Senin, 30 September 2013

When Pasta Got Political


Barilla adalah merek pasta terkenal di dunia yang market sharenya mencapai 50 persen di Italy dan 25% di US. Ketika pemiliknya yang bernama Guido Barilla dalam sebuah wawancara radio mengatakan bahwa dia tidak akan pernah menampilkan keluarga gay dalam iklan Barilla karena Barilla memegang teguh prinsip keluarga tradisional. Dia juga mengatakan bahwa apabila kaum gay keberatan, maka silahkan saja untuk mereka menggunakan pasta merek lain. Dia juga menambahkan bahwa dia sama sekali tidak mendukung hak pasangan gay untuk melakukan adopsi.


Tidak lama setelah wawancara tersebut, akun sosial media pasta Barilla dibombardir dengan berbagai tanggapan negatif atas perkataan chairman Pasta Barilla tersebut. Banyak dari mereka yang menyerukan boikot terhadap pasta Barilla karena tidak seharusnya sebuah perusahaan menyebarkan pesan diskriminatif seperti itu. Dukungan terhadap gerakan ini juga datang dari kaum straight yang merasa bahwa ucapan Guido Barilla itu sangat tidak pada tempatnya

Ini si Guido Barilla itu
Setelah dibombardir oleh berbagai tanggapan negatif yang tampaknya akan lumayan membahayakan market share mereka, akhirnya si Guido merilis permintaan maaf di halaman facebooknya. Dalam permintaan maafnya dia mengatakan bahwa ucapan dia salah dimengerti. Dia sebenarnya menghormati perkawinan gay sekalipun dia tetap tidak mendukung hak pasangan gay untuk adopsi dan kebijaksanaan perusahaannya untuk menampilkan pasangan gay karena nilai keluarga tradisional telah menjadi landasan penting dalam produk mereka. Tetapi tampaknya permintaan maaf yang agak kurang tulus itu tetap tidak diterima baik karena dia semakin diserang sebagai sosok yang hipokrit. Akhirnya sang guido mengeluarkan video permintaan maaf di youtube dan mengatakan bahwa dia ingin bertemu dengan perwakilan LGBT untuk berdiskusi mengenai pandangannya.

Kejadian bodoh ini langsung dimanfaatkan oleh semua kompetitor Barilla untuk menyuarakan dukungannya terhadap LGBT lewat sosial media. Bertolli yang merupakan salah satu saingan terbesar Barilla yang dimiliki oleh Unilever langsung menganti cover halaman facebooknya dengan gambar yang memperlihatkan bagaimana mereka mendukung berbagai jenis pasangan (lihat foto di atas tuh). Bertolli juga langsung mengingatkan semua orang bahwa mereka mendukung LGBT dan bahkan telah merilis iklan yg gay-friendly di tahun 2008.


Sementara merek merek lain juga ikut ikutan langsung memberitahukan bahwa mereka medukung LGBT, tidak seperti si Bertolli







Love has no limit or gender


Sampai skrg sih belum beres masalahnya, dan jelas PR agency Barilla pasti bekerja nonstop menyelesaikan masalah ini. Si Guido nya sendiri mungkin sedang minum wine sendirian dengan muka cemberut di ruang kerja. Tetapi ada beberapa hal yang bisa kita pelajari dari sini

1. Kesetaraan hak kaum gay adalah isu benar benar sensitif sekarang, terutama di negara2 barat yang selalu berusaha memperjuangan kesetaraan hak tanpa memandang ras, gender, agama ataupun orientasi seksual. Sedikit salah ngomong aja, siap siap deh mendapat serangan dan ancaman dari seluruh dunia. Semakin terkenal/penting posisimu, harus semakin hati-hati menjaga omonganmu

2.  Semua orang punya pendapat pribadi mengenai semua hal. Kadang ada pendapat yang pantas untuk dikemukakan, ada pendapat yang cukup jadi bahan omongan pribadi dengan teman teman dekat atau bahkan cukup disimpan sendiri saja. Contohnya si Guido ini mungkin bukan penggemar LGBT karena itu sangat berbeda dengan kehidupan sehari-harinya. Tetapi andai saja dia tidak dengan sombong bercuap cuap di radio dan menantang kaum gay untuk membeli merek pasta lain, tentu dia tidak akan terjebak dalam kasus ini

3. Perusahaan sekarang tidak akan malu malu untuk langsung menunjukkan dukungannya terhadap LGBT. Baik niat yang tulus maupun demi kepentingan bisnis. Tetapi apapun niatnya, yang jelas sebuah dukungan tidak akan merugikan buat kita kan. Yah simbiosis mutualisme lah. Jadi iming-iming untuk mendapat tambahan pelanggan baru tampaknya tidak akan membuat para perusahaan ini untuk malu-malu mengibarkan bendera pelangi disetiap sudut toko mereka.

3 komentar:

  1. di Indonesia, Iklan yang menunjukkan secara implisit tentang keluarga gay ada di iklan susu Bendera/Frisian Flag dimana ada 2 orang dewasa dengan 1 anak sedang riang gembira tertawa.

    orang2 nyadar setelah banyak yg menjadikannya isu Gay di fb dan twiter.

    BalasHapus
  2. saya ralat: Frisian Flag => Indomilk

    BalasHapus
  3. Yg di Indomilk itu bukan gambar keluarga gay kok. itu sebenarnya gambar kakek, ayah dan anak laki-laki. Karena ada kotak susu yg rasnaya berbeda dengan gambar nenek, ibu dan anak perempuan. Cuma karena sang kakek menggunakan talent yg terlihat spt bapak2 di usia 40an, jadilah itu terlihat seolah olah seperti pasangan keluarga gay dgn anak mereka

    BalasHapus