Sabtu, 07 September 2013

Homosexuality and Religion



Kemarin ada yang meminta kita untuk membahas soal agama dan homoseksualitas. Sebuah topik yang agak sensitif sebenarnya. Apalagi kalau harus membandingkan satu agama dan agama lain. Wong agama sendiri aja masih jauh dari kata "ahli", apalagi harus membahas agama lain. Tetapi yang jelas kita percaya semua agama bertujuan baik, bertujuan untuk membentuk kita semua menjadi pribadi yang lebih baik di mata pencipta kita masing masing. Agama tidak seharusnya menjadi tameng untuk membabi buta karena esensi paling penting dari memiliki sebuah agama itu adalah untuk menjadi orang yang lebih baik. Jadi kalau ada yang mengancam sebuah acara yang penuh pesan perdamaian dengan melempar kotoran dan kecoak seperti yang dilakukan oleh beberapa orang yang mengatasnamakan agama, itu agak membuat kita bingung juga sih karena nggak ngerti bagaimana caranya tindakan tersebut bisa membuat dia menjadi pribadi yang lebih baik di mata siapapun

Jadi kalau ada yg kasusnya seperti di video ini, baik dalam agama apapun, kita bisa belajar bahwa selain apapun yang menjadi interpretasi kita terhadap apa yang kita ketahui dan diajarkan oleh agama kita masing masing, kadang kadang kita masih perlu menggunakan akal budi dan akal sehat kita sebagai manusia untuk melihat apa yang membuat kita menjadi pribadi lebih baik dan apa yang tidak. Dan mungkin memang tidak ada jawaban yang pasti untuk itu, tetapi hadiah untuk kita sebagai manusia dari Tuhan yang membedakan kita dengan mahluk hidup lain yaitu akal budi dan akal sehat akan selalu bisa menjadi pedoman yang bagus ketika menghadapi hal yang butuh jawaban seperti itu seperti marriage equality di mata Tuhan. Apapun yang diajarkan oleh agama tidak seharusnya bertentangan dengan rasa kemanusiaan kok karena agama itu ada untuk memelihara dan mengembangkan rasa kemanusiaan kita di hadapan sesama dan Pencipta kita.

Seperti halnya politisi Australia di video atas yang mendasarkan keputusan mengenai marriage equality atas pemahamannya bahwa menjadi gay itu bukan pilihan, tetapi sesuatu hal yang memang kita bawa dari lahir. Dari pemahaman itulah akhirnya dia membuat keputusan dan pendirian yang dipegang teguh dan ingin disebarluaskan olehnya. Dan dia juga sadar akal budi dan akal sehatnya menjadi "pengingat" bahwa dia harus melihat situasi dalam dunia saat ini lebih dari apa yang pernah tertulis karena rasa kemanusiaan itu sendiri terus berkembang dan berubah.

Btw raut muka sang penanya di video atas itu ketika mendengar jawaban jawaban atas pertanyaannya itu benar benar priceless:D hehehe


Thks to Kevin Aksama yang share video ini ke kita di twitter btw

Update : Ini ad screen capture kata kata dari video di atas











2 komentar:

  1. Terlepas dari agama mana yg dianut, bnyk org yg ngakuny org ber'agama' justru slama ini nunjukin sikap kalo mrk ga ngerti tujuan keyakinan mrk itu. Stiap agama, (as far as I -who's no religion expert- know, common sense?) mengajarkan mengasihi dan menghargai sesama dan bhwa smua manusia itu sederajat dan sama levelny d mata Tuhan. Nah scara logis aj dah jelas, gada agama yg menjustify bullyng ato diskriminasi trhadap kaum minoritas atau mereka yg 'berbeda'. Nah loh, klo gt mrk yg bw2 nama agama buat mengecam org lain yg ga 'sama' dgn mrk gmn dong?

    BalasHapus