. Komposisi karakter

Sebagai sebuah serial yang telah diputar lebih dari 10 tahun yang lalu, QAF berhasil menghadirkan komposisi dan berbagai jenis karakter gay yang masih valid sampai saat ini. Mulai dari Michael yg agak drama queen dan menemukan cintanya di sosok profesor yg HIV+, Emmet yg semula hanya sebagai karakter penggembira dengan atribut yg “so gay” tetapi menyimpan berbagai kejutan dimana salah satunya akhirnya dia menjadi bintang bokep dengan “barang” yg gede banget. Sampai Ted, pekerja kantoran yang akhirnya keluar dari kantornya dan menjadi produser film bokep, hobi utamanya. Belum lagi ibu Michael, “Debbie” yang menjadi ibu impian kita semua yang menonton serial ini. Ditambah pasangan lesbianTentunya kalau diputer sekarang, orang akan kembali protes karena tidak ada karakter kulit hitam dan blablabla

Aslinya sih, gay, gay dan straight

4. Sex scene


QAF versi US adalah serial TV pertama yang menampilkan hubungan seks pertama di televisi amerika. Bahkan di episode pertama saja kita sudah langsung disodorin berbagai jenis hubungan seksual yang membuat kita semua menjadi melotot sambil menelan ludah. Sebagian bahkan menyebut QAF ini sebagai soft porn dengan cerita drama. Padahal kalau ada yg menonton QAF versi UK, adegannya lebih ganas lagi. Tetapi sampai skrg belum ada serial TV yg terang-terangan memperlihat hubungan seks gay sampai se”panas” itu. Bahkan karakter gay terkenal di Will and Grace atau Modern Family, mentok mentoknya cuma ciuman. Paling berkesan sih sebenarnya adegan ketika Justin coliin teman sekolahnya yg "straight"

5. The stories





Inget nggak ketika Ted panik tidak menemukan pemain yg pas untuk live show pornonya hingga akhirnya Emmet muncul sebagai penyelamat yang membuat Ted terkagum-kagum. Atau ketika Brian mengkonfrontasi ke Justin mengenai Ethan, atau ketika Justin balik ke apartemen Brian setelah mereka berantem dan dia menangis. Atau ketika Justin dan Michael membuat komik dengan Brian sebagai jagoannya? Belum lagi soal Brian sebagai ayah, Justin dan ayahnya, Ted dan pekerjaannya. Ada begitu banyak cerita dengan intensitas drama yang begitu mengena di kita. Terutama bagian drama Brian dan Justin sih. Drama yang tidak kita temui di serial TV gay manapun lagi. Kombinasi antara air mata dari drama percintaan mereka, ditambah peluh dari adegan panas dan tawa dari adegan lucu yg menyelip membuat cerita QAF ini begitu membekas di kepala kita hingga saat ini



Nahhhhh, apakah “Looking” akan bisa menjadi seperti QAF? Mereka sudah jelas tidak punya Brian maupun Justin. Tetapi drama dan cerita mungkin masih bisa dikembangkan hingga menjadi lebih dekat dengan kita penontonnya. Tetapi dari gaya penceritaannya yang mirip “weekend” sepertinya sih kita tidak akan banyak menemukan adegan adegan yang penuh emosi seperti QAF. 

Jadi mungkin ada baiknya kita berhenti membandingkan dan berhenti berharap Looking akan menjadi another QAF. Biarlah cukup ada satu QAF aja. Biarlah tidak ada yg pernah bisa menggantikan posisi Brian di hati kita. Marilah kita beri kesempatan pada “Looking” untuk meninggalkan kesan baru di hati kita sebagai sebuah serial yg berbeda dan baru.


1 komentar: