Kamis, 18 Juli 2013

1st Polling : Mau menikah dengan pria?


Baru baru ini kita mengadakan voting kecil di blog kita mengenai pernikahan gay. Kita menanyakan apakah kamu mau menikah dengan pria apabila suatu hari pernikahan gay diperbolehkan di sini?

  • 44 persen menjawab bahwa mereka mau menikah
  • 25 persen menjawab tidak karena mereka tetap mau menikah dengan wanita
  • 8 persen menjawab tidak karena mereka merasa tidak ada gunanya menikah dengan pria
  • 22 persen menjawab bahwa mereka mau mikirin dulu
Agak mengejutkan sih ternyata hampir setengah siap untuk menikah dengan pria apabila pernikahan antar pria sudah diijinkan. Kita tidak akan pernah tahu sih kapan pernikahan antar pria itu baru akan diperbolehkan di Indonesia. Yang jelas sepertinya tidak akan dalam waktu dekat. Bahkan dalam waktu 10 tahun ke depanpun sepertinya kita masih belum akan mencapai tahap tersebut. Yah, mudah-mudahan saat itu terjadi, kita belum tua tua amat yah. Sehingga kita masih bisa menikmati hidup sebagai pasangan resmi dalam waktu yang cukup lama. 

Mungkin banyak yang penasaran kenapa musti bela-belain menikah? Apakah pengakuan dari hukum begitu pentingnya? Apa nggak cukup kalau cuma sekedar mengadakan upacara atau resepsinya aja. Asal teman teman dekat tau bahwa kita saling memiliki. Toh sekarang Bali juga sudah menjadi destinasi gay untuk melakukan upacara pernikahan gay. Sekalipun ga bisa catat di KUA, tetapi Bali masih terhitung dekat kan kalau kita mau mengadakan acara pernikahan gay yang memorable. 

Pertanyaanya adalah apakah itu tidak cukup? Bukankah janji sehidup semati memang tidak perlu kekuatan hukum karena cukup atas nama "cinta". Dan yang untuk pengakuan atas nama cinta itu mungkin cukup perlu foto prewed, acara resepsi dan bulan madu. Banyak juga kan pasangan yang tidak menikah tetapi hidup bersama dan punya anak bersama. 

Tetapi tanpa kekuatan hukum banyak hal yang berpotensi menjadi masalah dikemudian hari. Kalau semua berjalan aman bahagia sentosa sih mungkin nggak papa yah ketika kita hidup menyendiri di puncak gunung. Tapi bagaimana kalau pasangan tersebut salah satunya meninggal. Karena mereka bukan pasangan menikah, semua hartanya dikembalikan ke keluarga besar. Pada saat di rumah sakit juga, sang pasangan yg tak resmi tidak punya hak tertulis untuk ikut serta dalam proses pengobatan, atau bahkan cuma sekedar menemani karena biasanya yang diperbolehkan itu biasanya cuma keluarga. Belum lagi kita ngomong soal pemotongan pajak misalnya. Boring stuff seperti itu yg memerlukan status hukum

Kita coba bahas deh skrg 25 persen yang masih ingin menikah dengan wanita. Wajar sih masih ada yang berpikiran seperti itu. Mungkin mereka masih ingin memiliki bayangan keluarga yang terdiri dari suami, istri dan anak. Bisa karena sesuai dengan ajaran agama, atau ajaran adat, atau ajaran dari iklan asuransi dan susu bayi:) Mereka yang memiliki pilihan ini juga pasti adalah mereka yang masih merasa yakin bisa "melakukannya" dengan wanita. Karena ga mungkin kan menikah dengan wanita, tetapi kebutuhan kamar tidur sang istri dicuekin begitu saja. Dan juga buat mereka yang biseksual ini adalah pilihan yang sangat visible sih. Karena mereka tetap bisa membina keluarga "normal" tanpa banyak halangan yang membuat mereka bisa tetap menjaga image dan impian mereka. 

