Jumat, 25 Oktober 2013

Story about Jake Stallman


Apa yang terjadi ketika seorang anak diledek "gay" oleh teman-temannya karena dia ikut kelas nari sementara teman laki-lakinya yang lain ikut kelas bola? Mungkin ada yang memilih untuk tetap dikelas nari karena memang itu minatnya, dan akan menelan mentah-mentah semua ledekan tersebut. Ada juga yang karena tidak tahan, akhirnya keluar dari kelas nari dan bergabung dengan kelas bola yang jelas jelas tidak disukainya.

Seorang anak remaja pendiam bernama Jake Stallman mengalami hal tersebut. Dia memilih untuk tetap berada di kelas narinya dan menelan mentah-mentah semua ledekan terhadap dirinya. Dia menjadi semakin tertutup karena tidak ingin keluarga dan temannya yang lain mengetahui bahwa dia menjadi bahan ledekan di sekolah. Panggilan "Faggot" atau "Gaylord" menjadi makanan sehari-harinya yang membuatnya semakin sadar bahwa ledekan itu memang sesuatu yang menjadi jati dirinya. Sampai akhirnya dia mengaku ke keluarganya bahwa dia telah menjadi korban bully di sekolah, dan semua itu karena dia memang adalah seorang gay.


Beruntunglah dia memiliki seorang ibu yang begitu suportif. Sang ibu memulai campaign anti-bullying di facebook begitu mengetahui kondisi putranya di sekolah. Akhirnya kisah sang ibu diangkat ke dalam cerita di koran lokal. Tetapi sehari setelah cerita tersebut dimuat, sang ibu menerima surat ancaman berisi "Your son is a fag, and we are coming to kill him". Tetapi sang ibunya malah semakin terpacu untuk berbagi cerita mengenai mereka dan usaha mereka memerangi bully ke dunia luar. Sampai akhirnya Jake diundang oleh sebuah yayasan bernama Matthew Shepherd Foundation untuk menjadi salah satu penulis di blog mereka. Mereka ingin agar Jake menjadi semacam panutan dan contoh untuk remaja gay lain di sekolah dan kotanya. Blog Jake yang bisa diakses di sini bercerita mengenai pengalaman dan sudut pandangnya terhadap banyak hal sebagai seorang gay remaja dan korban bully.

Jake bersama kedua orang tuanya ketika menerima penghargaan
Berkat dukungan dari blognya tersebut juga, Jake menjadi semakin percaya diri. Bahkan kini dia menjadi satu-satunya anggota cheerleader pria di tim sekolahnya. Dia merasa kini dia punya tanggung jawab untuk terlihat kuat untuk remaja lain yang juga gay dan menjadi korban bully agar mereka bisa lebih percaya diri melihat apa pencapaiannya. Berkat usahanya itu jugalah Matthew Shepherd Foundation memberikan penghargaan Spirit of Matthew kepada Jake sebagai pribadi muda LGBT yang berani menghadapi bully dan homophobia dan berbagi kisahnya yang menjadi inspirasi berbagai pribadi muda LGBT untuk melakukan hal serupa

Yah semoga kisah si jake ini bisa menjadi inspirasi kita dalam menghadapi berbagai dilema dan persoalan kita sebagai seorang gay. Bukan berarti serta merta kita come out seperti dia untuk menyelesaikan masalah karena kita semua mempunyai masalah yang berbeda. Tetapi yang patut kita contoh adalah bagaimana dia menggunakan kisahnya untuk menjadi inspirasi bagi orang lain yang menghadapi hal yang sama dengannya. Keberanian dan semangat pantan menyerahnya untuk menghadapi bully-nya dapat kita jadikan contoh untuk menghadapi "bully" di masalah kita masing-masing dengan cara yang positif

1 komentar:

  1. ya.... namanya juga hidup. klau semua manusia fikiranya sama engga akan terasa hidup !! invite pin ku ya 758DC030

    BalasHapus