Minggu, 22 September 2013

Top, Bottom and everything in between (Part 2)

Menyambung cerita mengenai Top, Bottom and Everything in Between Part 1 yang kita posting bulan lalu, ini lanjutan mengenai sekitar dunia topbottomversatile-an ini, ada beberapa hal yang ingin kita bahas/benarin/lurusin :

1. (Katanya) Top itu lebih tinggi posisinya dibanding Bot

Ada semacam stereotype mengenai susunan hirarki antara top dan bottom. Sebagian orang mengasumsikan bahwa top memiliki posisi lebih tinggi dalam hirarki urusan ranjang dibanding bot. Mereka yang memiliki pemikiran seperti ini sama dengan orang yang menganggap bahwa pria itu lebih superior dibandingkan wanita. Kerap top dianggap sebagai "pria" dalam anal seks dan bottom dianggap sebagai "wanita".

Mereka memiliki asumsi bahwa pihak yang bergerak aktif menggerakkan pinggulnya maju mundur dan menusuk-nusuk sesuatu sebagai pihak yang lebih berkuasa dibanding pihak lain yang terbaring dengan kaki terbuka dan ditusuk-tusuk dengan penuh emosi. Anggap saja itu sebagai sebuah adegan dari film horor Prancis tahun 40-an ketika seorang pembunuh menusukan pisau berkali kali ke seorang wanita yang menjadi korban. Pihak yang memegang "pisau" sebagai pihak yang lebih berkuasa dibanding pihak "korban" penusukan yang tidak berdaya.

Tetapi sering orang lupa bahwa pihak yg melakukan penetrasi bukan satu satunya yang mendapatkan kepuasan dari tindakan ini. Pihak yang dipenetrasi juga merupakan pihak yang mendapatkan kepuasan. Bahkan sering pihak yang dipenetrasi lebih excited dalam keseluruhan proses dan lebih berkuasa dalam keseluruhan proses

Perlu diingat keseluruhan konsep top bottom ini hanya berupa posisi dalam sebuah proses dalam mencapai hal yang sama, yaitu kenikmatan hubungan fisik dalam bentuk orgasme

2. (Katanya) Top itu pasti manly dan Bot itu pasti ngondek
Yg mana top mana bot hayooo
Selain itu juga selalu ada asumsi top itu manly dan bot itu feminim. Top itu gambarannya ada pria tinggi gagah penuh bulu dengan otot terpahat sementara bot adalah pria gemulai dengan badan langsing rapuh dan mulus. Yah mungkin nggak seekstrim itu yah. But you got the picture.

Sering kali kita mendengar "Masak potongan kayak gitu jadi bot sih" atau "Mana mungkin lo top ngondek gitu". Kembali ke stereotype yang kita bahas di atas tadi sih sebenarnya akar permasalahannya. Orang mengasumsikan pihak bot sebagai "wanita" dalam hubungan seks gay. Sementara Top tetap menjadi "pria"nya. Jadi tampilan stereotype masing masing gender dipaksakan ke dalam sosok pasangan gay.

Padahal apakah semua top dan bot berpenampilan seperti itu? Banyak justru power bottom yang berbadan kekar dengan badan tinggi besar dan suara ngebass. Sementara banyak juga Power Top yang berbadan kurus dan jauh dari kata tegap. Ada beberapa pria yang dengan tubuh tegap berotot dan ber"barang" besar lebih menjadi pure bot. Ada juga sosok terkenal di Indonesia yang terkenal dengan penampilannya yang kewanitaan justru menjadi Pure Top untuk semua brondong koleksinya.

Jadi seperti apakah penampilan seorang top dan bot sebenarnya? Bagaimana caranya kita bisa menilai dari penampilan fisiknya? Yah sama seperti ketika menilai penampilan fisik seorang gay. Tidak ada hukum pasti. Tidak ada ketentuan dan syarat pasti. Karena top itu bisa terlihat seperti apa saja, begitu juga bottom dan begitu juga gay

3. (Katanya) Pacaran cuma bisa langgeng kalau satunya Bot dan Satunya lagi Top



Memang benar sih untuk pasangan gay, kehidupan seksual adalah unsur penting. Bahkan sering menjadi salah satu unsur penentu dalam memilih pasangan. Compatibility dalam urusan ranjang tentu saja menjadi urusan penting kalau sudah seperti ini. Kalau untuk Fuck buddy atau teman seks doank jelas posisi masing masing apakah top atau bottom adalah hal penting karena itu adalah satu satunya unsur yang penting. Tetapi kalau kita sudah ngomong hubungan pacaran, top atau bot bukan unsur satu satunya yang diperlukan.

Pasangan ideal dimana kedua pasangan bisa saling memuaskan tentunya adalah ketika salah satu menjadi bot, salah satu menjadi top. Tentu saja tidak harus selalu berupa pure top dan pure bot. Sama sama versatile juga bisa seru. Atau mungkin juga salah satu Pure Top, sementara satu lagi Vers yang bisa jadi Bot. Atau yg satu Pure Bot, dan satu lagi Bot yg bisa jadi Top juga kalau di paksa. Kalau pemasangannya seperti ini masih bisa lah yah.