Ada sebagian kecil yang memilih tidak mau menikah dengan pria, bukan karena mereka berencana untuk menikah dengan wanita sih, tetapi karena mereka merasa menikah dengan pria itu nggak ada gunanya. Ga bisa salahin mereka juga sih untuk memiliki pemikiran skeptis seperti itu mengingat negara kita masih punya pe er yang banyak banget sebelum akhirnya bisa mengakui persamaan hak LGBT.  Mungkin mereka lebih memilih untuk hidup tidak menikah dan hanya hidup bersama saja. Pengakuan resmi dari pemerintah tidak menjadi hal yang esensial buat mereka. At the end, everybody can have their own choice

Dan terakhir 22 persen yang masih belum mau mikirin dulu. Masih terlalu jauh, masih terlalu ribet. Isu pernikahan ini memang masih terbilang isu yang masih terlalu dini untuk dibayangkan oleh gay di Indonesia. Tetapi tidak ada keharusan kok untuk kita semua menentukan keputusan kita untuk suatu hal kompleks seperti saat ini juga. 

At the end yah marilah kita semua berharap semoga gelombang pergerakan perjuangan persamaan hak bagi LGBT yang sedang heboh terjadi di belahan dunia lain, dapat segera mencapai negara tercinta ini. Ga usah muluk-muluk dulu lah, mulai dari hal kecil aja juga kita ga masalah kok. Yang penting perjuangan kita tidak diam di tempat. Sekalipun hanya dengan langkah-langkah kecil, tetapi kita bergerak ke arah yang lebih baik

7 komentar:

  1. Curhat sedikit ya admin yang baik hati? hehe :)

    jujur dalam poling tersebut ,
    aku memilih untuk menikah dengan pria ,
    mungkin sedikit terdengar seperti sebuah "joke" bila itu terjadi di negara kita ini,
    aku anggap itu doa dan benar terjadi di indonesia ,,seriusan lho,poling sederhana itu langsung menghentak secara pribadi,dan jadi mikir ,oh iya ya gak selamanya aku muda, bersenang senang dan mengejar karir ,termasuk menikmati hidup "sendirian", aku juga ingin suatu saat ada satu pria yang dengan gentle melamarku untuk menikah,sampai menikah (tentunya,hehe :D),
    membentuk rumah tangga, sarapan bersama , jalan2 ke tempat keren bersama layaknya pasangan yang menjalani bulan madu, mengalami konflik manis dalam rumah tangga , mempunyai anak , mengurus anak bersama , sampai di hari tua , aku tidak
    merasa khawatir akan momok kata "kesepian" , karena masih ada
    yang dengan setia menemani , menjalani hidup dengan penuh cinta ,sampai salah satu diantara kita berdua menghadap sang Kuasa,

    terdengar dongeng ya?
    haha , mungkin iya , tapi itulah
    hal konyol bagi negara ini yang
    aku inginkan , dapat mengekpresikan cinta
    ke seseorang tanpa melihat dan menghiraukan
    adat leluhur yang kolot..

    bagaimana bila itu tidak akan pernah
    terealisasi di indonesia?
    jujur aku bingung , aku juga
    tidak mau dengan gampang menjalin
    hubungan dengan seseorang , dan
    sampai akhirnya memutuskan untuk tinggal
    bersama tanpa pengakuan dr resmi dr negara,
    tentang hal kenapa2nya , udah dijelasin dengan rinci
    sama admin yg baik hati :D , salah satunya masalah hukum,

    Dan jika melihat diriku sekarang,
    jauh dari khayalan diatas ,
    bila aku boleh menerka nerka akan
    seperti apa aku kedepan jika Pernikahan
    gay tidak sama sekali di legalkan ,
    Aku? aku akan menjadi manusia
    yang menjalani hidup dengan bahagia seorang diri entah sampai kapan,entah dengan atau seperti apa
    kehidupan bahagia yang aku bilang diatas ,
    yang terpenting sekarang aku masih mengejar itu ,,

    but ,aku tau betul pentingnya pengorbanan tentang sebuah "CINTA" , tapi bagiku terasa sakit dan selalu membuat ku menangis jika aku membaca ,melihat dan mendengar pandangan orang orang jika
    menyebut langsung/tidak bahwa "a gay love just nonsense".

    apa itu hanya aku ?

