Senin, 21 Oktober 2013

Coming Out In Indonesia


Sebenarnya minggu kemarin tanggal 11 Oktober adalah National Coming Out Day, hari dimana orang memperingati dan mengingat keberanian dari mereka yang telah coming out.

Kita akan coba share beberapa Q&A mengenai coming out yang ingin kita share, yg kita rasa mungkin relevan dengan keadaan gay di Indonesia

1. Apa itu coming out?
Coming out adalah sebuah proses ketika seorang gay mengakui atau berbagi mengenai orientasi seksualnya sendiri di mata orang lain. Disaat gay menyembunyikan identitas orientasi seksualnya dia dianggap in the closet atau masih berada di dalam closet. Closet yang merupakan tempat penyimpanan baju di kebudayaan barat kerap menjadi tempat persembunyian atau menyembunyikan barang-barang yang tidak ingin kita perlihatkan kepada orang lain. Jadi ketika seorang gay menyembunyikan jati diri orientasi seksualnya, dia dianggap masih bersembunyi di dalam closet tersebut. Ketika dia akhirnya memutuskan untuk memperlihatkan jati dirinya tersebutlah dia dianggap coming out of closet alias keluar dari lemari. Agak aneh yah kalau diterjemahkan. Tetapi itulah asal usul istilah coming out itu sendiri.

2. Apa saja yang harus dipertimbangkan sebelum coming out?
a. Alasan kamu coming out
Sebelum coming out coba pikir dulu alasan kamu untuk coming out. Ada orang memilih coming out karena lelah hidup dalam kebohongan ketika harus berpura-pura pacaran dengan wanita dan dipaksa menikah. Karena terdesak akhirnya dia coming out. Ada juga yang merasa bangga dengan status gaynya dan merasa semua orang perlu tau bahwa dia adalah gay sehingga dia memilih untuk berkenalan dengan cara "Hi kenalin, saya xxxx dan saya gay".  Ada yang memilih untuk coming out karena ingin tampil jujur apa adanya kepada siapapun juga sehingga baik hubungan dengan orang tua maupun teman temannya tidak perlu didasarkan pada sebuah kebohongan. Ada yang coming out karena ketahuan pelukan telanjang berdua di kamar tidur oleh bapaknya. Ada yang sengaja coming out ke ibunya yang dianggap terlalu memaksakan dirinya untuk segera mencari istri. Ada yg tidak merasa perlu coming out karena dia tidak pernah menyembunyikan identitas orientasi seksualnya juga.

Coba pikirkan kembali alasan sebenarnya kamu memilih untuk coming out.

b. Kepada siapa kamu akan coming out?
Idealnya coming out berarti kamu ingin memberitahukan kepada semua orang bahwa kamu adalah gay. Tetapi coming out juga bisa dilakukan secara bertahap. Banyak orang yang memilih untuk coming out terlebih dahulu ke teman dekat yang mereka yakin bisa menjadi support mereka di masa depannya dalam menghadapi kehidupan dilematisnya. Banyak yang memulai dengan teman wanita dekat yang mereka anggap akan lebih menerima dan tidak akan berubah setelah tau mengenai jati diri mereka berikutnya. Berikutnya mungkin lingkungan pergaulan yang lebih luas, atau lingkungan pekerjaan. Dan yang paling berat mungkin adalah ke keluarga.  Ingat juga kadang-kadang mentwit foto cowok seksi atau nge-like bintang bokep gay di facebook bisa menjadi "coming out" tidak sengaja ke semua orang juga loh. Sesuaikan alasanmu dengan orang yang ingin kamu beritahukan soal coming out-mu dan selalu penuh pertimbangan dalam setiap langkahnya

c. Resiko yang mungkin kamu hadapi
Setiap orang yang mengetahui status orientasi seksualmu setelah coming out akan memberikan reaksi yang berbeda-beda. Dan sering juga sekalipun kamu cuma memberitahukan kepada satu atau dua orang, status kamu akan menyebar ke banyak orang kemudian harinya. Ada orang yang akan mungkin menerimamu apa adanya, ada yang menjauh, ada yang terlihat seperti tidak berubah tetapi diam diam menjaga jarak, ada yang terang-terangan akan menghindari kamu dan yang paling parah ada juga yang jadi membenci kamu.