Kalau ada salah satu pihak yang sebenarnya lebih suka jadi top/bot tetapi karena pasangannya memerlukan mereka untuk menjadi sesuatu yang berbeda dan mereka bisa, mungkin pada awalnya segala sesuatu dapat berjalan mulus sih. Tetapi mungkin pada kemudian hari mereka harus saling kompromi dan mencari jalan terbaik agar sama sama puas. Tetapi apabila pasangan yang benar benar saling mencintai, kepuasan pasangan pasti menjadi prioritas utama mereka. Dan tentu masing masing pasti akan mau mencari cara agar pasangannya terpuaskan

Yah oklah, kasus di atas masih bisa dicari jalan keluarnya yah. Tetapi bagaimana kalau pasangan tersebut sama sama Pure Top atau sama sama Pure Bot. Bisa bisa tidak ada hubungan anal sama sekali donk yah. Yang sama sama pure tot mungkin harus saling "jepit di paha", sementara yang sama sama pure Bot harus beli dildo. Bukannya tidak mungkin sih. Kalau memang sudah kadung cinta, kadang memang orang bisa menjadi kreatif dalam urusan ranjang. Kadang juga mereka menjadi lebih "open" dalam hubungan ranjang dengan mengundang orang ketiga untuk menjadi posisi yang mereka butuhkan. Selama mereka sama sama nyaman dan hubungan mereka tetap terjaga, nggak ada salahnya sih. Toh siapa yang berhak menilai apakah perbuatan mereka benar atau salah kalau mereka memang sama sama ingin melakukannya.

Intinya pasangan yang rolenya sudah saling melengkapi memang akan terasa menyenangkan. Kadang sedikit pengorbanan demi kepuasan pasangan juga tidak pantang untuk dilakukan. Dan ketika ternyata rolenya tidak saling nyambungpun tidak berarti langsung putus karena namanya urusan ranjang, kesempatan untuk menjadi kreatif itu sangat luas. Selama sama sama saling terbuka dan willing to explore demi menjaga kepuasan pasangan masing masing aja.

4. (Katanya) Versatile itu maruk dan plin plan.


Sering kita melihat di grindr atau twitter, ketika mencari pasangan orang menulis "Pure top only". Mereka sering tidak mau berhubungan dengan orang yang versatile. Buat mereka gay itu harusnya cuma ada top dan bot. Tidak ada kaum abu abu di tengah yang disebut versatile. Bagi mereka versatile itu adalah kalangan plin plan yang maruk. Pure bot kadang menganggap kaum versatile itu tidak cukup "Top" untuk mereka. Mereka tidak mau di penetrasi oleh pria yang sudah pernah dipenetrasi oleh pria lain. Mereka butuh pria sejati, pria yang tidak pernah dipenetrasi oleh pria manapun.

Lucunya yang sering mempunyai masalah dengan kaum versatile itu adalah para bot. Jarang rasanya mendengar para top yang mempermasalahkan ketika pasangannya bukan bot sejati. Bahkan rasanya ada kebanggaan tersendiri ketika mereka berhasil melakukan penetrasi terhadap seseorang yang sebelumnya adalah top. Kadang mereka anggap sebagai "achievement" tersendiri apabila berhasil melakukan itu. Beda dengan para Bot. Jarang rasanya mendengar ada Bottom yang bangga karena berhasil membuat seorang pure Bot lain menjadi Top untuk mereka.

Ini lebih ke soal image sih yah. Soalnya kalau untuk soal fungsi, seorang vers sejati tentunya akan berfungsi sama sempurnanya dengan seorang pure top ketika disuruh melakukan penetrasi. Ukuran dan tingkat ereksi tentu saja tidak akan menjadi masalah yang membedakan mereka berdua. Nggak mungkin rasanya kalau mereka menganggap kaum Vers itu "kerasnya" nanggung nggak seperti kaum Pure Top yang "kerasnya pol". Wong sama sama cowok kok, dan sama sama sedang dalam keadaan teransang. Secara fisik tidak akan ada perbedaaan antara mereka.

Ada yang mengatakan karena para Pure Bot mengidentifikasikan diri mereka berbeda dengan para Versatile ini. Mereka menganggap para versatile ini sebagai sebuah kelompok yang berbeda sama sekali. Kelompok yang mengincar "incaran" mereka juga yaitu kaum Top. Kaum Versatile ini memiliki kemungkinan untuk menjadi pasangan mereka disuatu hari sebagai top, tetapi juga bisa mengincar mantannya yang Top juga untuk menjadi bot bagi mereka. Agak terdengar mirip cewek yang merasa terancam dengan gay/biseks karena takut mereka merebut cowok straight mereka yah kayaknya.