    BalasHapus
  2. min aku pengen tanya. bagaimana kalau kita menikah dengan pasangan kita yang berbeda kewarganegaraan dengan kita dan negara itu untuk pernikahan sejenis sudah diterima disana. Apakah kita bisa menikah disana? dan apakah kita punya hak yang sama dengan pernikahan yang lain?

    BalasHapus
  3. thks buat alexander atas curhatannya:) Kita semua merasakan hal yg sama kok. We never know kapan itu akan terealisasi. Maybe not in our lifetime, maybe in the next five year. Yg penting kita punya rencana, dan punya keyakinan dan tidak putus harapan. There're not much hope, but still there're hope

    Buat anonim yg nanya : setau admin salah satu kasus menarik di US kemarin adalah ketika DOMA dibatalkan sebagai UU salah satu dampaknya adalah pernikahan gay dengan warna negara US akan membuat kamu memperoleh green card. Sebelumnya ketika DOMA masih berlaku, kamu tidak akan mendapat greencard sekalipun pernikahan gay kamu resmi diakui oleh hukum sana. Tetapi skrg sudah bisa. Ga tau sih kalau negara lain. Sering dgr sih WNI yg kawin dengan gay bule Belanda buat jadi warna negara sana.

    BalasHapus
  4. Min. Cari info dong ttg atlet china yg cumm saat bertanding

    BalasHapus
  5. Min... bahas tentang gay traveling donk... atau gay tour gitu... pengen tau dan pengen join nih min... sapa tau bisa dapat jodoh nantinya... hahahahahahaha

    BalasHapus
  6. Mungkin bagi kaum hetero, menikah hanyalah legalitas atau agar terlihat syah dimata agama. Tapi bagi kaum gay, menikah adalah PERLINDUNGAN.

    aQ prihatin terhadap gay putus asa yg menikahi *memperlatat* perempuan. Kenapa harus perempuan lagi yg jadi korban? Kembalilah ke jalur yg benar, gay tidak ditakdirkan untuk menjadi pasangan perempuan. Tapi menjadi "sahabat" perempuan.

    Yah, tidak sepenuhnya juga mereka salah, mungkin mereka kurang paham apa dan siapa itu gay yang sebenarnya. Gay itu bukan takdir, bukan pilihan dan tak bisa diubah. Gay adalah bagian dari diri manusia.

    BalasHapus
  7. Hello admin. Saya pembaca setia admin loh. Dan ini pertama kali saya buat komentar. Dan mau curhat dikit ya hehe

    Umur saya 16 tahun dan pacar saya 18 tahun. Dia org Australia. Alhamdulillah , ganteng haha. Kita berdua udah rencanain buat nikah di New Zealand karena disana udah sah kan pernikahan sesama. Terus tinggal selamanya disana and happy ever after. Tapi saya masih bingung , terkadang masih ragu sama dia dan masih ga percaya. Kok mau-maunya sih bule ganteng kaya dia mau sama Indonesian kaya saya haha. Dan , perbedaan culture juga bikin cara pacaran kita beda. Kalo Indonesia kan gini , kalo sms ga dibalas pasti ngambek. Beda sama disana. Sama gini , kalo diIndonesia bilang I Love You itu ga ada spesialnya , itu kaya omongan biasa aja. Kalo disana ,beh beda banget. I Love You disana itu brrti dia emang sayang banget sama lo. Itu jujur sejujurnya. Dan kalo nanti nikah , saya pengen adopsi anak. Tapi pas dia besar , dan udah paham. Apa dia nerima orang tua nya kaya gini? Kayaknya itu adalah bencana besar bagi hidupnya :( terus kalo kita sampai nikah dan kawin , apa keluarga saya nerima saya kaya gini? Terus kalo saya pindah , pastinya berat bgt. Selain ninggalin keluarga , ongkos nye gimane ya hmm.
    Nah itu yang bikin beberapa masih "mikir dulu deh" , "emangnya dia bakalan setia nantinya" , "gimana anak adopsian kita? Dia bakalan nerima kita gak ya?"
    Ya cukup deh , kasian admin kepanjangan ngebaca.
    Intinya sih ini curhatan ga penting , tapi makasih sebelumnya admin.
    Dan blog nya bagus , saya suka banget. Xoxo!

    BalasHapus