Minggu, 25 Agustus 2013

Top, Bottom and everything in between (Part 1)


Top dan Bottom bisa dianggap sebagai "gender" dalam dunia pria gay. Walaupun bukan merupakan gender yang fixed karena tidak ada persyaratan fisik khusus seperti halnya ketika membedakan pria dan wanita. Karena tidak ada perbedaan khusus dari sisi fisik tersebut, maka ada banyak sekali yang masuk ke kategori tengah-tengah. Akibatnya banyak yang memaksakan ekslusifitas top dan bottom sebagaimana pria dan wanita sebagai gender, dan menolak siapapun yang berada ditengah-tengahnya. Hal ini agak ironis karena di dunia nyata, ketika para pria dan wanita yang memandang hubungan mereka sebagai sesuatu yang eksklusif dan menentang gay yang berada ditengah-tengah mereka. Kita yang gay juga ada yang ikut-ikutan menjadi seperti mereka menolak kaum "tengah" sebagaimana mereka menolak gay

Yah udahlah yah, kita bahas dulu beberapa hal:) Untuk pengunjung setia blog ini, pasti tahu bahwa kita mengadakan polling kecil mengenai siapa saja yg masuk ke kategori mana, ini adalah hasil terakhir dari polling tersebut

1. Pure Top : 16%
Ini adalah mereka yang hanya menikmati berhubungan anal seks sebagai pihak yang melakukan penetrasi. Mereka tidak suka dan tidak bisa menjadi pihak yang dipenetrasi. Buat mereka, satu satunya cara mereka bisa memperoleh kepuasan dalam berhubungan anal seks hanya dengan menjadi pihak yang melakukan penetasi. End of negotiation. Sebagian dari pure top ini hanya mau diajak berhubungan seks apabila partnernya tersebut mau dipenetrasi.

Buat sebagian dari mereka, mending nggak have sex sama sekali kalau tidak ada yg bisa dipenetrasi. Ada juga sih sebagian dari pure top ini yang tidak masalah kalau have fun dengan sesama top tanpa penetrasi. Tetapi ibaratnya makan siang nggak pakai nasi, rasanya cuma seperti ngemil, bukan makan siang yg komplit.

Ukuran, tehnik dan stamina menjadi faktor penting di sini. Tidak harus memiliki semua faktor penting tersebut selama satu faktor bisa menjadi kompensasi faktor lain walaupun apabila mereka bertemu dengan pure Bot mereka akan diharuskan memiliki ketiga faktor tersebut. Dan sepertinya persyaratan ini agak berat karena jumlah orang yang masuk dalam kelompok ini termasuk yang paling sedikit.

2. Top, kalau dipaksa bisa menjadi bot : 20%
Ini adalah mereka yang menikmati hubungan anal seks sebagai pihak yang melakukan penetrasi, tetapi apabila diharuskan mereka bisa saja menjadi pihak yang dipenetrasi. Mungkin mereka sebenarnya hanya menikmati hubungan anal seks hanya dengan cara melakukan penetrasi. Tetapi kalau keadaan memaksa, mereka bisa memaksakan diri menjadi bot walaupun mereka sebenarnya nggak menikmatinya. Tetapi demi memuaskan partner seksnya yang ingin melakukan penetrasi, mereka bisa merem nahan sakit dikit untuk menjadi bot. Ada juga yang sebenarnya mungkin menikmati jadi bot, tetapi mereka hanya menganggap itu sebagai bumbu sesekali yang tidak harus menjadi menu utama

Biasanya yang masuk di kelompok ini tidak menyukai top yang kasar atau yang ukurannya besar karena mereka menjadi bot bukan untuk kenikmatan mereka, hanya semata-mata untuk pasangannya. Biasanya ereksi mereka juga hilang ketika dipenetrasi. Dan mereka juga type yang "yang penting kamu keluar"