Kembali ke pribadi masing masing sih. Kalau ada Bot yang merasa seorang cowok tidak cukup manly apabila mereka pernah menjadi bot juga dan itu bikin mereka ilfil, nggak bisa disalahkan juga kok. Cuma cukup diingat itu sebatas pilihan dalam berhubungan seks aja. Nggak usah dibuat jadi berlebihan

5. (Katanya) Semua gay pasti suka anal seks


Hubungan anal seks itu mungkin identik dengan gay. Tetapi sebenarnya ada sebagian gay yang tidak menyukai hubungan anal seks itu sendiri. Bagi mereka hubungan seks itu bisa dilakukan dengan berbagai macam cara yang tidak perlu melibatkan hubungan anal seks. Bisa lewat cara oral, gesek-gesek, masturbasi dan berbagai macam cara lainnya. Bagi mereka yang penting tujuan akhirnya yaitu orgasme dapat tercapai dengan melakukannya bersama pria lain.

Banyak alasan kenapa mereka memilih untuk tidak melakukan hubungan anal. Bisa karena asumsi mereka terhadap hubungan anal yang di nilai tidak "bersih", atau karena alasan takut terhadap penyakit, atau memang tidak nyaman dengan konsep anal seks itu sendiri.

Hal ini sih normal-normal saja yah. Karena sekali lagi ini semua cuma mengenai apa yang orang suka dan tidak sukai dalam proses mencapai orgasme. Film porno juga sih sebenarnya yang memperlihatkan seolah-olah setiap kali gay berhubungan seks mereka harus melakukan anal seks. Urutannya pokoknya harus dari oral seks, rimming dan anal seks. Ga pernah kan lihat film porno yang cuma memperlihatkan adegan gay yang berhubungan seks sampai orgasme hanya dengan gesek-gesekan. Yah karena adegan seperti itu tidak akan terlihat jelas dan menggoda untuk difilmkan makanya di skip semua. Padahal semua kegiatan itu adalah bagian dari proses berhubungan seks itu sendiri

Tidak menyukai anal seks juga tidak berarti dia bukan gay. Toh masih sama sama terangsang kalau melihat cowok telanjang. Yah mungkin banyak yang merasa mereka melewatkan banyak kenikmatan dari hubungan anal itu sendiri. Tetapi bukankah para top juga mungkin melewatkan kenikmatan berhubungan seks sebagai bottom dan begitu pula sebaliknya. Tetapi pada ujungnya yang menjadi tujuan utamanya sama sama tercapai. Toh kalau para top tidak dipaksa untuk menjadi bottom, dan bottom tidak dipaksa untuk menjadi top, tidak perlu juga kan memaksa mereka yang tidak menyukai anal seks untuk menjadi bottom maupun top

KESIMPULAN

Setelah panjang lebar ngomongin soal top bottom dan segala bentuk lainnya, intinya cuma 3 sih
1. Yang penting enak (dan tidak merugikan orang lain)
2.  Jujur sama sendiri yang paling enak menurut kamu itu seperti apa (jgn mau dipaksa orang lain)
3.  Safe sex (biar bisa terus merasakan kenikmatan tanpa kekhawatiran)

7 komentar:

  1. Bener nih..
    Tpi biasanya bot nya sendiri yang merendahkan diri mereka sendiri dan mengagung agunkan top.

    BalasHapus
  2. Nice post ..
    ketawa dikit di beberapa bagian pas bacanya ahaha

    BalasHapus
  3. Saya penyuka wanita
    tapi juga pengagum pria

    saya ogah di tusuk laki laki
    kalau dia gak lebih manly
    dan saya juga ogah nusuk laki laki kalau dia gak lebih jantan dari saya

    BalasHapus
  4. mengapa top di agungkan? karena jaman sekarang kayaknya lebih susah mencari top dari pada bot..

    BalasHapus
  5. apa yang diomongin terlalu casual deh..seakan2 kalo kenal sama gay harus tau posisinya dulu..dan seakan2 kalo kenal sama gay pasti berujung ke hubungan seks..
    kalo temenan mah temenan aja..kalo sayang mah sayang aja..

    BalasHapus
  6. Btw, admin Touche sendiri Top, Bot apa Vers?? Hihihi...

    BalasHapus
  7. Kalau untuk temenan sih pastinya nggak perlu tau top/bot/vers. Tetapi kalau memang tujuannya untuk lebih dewasa, yah sedikit banyak topik ini pasti akan menjadi bahan bahasan

    Btw memang ada bot yang terlalu mengagung2kan Top, dan hal itu nggak bisa dianggap benar sih. Tetapi kalau memang itu dia suka yah, go ahead. Cuma perlu mereka tahu aja bahwa mereka nggak perlu merendahkan diri karena mereka sama aja kok dengan top

    Dan sebenarnya kalau dibilang jumlah top lebih sedikit sih nggak juga. Mungkin musti coba lingkaran pertemanan yang berbeda aja sih. Di lingkaran pertemanan admin justru kekurangan bot tuh.

    Admin sendiri? Admin mah Top kok:)

    BalasHapus