Rabu, 05 Juni 2013

5 thing that Gay need stop to do online


Ini berlaku untuk twitter, facebook, path, instagram dan sebagainya dan sebagainya

1. Online false information
Memang benar sih di dunia online kita ga boleh terlalu terbuka dan jujur dengan semua identitas asli kita. Dalam arti jangan langsung memberikan nomor handphonemu atau alamatmu ke semua orang yang meminta. Tetapi bukan berarti semua yang di online boleh didasarkan pada sesuatu yang ga nyata.  Muali dari foto profile palsu di twitter atau facebook, diikutin dengan post foto palsu lainnya dengan embel embel "lagi di bandara nih ama koh xxx" ketika memposting foto model Korea terkenal dengan foto model Singapore terkenal lainnya. Belum lagi ada yang pura pura kuliah di sini, kerja di sana, sedang berada dimana. Semua kebohongan itu semata-mata agar terlihat sebagai pribadi yang keren di dunia online. Kalau memang dalam seumur hidup kamu memang tidak berniat untuk berteman secara tulus dengan orang lain yg kamu temui di Internet sih silahkan aja banjiri profile kamu dengan informasi palsu karena paling kamu akan jadi bahan tertawaan. Tetapi apabila kamu memang ada niat untuk mencari teman secara tulis di online, jangan lebay deh. Paling parahnya sih yang kalau udah menyangkut masalah birahi, seringkali dengan sengaja dan maksa menyelipkan informasi ukuran2 penis berlebihan demi terlihat sebagai "the macho big guy"

Berhentilah membanjiri dunia onlinemu dengan informasi palsu. You are not that bad kok. Yah kalau kamu anak SMA yg lagi culun culunnya dan berusaha untuk berteman dengan pria 28 berbadan seksi yg sering muncul di majalah sebagai model, mungkin cara terbaik untuk menjadi temannya bukan dengan berpura-pura menjadi seorang model juga. Tetapi coba liat minatnya apa, dan coba ajak ngobrol ttg topik yg dia suka. Mungkin bisa nyambung tanpa harus berbohong secara berlebihan. Ntar kalau beneran jadi temen malah dia akan kecewa karena kamu kebanyakan bohongnya. Tetapi bagaimana kalau pribadi asli kamu malah bikin dia ga tertarik? Yah cari yg lain, masih banyak orang yang tulus mencari teman juga kok di dunia online

2. Obsessed
Sebenarnya ini adalah kasus sensitif. Makanya kita ga akan sebut nama idola yg jadi bahan obsesi. Ada artis luar dan ada artis dalam juga. Ketika sudah sedemikian obsesinya dengan sang artis, semua postingnya akan selalu berhubungan ttg sang artis. Yah masih wajar sih yah. Nama juga idola. Tetapi menjadi semakin aneh dan berlebihan ketika mulai menyerang penggemar artis lain dengan cara cara yang nggak masuk akal. Belum lagi kalau ada yang sedikiiiiitttt saja menyingung tentang idolanya yang kebetulan sedang "menjadi manusia biasa" yang bisa melakukan kesalahan juga. Langsung deh tuh org dibantai habis-habisan karena berani berkata jelek tentang sang idolanya.

Semua orang berhak punya idola. Bagus bahkan kalau kita puya idola. Jadi kita bisa punya sebuah sosok yang bisa kita jadikan inspirasi dalam hidup. Tetapi ketika kamu mulai bertindak berlebihan seolah olah kamu adalah satpam online sang Idola yang spesialis bikin ribut ketika ada sedikiiittt saja orang yang menyinggung idola kamu, kamu sudah masuk kategori lebay. Dan paling malesnya adalah ketika mereka yang terobsesi ini mulai nggak mau mendengar pendapat orang lain. Namanya negara demokrasi yah semua berhak berpendapat donk, kamu juga ga bisa memaksakan semua orang untuk memiliki selera yang sama dengan kamu. Love and obsessed to your idol in a mature way. Silahkan ganti last name kamu jadi nama dia, atau posting dan retweet semua berita ttg dia, tetapi kamu ga perlu menjadi tukang pukul virtual dia.

3. Drama 
Katanya drama ga bisa dipisahkan dari hidup gay. Tanpa drama itu kehidupan gay bagaikan gado-gado tanpa krupuk. Tetapi umbar drama di dunia online itu melelahkan bukan hanya untuk orang yang menjadi sasaran drama kamu, tetapi juga untuk teman teman kamu yang lain yang menjadi friend, follower kamu. Kita yang cuma temenan dalam tahap biasa biasa, yang sekedar saling follow di twitter atau di facebook nggak perlu tau bahwa kamu sedang marah-marah dengan cowok kamu yang ga bales telpon kamu apalagi setelah di bombardir twit atau post dengan huruf besar yang penuh tanda seru dan caci maki serta tuduhan-tuduhan ga jelas terhadap cowok kamu. Atau keluhan kamu ttg dunia yang tidak adil sambil berurai mata dan duduk pojokan dan menyayat-nyayat nadi kamu karena mantan kamu sudah punya cowok baru lagi. Terutama kalau post nya sudah mulai menggunakan berbagai bentuk kata yang ga PG13.

Yah benar sih itu akun twitter kamu, itu aku facebook kamu, kamu berhak posting apa aja di sana. Karena itu wilayah kekuasaan kamu untuk mau posting apa aja yg bikin kamu seneng. Mungkin teman teman kamu gak akan protes dan langsung memutuskan tali pertemanan setelah mereka lelah melihat postingan kamu, tetapi pastinya mereka akan berpikir dua kali apabila misalnya mau jodohin kamu dengan teman mereka, atau misalnya mau ngajak kamu keluar kota karena mereka nggak mau ketika kalau misalnya keadaan kebetulan jadi agak ga bagus buat kamu, mereka akan menjadi sasaran omelan kamu berikutnya di postingan kamu.