Tetapi ada juga sebagian kecil dari mereka yang masuk di kategori ini karena mereka merasa menjadi top itu adalah hal yang superior, sehingga mereka hanya mau menjadi pihak yang lebih inferior yaitu menjadi bot dengan pria pria tertentu yang memang mereka anggap lebih superior dibanding mereka

3. Vers : 23%
Ini adalah kelompok seperti biseks yang seringkali dianggap sebagai "maruk" oleh para pure bot atau pure top. Tetapi sesungguhnya ini adalah kelompok yang paling beruntung. Mereka bisa menikmati melakukan penetrasi maupun dipenetrasi. Mau diposisi manapun mereka bisa merasakan kenikmatan. Kenapa disebut sebagai kelompok paling beruntung? Karena mereka practically bisa berhubungan seks dengan pria gay manapun. Apapun yang diinginkan oleh pasangan seksnya, mereka bisa mengakomodirnya. Ketika bertemu dengan top, mereka bisa menjadi bottom dan menikmatinya. Begitu juga ketika mereka bertemu dengan bottom, mereka bisa menjadi top dan menikmatinya. Dan ketika bertemu dengan sesama versatile? Mereka akan butuh waktu 2 kali lama dalam melakukan hubungan seks karena mereka akan melakukan semuanya.

Tetapi seringkali mereka dibenci oleh kaum "pure" karena dianggap mencuri lahan mereka. Dianggap bukan darah murni seperti keluarga Malfoy memandang penyihir berdarah campuran. Sering dengar pihak pure bottom yang mau berhubungan dengan pure top karena mereka tidak suka membayangkan pria yang melakukan penetrasi ke mereka sebenarnya juga suka dipenetrasi oleh pria lain. Karena itu sering ada embel "pure top" only. Padahal tidak berarti si Vers ini tidak bisa sehebat pure top di atas ranjang. Padahal karena mereka juga menikmati menjadi bot, mereka tahu apa sebenarnya yang disukai oleh para bot. Kalau kaum pure top, sepertinya lebih sedikit yg sentimen terhadap para kelompok vers karena buat sebagian dari mereka, yang penting proses penetrasi bisa terjadi

4. Bot, kalau kepepet bisa menjadi top : 14%
Kalau ini adalah kelompok yang sebenarnya lebih menikmati dipenetrasi. Tetapi apabila partner mereka butuh dipenetrasi juga, mereka kadang bisa melakukannya. Terutama apabila mereka diberkahi ukuran yang melebihi ukuran rata-rata. Orang-orang pasti langsung berasumsi ukuran besar harus dimanfaat sebagai top. Dan sama seperti para top yang bisa menjadi bot di kala terpaksa, mereka juga bisa menjadi top di kala terpaksa. Mungkin mereka juga tidak akan menikmati dan merasakan kepuasan ketika menjadi top, tetapi selama partner seks mereka yang menjadi bot terpuaskan itu tidak akan menjadi masalah.

Tetapi tampaknya di antara ke 5 kategori ini, kategori ini paling sedikit orangnya. Agak dimengerti sih, karena untuk menjadi bot ketika terpaksa yang harus dilakukan adalah menahan sakit, tetapi ketika memaksakan diri menjadi top yang harus dilakukan lebih dari sekedar melawan rasa sakit. Ada reaksi tubuh yang tidak bisa dipaksakan ketika seseorang harus menjadi top. Aliran darah ke alat kelamin yang dibutuhkan untuk melakukan penetrasi cuma bisa terjadi ketika terjadi ransangan. Jadi agar seorang bot bisa menjadi top bahkan ketika dia tidak menikmatinya dia membutuhkan lebih dari sekedar kerelaan hati. Harus ada kompromi dengan "sang adek" untuk tetap berfungsi sekalipun ada bagian tubuh lain yang ingin ikut ambil bagian dalam hubungan seks tersebut.