Selalu bayangkan kemungkinan terburuk agar kamu dapat selalu mempesiapkan diri. Jangan sampai ayahmu yang keras mengusirmu karena kamu coming out ke mereka dan kamu jadinya harus terlunta-lunta menjadi anak jalanan karena kamu masih usia sekolah. Jangan sampai bossmu yg homophobic setelah mendengar kamu coming out malah sengaja mencari-alasan untuk memecatmu sementara cicilan kartu kredit dan motormu masih menumpuk. Atau ketika kamu memutuskan untuk coming out ke satu teman yang kamu bisa percayai, ternyata dia malah menceritakan soal kamu ke semua orang.
Selalu pertimbangkan antara alasan, resiko dan hasil yang kamu inginkan dari coming out tersebut dan sesuaikan dengan kondisi dan situasi kehidupan sehari-harimu di Indonesia. Kisah indah coming out di film Amerika atau Eropa mungkin tidak akan memberikan hal yang sama apabila kamu lakukan di Indonesia. Segala sesuatu yang berkaitan dengan proses coming out akan menjadi lebih kompleks di negara2 Asia terutama Indonesia

3. Apa yang terjadi setelah coming out
Skenario ideal setelah coming out adalah kamu tidak perlu menyembunyikan jati dirimu yang sebenarnya ke siapapun. Mungkin yang kebayang adalah ibumu akan ngomel karena kamu tidak menemukan cowok yang satu agama, teman kantormu akan ikut menjodohkanmu dengan cowok gay yang dikenalnya, sementara kamu bisa bergandengan tangan dengan cowokmu jalan jalan di mal tanpa harus kahwatir apapun.

Sayangnya tidak semua skenario itu dapat terwujud dengan begitu gampangnya di Indonesia. Anggap deh misalnya kedua orang tuamu menerimamu apa adanya setelah coming out sekalipun akhirnya ibumu harus berurai air mata karena anak cowok satu satunya tidak akan menikah secara adat di hadapan keluarga besar, dan bapakmu menjadi lebih banyak diam ketika berdua bersamamu menonton TV.  Tetapi latar belakang kedua orangtuamu yang dibesarkan dalam lingkungan dimana gay dianggap sebagai sesuatu yang berbeda akan membuat mereka membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat "menormalkan" situasi di antara kalian. Apalagi kalau keluargamu adalah keluarga yang sangat religius.  Belum lagi kalau berita coming outmu sampai ke telinga tante-tantemu yang kepo. Ibumu harus bersiap-siap kupingnya panas di setiap pertemuan keluarga. Dia harus menghadapi saudara-saudara yang hampir pasti akan membicarakanmu apabila bertemu. Terutama di acara-acara "straight" seperti kawinan sepupu, siraman, sunatan anak sepupu. Kedua orang tuamu akan terpaksa harus ikutan "come out" ke semua orang orang yang mungkin tidak harus kamu temui setiap hari, tetapi telah menjadi bagian dari hidup orang tuamu mereka sehari2 . Akhirnya mereka akan memutuskan untuk lebih banyak tinggal dirumah daripada menjadi bahan omongan

Begitu juga dengan lingkungan kerja atau sekolah/kampus. Pasti sih ada yang senang kamu come out karena sebagai generasi yang lebih muda, banyak dari mereka yang mendapatkan kesempatan untuk belajar bahwa gay itu bukan sesuatu yang berbeda. Tetapi hampir dipastikan ada juga yang akan menjauhi kamu atau malah terang-terangan menceramahimu baik secara halus maupun blak-blakan. Pertanyaan seperti "kapan kamu mau balik ke jalan yang benar" akan sering kamu dengar dari orang-orang yang tidak kamu bayangkan. Kemungkinan terburuk sih adalah malah coming out itu membuat orang menganggap kamu "berbeda" sehingga tidak sanggup/pantas untuk melakukan sesuatu yang lebih besar sehingga mereka secara diam diam membuang kesempatan yang seharusnya akan bisa kamu dapatkan.  Dan jangan juga heran kalau tiba-tiba posisi kamu sebagai pelatih sepakbola anak anak sekolah atau pelatih koor remaja di gereja digantikan oleh orang lain karena banyak orang tua yang khawatir membiarkan kamu berinteraksi dengan anak anak remaja putranya

