Senin, 29 Juli 2013

PEP : Proses pengobatan setelah terekspos HIV


Pernah dengar gak mengenai proses pengobatan yang bisa kita lakukan setelah kita merasa kita terekspos ke virus HIV yang bisa membantu kita terhindar dari infeksi oleh virus tersebut. Terdengar seperti sebuah langkah besar dalam dunia medis bukan? And you know what, Proses seperti itu sudah ada sebenarnya di sejak dahulu.


Proses itu disebut PEP, atau Post Exposure Prophylaxis. Ini adalah proses pencegahan penyebaran virus yang dilakukan seketika ketika orang tersebut terekspos dengan virus tersebut. Dalam kasus HIV, obat yang diberikan adalah obat antiretroviral seperti obat yang diberikan kepada mereka yang memiliki virus HIV. Apabila pengobatan ini dilakukan secepatnya (sebaiknya dalam kurun waktu 1 jam) ketika curiga bahwa kita telah terekspos oleh virus HIV, maka obat ini akan menjadi sangat efektif dalam membantu kita mencegah terinfeksi virus HIV tersebut.  Semakin lama kamu menunggu, semakin menurun tingkat efektivitasnya. Idealnya apabila kita berada dalam kondisi curiga kita telah terekspos, kita bisa ke UGD dan meminta proses tersebut. Dan kemudian kita akan memperoleh obat tersebut untuk konsumsi selama sebulan ke depan. Sebulan pas loh yah, tidak boleh lebih karena bisa mempengaruhi kesuburan penggunanya apabila kamu tidak mengidap virus tersebut

Tetapi sayangnya proses ini belum banyak di ketahui oleh banyak orang. Bahkan di kota besar seperti New York, ketika ada yg mencoba ke UGD dan bertanya, tidak ada yang mengerti proses yang dimaksud. Bahkan ketika mereka mencoba menelpon belasan UGD lainnya, tidak ada yang mengerti proses yang dimaksud sampai mereka menjelaskan panjang lebar mengenai obat tersebut.


Banyak yang menganggap pengobatan seperti ini bisa disalah gunakan oleh mereka yang akan beralih ke bareback dan bergantung sepenuhnya ke obat ini. Padahal kegunaan utama pengobatan ini bukan untuk hal hal seperti itu. Bayangkan ketika misalnya di tengah-tengah "keseruan" kondomnya tiba tiba sobek, dan kamu menjadi paranoid. Dalam kondisi biasanya mungkin kamu sudah akan panik dan test darah sambil pasrah dengan apapun hasilnya. Tetapi dengan adanya pengobatan ini, mereka yang khawatir bisa langsung memulai pengobatan ini.

Jelas ini adalah pengetahuan berharga buat kita semua yang setiap harinya hidup dalam penuh kejutan, baik yg menyenangkan maupun tidak. Jadi ketika kita mendapat kejutan tidak menyenangkan yang memungkinkan kita terekspos ke virus HIV, ingatlah bahwa selain pasrah dan berdoa kita bisa melakukan langkah medis yang bisa kita lakukan. Inget aja untuk jangan terlalu lama meminta proses ini karena waktu adalah faktor yang sangat penting dalam proses ini.

Tapi bukan berarti skrg jadi bebas bareback kemana mana yah. Habis bareback tinggal ke UGD minta obat buat sebulan. It doesn't work that way. Tetap play safe, use condom, get tested and live your life to the fullest:)

Update :
Menurut info dari beberapa teman teman, di Indonesia ini termasuk proses standar untuk tenaga medis yg terkena jarum yg terinfeksi atau hal hal lain yang bisa mengakibatkan mereka terkena virus. Tetapi tidak diketahui apakah proses ini diperbolehkan untuk masyarakat umum mengingat obat antitretroviral di Indonesia disubsidi oleh WHO sehingga jumlahnya terbatas hanya untuk mereka yang benar benar telah diketahui memiliki virus tersebut.

3 komentar:

  1. Bisa ke rumah sakit-rumah sakit pemerintah.
    Setidaknya di RSCM sistem ini sudah berlaku bagi tenaga kesehatan yang tertusuk jarum.

    BalasHapus
  2. Sinchan Masih Sinchan3 Agustus 2013 00.27

    Kalau di RS yg rujukan pasien HIV sudah paham prosedur di atas.
    Teman-teman ODHA yg sudah mendapat informasi dan terapi ARV umumnya juga paham metode PEP. Krn sy sendiri selalu bertemu teman ODHA.

    Tp perlu nih infonya. Asal g jadi boomerang buat ODHA..

    BalasHapus
  3. Setau gue udah boleh kok. Kalo gue di r**m sih kalo ketusuk jarum bisa nerima pep ini. Apalagi pasien yang udah ketauan hiv.
    Walaupun misal lo kena hiv dan lo periksa negatif bukan berarti lo beneran negatif. Ada window periode namanya, perlu cek lagi cd4nya 3 bulan kemudian.

    BalasHapus