5. Pure Bot : 24% 
Kategori ini adalah mereka yang hanya menikmati anal seks ketika dipenetrasi. Hanya itu. Mereka tidak akan pernah bisa dan tidak akan pernah mau diminta untuk melakukan penetrasi. Bahkan seorang teman yg pure bot mengatakan bahwa dia akan lebih memilih impontensi daripada "pintu belakang" harus ditutup selamanya. Banyak dari mereka yang sudah merasakan naluri untuk menjadi seorang bot bahkan ketika mereka belum melakukan hubungan seksual. Ketika mimpi basah para remaja pria lain melibatkan berbagai aktifitas lain, yang mereka mimpikan adalah dipenetrasi.

Buat para pure bot ini tentunya yang penting itu adalah ukuran, tehnik dan stamina. Tidak boleh ada yang ketinggalan. Semua harus dalam kondisi sempurna. They only do repeat order when it served with perfection. Dengan mereka juga tidak pernah ada kekhawatiran soal "kebersihan" ketika gali gali di pintu belakang. Jangan mengira mereka adalah kaum yang tidak berdaya yang hanya menerima penetrasi dengan pasrah. Mereka biasanya justru sangat memegang kontrol dalam setiap hubungan seks. Dan biasa mereka juga yang suka agak bermasalah dengan para vers yang mereka anggap sebagai kaum plin plan tanpa pendirian. Banyak dari mereka yang menolak untuk berhubungan seks dengan pria yang bukan pure top.

Dari hasil polling Pure Bot adalah yang paling tinggi voternya. Dan apabila mereka hanya mau dengan para pure top, tampaknya perbedaan jumlah akan membuat para pure top akan sedikit menjadi rebutan.

Karena cerita mengenai top, bottom and everythin in between ini agak panjang. Akan kita sambung yah di post berikutnya mengenai stereotype mengenai top bottom dan berbagai hal di antaranya di sini


6 komentar:

okitya mengatakan...

wah..,
turut senang dengan artikelnya..
gak banyak ada postingan sehat tentang seluk beluk LGBT yang diambil dari survey sendiri..
:)

ditunggu bagian keduanya, ya.

Anonim mengatakan...

Hey, boleh d perlihatkan hasil survey yg telah km lakukan? Sy sdkt penasaran? Jujur sy baru tahu blog km ini bbrp minggu lalu dan sy adalah org yg menyukai membaca blog" LGBT yg mengedepankan pengetahuan, real life dan sdkt bersenang", blog km lumayan menarik tp saat km menulis artikel ini ada bbrp dr Part1 ini yg sy tdk sependapat berdasarkan pengalaman dan kenyataan yg sy temui.

Touche Magz mengatakan...

kita bikin pollingnya di sebelah kanan blog kita kemaren. Mayan lama kok bertengger di situ hasil pollingnya. Total yg ikut survey ada 148 kalo ngga salah.

Boleh share mana aja yg kamu nggak setuju? soalnya kita juga tulis berdasarkan analisa dan pengalaman kita. Kalau misalnya ada masukan2 lain mungkin bisa kita include di situ juga ntarnya

Anonim mengatakan...

I am bot, dan gak pernah mencoba menjadi top. kadang pengen sih mengetahui, apakah gue bisa jadi top? tapi pasangan selalu ngak mau dipenetrasi, yah terpaksa kembali menjadi bot.

adeputu mengatakan...

Ditunggu part 2-nya! :))

Anonim mengatakan...

Boleh nanya?(Basa-basi)
Saya punya temen yg str8 banget menurut gue, dia juga playboy banget, namun ketika gue numpang tidur di rmhnya dia(kita rame2 sih ketika itu) gak sengaja gue megang(meluk sih) dia,dan tiba2 dia nurunin tangan gue ke selangkangannya dgn maksud minta di onani.
Nah yg ingin gue tanyaiin adalah,
Dia masih normal gak sih atau udah di anggap gay?
Thank u yg mau jawab

Poskan Komentar

Related Posts with Thumbnails