4. So, jadi harus gimana? Coming out atau tidak?
Apabila kamu mempunyai pilihan untuk coming out atau tidak, gunakan pilihan itu dengan baik. Pikirkan matang-matang resikonya terhadapmu dan orang-orang terdekatmu karena Indonesia bukan tempat yang terbaik untuk hidup sebagai seorang gay secara terang-terangan. Apakah kamu perlu coming out ke semua orang atau cukup ke orang-orang tertentu saja. Apakah alasan kamu coming out semata-mata karena kamu ingin bebas sebebas-bebasnya, atau memang karena kamu tertekan hidup dalam kebohongan. Memang akan sangat menyenangkan rasanya apabila ada orang yang mengetahui keadaan kita dan bisa menjadi tempat bercerita kita. Orang yang dapat kita percaya dan dapat menjadi pilar pendukung kita dalam menghadapi semua persoalan kita sebagai seorang gay itulah yang seharusnya menjadi tempat coming out pertama kita.

Apapun keputusan kamu selalu ingat bahwa keputusan ini harus menjadi keputusanmu sendiri, bukan atas dasar paksaan atau bujukan orang lain karena kamu sendiri yang harus menghadapi semua konsekuensinya. Bukan maksud kita untuk menakuti-nakuti kalian semua untuk tidak coming out kok. Kita cuma ingin memberitahukan apa saja yang akan terlibat dalam proses ini, baik dan buruk sehingga kita semua dapat melakukan pertimbangan yang benar sebelum melakukan keputusan yang sangat besar ini di negara tercinta kita ini

7 komentar:

  1. Jawaban saya tentu saja tidak...
    Keluarga religius begini haha kasian ibu.... deh

    BalasHapus
  2. Sulit dan stress tertekan deh ....

    BalasHapus
  3. pastiin punya rekening gendut yang cuman elo yang tau ato bisa akses!! Trust me..coming out di Indo...you WILL loose a LOT!!

    BalasHapus
  4. Saya sudah CO, beberapa keluarga menerima.
    Yang lain tidak. Tapi, sejauh ini, keadaan baik2 saja.

    BalasHapus
  5. belum terfikir.. tapi pastii akan ,, walaupun blm Coming out, gua yakin ada 1 atau 2 sahabat gua yang udah duluan tau/ menduga duga kalo gua gay,dan gua udah tau pasti tentang itu, tinggal gua yang mesti confirm kebenarannya, haha . Kalo ke keluarga, terutama nyokap , nanti dulu deh , walaupun gua udah ngerasa bahwa gay itu bukan aib apalagi dosa yang mesti disembunyiin , tapi tetep aja kalo cerita ke nyokap , jadinya malah kayak drama berkepanjangan , pasti gak akan selesai diperdebatin dan jadi dibuat pikiran "serius", karna gua udah cukup paham banget gimana sikap nyokap , apalagi masalah sensitif kayak gini...ssshhhh :'(

    BalasHapus
  6. Udh sih...tp lbh tepatnya bukan coming out tapi "expose" out karena teledor... Lol ! and syukurnya nrima2 aja tuh... lol !

    BalasHapus
  7. Setidaknya pastikan elu siap secara finansial. Kalo punya rumah sendiri bagus, ngontrak dulu gak papa. Tapi harus ada penghasilan sendiri. Jadi kalo pas di "putusin" ortu, kamu bisa urus diri kamu sendiri.

    Oh kalo bisa cari tempat tinggal & kerja agak jauhan dari rumah ortu kamu. Kalian tau kan betapa cepatnya rumor beredar di Indonesia.

    BalasHapus