Rabu, 31 Juli 2013

Long Lost Father who happened to be Gay


Bayangkan ketika seorang ayah yang telah hilang 16 tahun lalu dan dikira telah meninggal dunia, meninggalkan istri dan 5 anaknya hingga mereka harus tumbuh besar penuh perjuangan tanpa sosok ayah, tiba-tiba sang ayah muncul kembali mengabarkan bahwa selama ini dia tidak meninggal. Ternyata dia selama ini cuma berusaha kabur dari hidup lamanya dan hidup bersama dengan seorang cowok dengan menggunakan identitas barunya

Eric Myers, pria berumur 50 tahun dari Arizona bercerita bahwa ketika dia berumur 34 tahun di tahun 1991 dia melakukan sesuatu yang merubah hidupnya dan keluarganya. Eric menikah dengan kekasihnya di masa SMA dan memiliki 2 orang anak perempuan dan juga mengadopsi 3 orang anak lelaki dari Vietnam. Di musim panas tahun 1991 dia mengatakan pada keluarganya bahwa dia harus ke San Diego untuk urusan kantor. Kemudian dia mengatakan bahwa dia dirampok dalam perjalanannya menuju Cabo San Lucas Mexico, tempat persinggahan terakhirnya sebelum dia kembali ke rumah. Di Cabo dia banyak merenung mengenai kehidupannya dan keraguannya untuk kembali. Semula dia berpikir akan di sana dulu untuk seminggu atau dua minggu. Tetapi ternyata setelah itu tidak ada kabar sama sekali dari dia sejak saat itu. Keluarganya terpaksa menganggap dia telah meninggal

Eric Myers dan keluarga yang ditinggalkannya
Sementara sebenarnya pada saat itu dia pindah ke Palm Spring, menggunakan identitas baru, dan hidup bersama dengan seorang pria. Dan selama 20 tahun itu pula dia meninggalkan sama sekali kehidupan lamanya. Dia melarikan diri dari kehidupan lamanya yang diisi oleh istri dan 5 anak, dan menggantinya dengan kehidupan baru yang diisi oleh pria dan cuaca hangat California.

Eric mengatakan dia memutuskan untuk lari seperti itu karena dia tidak tahan dengan kehidupan lamanya. Dia dibesarkan oleh keluarga kristen yang ketat sehingga nilai nilai keagamaan selalu mengikat ketat setiap unsur kehidupannya. Dia sendiri telah sadar bahwa sebenarnya dia menyukai pria sejak dia masih kecil. Tetapi karena hal seperti itu dilarang keras oleh agamanya, dia terpaksa menjalani hidupnya sebagaimana diharuskan oleh agamanya yang akhirnya membuat dia sadar bahwa itu berbeda sama sekali dengan kehidupan yang diinginkannya. Eric sendiri sadar bahwa tindakannya sangat egois dan tidak benar. Tetapi dia merasa toh tidak ada orang yg benar benar baik maupun benar benar jahat.
Eric Myers dan kekasihnya Sean Long di California setelah dia meninggalkan keluarganya
Keluarganya sendiri tentu saja menolak untuk menerima dia kembali. Mereka tidak keberatan dia ternyata seorang gay. Tetapi mereka keberatan untuk menerima kembali ayahnya karena mereka merasa sudah tidak mungkin memaksakan perasaan ke ayahnya lagi. Apalagi dua putrinya bahkan menjadi alkoholik di usia muda karena hilangnya ayah mereka. Belum lagi karena mereka mengira ayahnya telah meninggal, mereka mendapat uang asuransi jiwa sebesar 800.000 USD. Tetapi karena ayah mereka ternyata tidak meninggal, mereka di tuntut oleh perusahaan asuransi karena dianggap telah menipu. Padahal uang asuransi itulah yang membuat mereka bertahan sejak ayahnya hilang

Itulah kisah Eric Myers. Dan saat ini kita tidak dalam posisi menilai apakah ketika seseorang memilih untuk mengejar impian hidup yang mereka inginkan itu benar atau salah. Tetapi yang jelas sebagai seorang pria, lari dari tanggung jawab atas 6 manusia yang hidupnya tergantung pada dirinya adalah jelas perbuatan yang salah. Mungkin sebagian besar akan menyalahkan ketatnya ajaran kristen yang diterimanya sehingga dia harus terpaksa menikah dan memiliki 5 orang anak. Tetapi itu tidak bisa dijadikan justifikasi untuk lari begitu saja meninggalkan keluarga dengan 5 anak.

Cowoknya si Eric itu keturunan Asia, dan dia mengadopsi anak laki dari Vietnam... hmmm
Kisah ini sengaja kita angkat karena, sebagian besar dari kita mungkin akan mengalami potongan potongan hidup si Eric Myers itu di dalam kehidupan kita. Mungkin hidup kita yang selalu dicekokin tentang keharusan menikah dan memiliki anak. Mungkin ketika kita harus memilih untuk menikah dan merasakan penyesalan di kemudian hari. Tetapi ada kemungkinan sangat besar apabila kita memilih untuk menikah, kita semua akan sampai pada satu titik dimana kita akan memiliki pemikiran untuk mencari kehidupan baru yang sesuai dengan impian kita.

Menikah adalah keputusan besar untuk kita semua. Tidak pernah ada kata "benar" dan "salah" ketika kita memutuskan untuk menikah karena kita semua memiliki cerita hidup yang berbeda. Tetapi ketika kita memutuskan untuk menikah, alangkah baiknya ketika memutuskan untuk memikul tanggung jawab sebagai suami, ayah dan kepala keluarga kita benar benar memegang teguh janji tersebut. Tentunya tanggung jawab sebesar itu tidak mudah. Tanggung jawab yang harus kita pikul seumur hidup sambil terus memikirkan pilihan lain yang seharusnya mungkin bisa kita jalani.

3 komentar:

  1. He should remains hidden and 'dead'. Why now exposed himself to the world which might jeopardising his biological offsprings? He is being too selfish.

    BalasHapus
  2. Bener2 egois.kalo di sini yg byk terjadi(mungkin) gay berkeluarga(pnya istri dan anak) tp tetep jajan atw pnya pasangan pria jg.

    BalasHapus
  3. Berandai2 ttg kesalahan,"keberanian" dn kebodohan yg dia lakuin..Tpi malah gk trpikirkan sama sekali buat mulai..
    Alhasil,sedikit xtra "brjuang" dn lbh mikirin njalanin keduanya..Hidup (yg katanya) normal dan (yg katanya) abnormal..

    BalasHapus