4. Self pity
Paling males liat orang yang udah aslinya cakep, posting muka super serius close up dengan bibir merah merekah, dan kulit mulus bak porselen sambil nulis "aku jelek banget nih:(" Atau posting foto setengah telanjang dengan six pack dan pinggang ukuran anak 14 tahun dan nulis "aku gemuk banget.... sedih deh six packnya mulai hilang" Atau model pasif agresif yg masang foto paling cakep yang difoto di depan kaca kamar mandi, trus nulis "pengen kecilin hidung deh, operasinya sakit ga yah" Tujuan mereka posting ini jelas untuk memancing pujian penuh rasa iba dari orang orang yang memuja mereka. "Ga kok... kamu cakep banget lagi", "Kamu itu udah kurus banget kok, gini aja udah seksi banget"

Orang-orang seperti ini hidup dari pujian pujian dari orang lain, dan mereka akan melakukan apapun untuk mendapatkan pujian. Sekalipun pujian tersebut adalah pujian penuh rasa iba dan kasihan karena orang orang secara tulus ingin menghibur mereka yang mereka kira benar benar merasa tidak cukup cakep, tidak cukup kurus, tidak cukup keren. Yah ada aja sih para penggemar mereka (karena mereka emang aslinya udah cakep) yang akan siap menghibur dan menyuplai mereka dengan berbagai pujian agar mereka yang tampaknya sedang sedih bisa terhibur kembali.

5. Online picture
Nah kalau ini mungkin banyak yg protes, tetapi kita saranin sebaiknya berpikirlah dua kali sebelum memposting atau mengirim foto-foto dewasa di online. Bisa foto setengah telanjang, bisa foto seksi, bisa foto telanjang beneran, bisa foto "barang" kamu doank, bisa foto kamu sedang berciuman mesra dengan cowok kamu. Yah namanya foto kalau sekali sudah masuk ke internet, selama lamanya akan stay di internet. Tidak akan benar benar terhapus. Semakin "berani" foto kamu, semakin lama fotonya akan tersedia di internet. Yah kalau kamu ga masalah dengan "ketelanjangan" kamu atau ga masalah foto foto pribadi kamu disalahgunakan oleh orang orang lain, atau mungkin malah diperjualbelikan sih ga papa kamu pajang foto fotonya di online. Tetapi kamu harus aware foto foto pribadi kamu itu sudah menjadi milik umum, dan jangan heran kalau suatu hari sepupumu yang sedang iseng mencari gambar cowok gay untuk bahan papernya dia, trus search image di google dan menemukan foto kamu setengah telanjang dengan pose "berani". Pastinya dia akan segera download foto itu dan menunjukkan itu mungkin ke sepupumu yang lain sambil tertawa-tawa yang akhirnya sampai ke tangan pamanmu yang akhirnya diteruskan lagi ke tangan bapakmu. Siap dengan semua resiko itu?

Perlu ingat juga di sini, bukan cuma sekedar dari posting untuk umum yah fotonya. Bisa juga kamu kirim kirim lewat pribvate message atau messenger misalnya. Tuker-tukeran foto telanjang dengan cowok bandung yang keukueh mau liat kamu telanjang misalnya. Jangan heran tidak akan ada lagi orang yang penasaran kamu telanjang karena semua sudah pernah melihatnya di forum forum. Berpikirlah dua kali sebelum kamu melakukan apapun dengan foto foto pribadi kamu di dunia online. Tidak ada jaminan bahwa foto itu akan cuma menjadi koleksi pribadi sang cowok cakep di bandung itu. Apa yang menjamin dia nggak akan forward ke temannya untuk di forward lagi ke teman lainnya dan kemudian di twit oleh temannya yang lain. Think again

9 komentar:

  1. drama itu ganggu gk sih?
    sjauh apa drama bs jd ganggu?
    tpi bner kt mimin, no drama = basi..
    nah, gmn y?
    mungkin mimin bs bantu ngebedain drama yg msh d batas wajar, sm drama yg ganggu bgt..
    thnx min.. =]

    @rezasuryahadi

    BalasHapus
  2. Setuju 100% sama yg ditulis sama adminnya. No 4 bikin ngakak deh..ada ya orang haus pujian ampe segitunya. Yg no 5 kayaknya ada di mana2 ya..mudah2an yang baca tulisan ini bisa sadar dan segera insyaf..

    Mau coba jawab pertanyaannya reza di atas: kalo menurut gue sih drama yang ganggu banget itu yg udah nyampe menuhin tl orang lain sama ke-drama-annya. Apalagi kalo misalnya marah2 sama orang tapi no mention. Atau yg isinya selaluu ngeluh2 ga jelas bahkan untuk urusan yg kecil dan ga penting..

    BalasHapus
  3. hahahahha.... bloody true

    BalasHapus
  4. Pengalaman gua banget. SEMUANYA. Pernah punya pacar yg memasuki semua kriteria dia atas. SEMUA :(

    BalasHapus
  5. iihhh....keren bgt postingannya, emg nyari tmen aplg shbt bwt curhat yg bner2 tulus di dumay susahnya setengah mati..
    Hahaha
    tp tetep khusnudzon ya! :)

    BalasHapus
  6. setuju banget ..dewasa lah sesuai umur :)

    BalasHapus
  7. Jempol!
    Tulisanny bagus,,,

    BalasHapus