Jumat, 13 September 2013

Love letter

Sebuah surat dari seorang tentara pada perang dunia kedua untuk tentara lain yang pernah bersama dengannya ketika bertugas bersama dimuat di sebuah majalah tahun 1961. Surat yang ditulis oleh seorang Brian Keith untuk mengenang sosok kekasihnya Dave yang tidak pernah bisa ditemuinya kembali.

Thks to Buzzfeed kita menemukan surat yang begitu indah ini. Akan coba kita terjemahkan semampunya yah


Dave yang tersayang

Ini adalah kenangan sebuah peringatan, peringatan atas tanggal 27 Oktober 1943 ketika aku pertama kali mendengarmu bernyanyi di Afrika Utara. Lagu itu membawa kenangan akan masa masa terindah yang pernah kualami. Kenangan akan pertunjukan para tentara, dengan tirai yang dibuat dari balon udara tentara, lampu sorot yang dibuat dari kaleng coklat, latihan yang terlambat di malam hari dan seorang pria tampan dengan suara tenor yang menakjubkan. Malam pembukaan di Canastel, dan mungkin sedikit terlalu banyak muscatel (sejenis wine) dan seseorang yang mengerti. Hari hari yang menyenangkan bermain di Opera House di Oran yang indah dan megah, "kesalahpahaman" dan "kesalingpengertian" di sisi bangunan sebelum lagu pembukaan

Minum-minum di "Coq d'or", makan malam di "Auberge", sebuah cincin dan sebuah janji yang dipersembahkan. Pertunjukan pertama dari sebuah Armoured (campuran Muscatel, Scotch dan anggur), seseorang yang harus dipapah dari truk dan ditempatkan di tempat tidurnya di tenda. Suatu malam yang bersimbah hujan dan dua prajurit basah kuyub di bawah sebatang pohon yang terpencil di dataran Afrika.  Sebuah mobil pinjaman kap terbuka buatan Prancis, mata air hangat berbau sulfur, mediterania yang indah dan sebuah piknik dengan makanan jatah tentara dan pancake. Dua orang letnan yang cukup pintar untuk mengenali musik, tetapi tidak cukup pintar untuk mengetahui bahwa kita ingin ditinggal sendiri. Seorang pemain piano yang menjadi gila, kompetisi, hari hari penuh kesengsaraan dan malam penuh kesendirian. Malam yang dingin dan berangin ketika kita merangkak masuk lewat jendela ke dalam theater tentara dan tertidur di belakang layar dalam pelukan tangan satu sama lain, dan terkejut ketika bangun dan sadar bahwa kita secara ajaib tidak ditemukan oleh siapapun juga. Sebuah perjalanan ngebut ke sebuah pinggir tebing di atas laut, foto foto yang kita ambil, dan sebuah perhentian di tengah kebun anggur berwarna ungu dengan dedaunannya

Kegembiraan ketika kita diberitahu bahwa kita akan pulang, dan kesengsaraan yang kita rasakan ketika kita sadar bahwa kita tidak akan dipulangkan bersama. Perpisahan yang penuh kesan di sebuah pantai terpencil, di bawah langit Afrika yang bertaburkan bintang, dan air mata yang tak terhentikan ketika aku berdiri di atas pembatas laut sambil melihat konvoi yang membawamu menghilang di garis kaki langit

Kita berjanji akan bersama kembali di "rumah". Tetapi apa boleh buat, nasib juga yang menentukan ketika kamu tidak pernah sampai ke rumah. Dan Dave, aku cuma berharap dimanapun engkau berada, kenangan ini akan tetap menjadi kenangan yang berharga untukmu sebagaimana kenangan ini menjadi kenangan yang begitu berharga untukku

Selamat malam, selamat tidur kekasihku

Brian Keith

Ini bukan mereka berdua sih, tp bayangin aja kira2 beginilah potongan Brian dan Dave

Tidak ada komentar:

Posting Komentar