Minggu, 14 April 2013

Web Series : The Grindr Guide

Mungkin sebagian besar sudah pernah menggunakan Grindr yah? Konsep hebat dalam sebuah aplikasi yang memuaskan kebutuhan sosial dan physical kaum gay. Konsep yang bikin sirik. Ini ada yang bikin webseries semi dokumenter tentang beberapa pengguna Grindr di Australia dengan beberapa kisahnya. Menarik juga sih

Episode pertama ini masih sebatas introduction aja sih. Tp btw polo shirt grindr-nya lucu juga yah:D



Episode ke 2 membahas bagaimana Grindr menjadi tool untuk mencari sex. Hal yang sangat wajar sih sebenarnya. Karena kita semua adalah pria pria normal yang memang harus diakui sering memikirkan seks sebagaimana pria sehat lainnya. Ditambah pemberitahuan bahwa ada yang kita suka tersebut ada dalam jarak dekat sehingga membuat kita semakin exciting. Apalagi kalau gayung bersambut. Yah ga salah sih mencari teman atau mungkin pacar di sana. Tetapi kita harus sadarlah mau bagaimanapun kita mengaturnya, pasti akan selalu digunakan mayoritas untuk mencari seks.  Grindr hanya fasilitas kok, terserah mau digunakan untuk apa. Jangan sok pasang foto setengah telanjang, trus nulis "Not for fun" tp kerjaanya kirimin foto titit kamu ke semua orang orang



Episode 3 mebahas soal Profile pic. Pelajaran penting bahwa foto adalah rekaman sepersekian mili detik dari sudut pandang yang telah di atur atas tampilan fisik seseorang. Jadi jangan bingung kalau foto profile di Grindr sering adalah merupakan sudut terbaik atau "the most photogenic moment" dari orang2 yang di sana. Jadi kalau pas ketemu rada beda, yah maklum aja. Jangan heran juga dan bete kalau foto terbaikmu tidak mendapat respons. Yah mungkin memang agak frustasi kalau pose terbaik kita tidak mendapat sambutan sama sekali dari penduduk Grindr. Yah tonjolkan sajalah feature terbaikmu yang sejalan dengan tujuanmu berada di Grindr



Episode ke 4 membahas soal ras. Di Australia mungkin rasisme itu lebih terasa sih yah. Tetapi bukan berarti di Indonesia nggak ada sih. Chi dan Pri bisa dikatakan dua kotak ras utama di Grindr Indonesia. Tetapi kalau misalnya ada yang lebih suka ras tertentu untuk hubungan seksualnya sih sebenarnya nggak bisa kita salahkan juga. Namanya juga hubungan seks yah masing masing punya preferensi sendiri. Kita nggak bisa memaksakan orang untuk menyukai semua ras untuk urusan tempat tidur. Masing masing orang punya keinginan pribadi di atas tempat tidur. Yah mungkin caranya aja yang ga usah kasar. Toh memilih fuck buddy berdasarkan ras itu sama aja dengan memilih fuck buddy berdasarkan bentuk badan, model rambut dll. Semuanya hanya atribut physical. Kalau sampai misalnya orang memilih kandidat buat karyawan, atau kelompok berteman berdasarkan ras, itu baru bisa dianggap rasis sih. Tp kalau di Grindr dan dah jelas tujuannya jelas buat fuck buddy, let it go aja kalo ada yg nggak suka dgn ras kita untuk have sex. Gak mungkin kan kita demo dan memaksakan mereka untuk have sex dengan ras kita kalau mereka sendiri tidak merasa ras kita itu terlihat menarik secara seksual. It's only sex, there're plenty of other will find your race attractive.


Episode 5 ini mulai agak cerita. Cerita tentang salah satu karakter yang mencari teman nge date. Tp yang menarik dari video ini adalah ceritanya yang membiarkan Grindr nya nyala semalaman untuk melihat berapa banyak orang yang tertangkap di jalanya. Episode ini agak membingungkan sih. Karena pertama dia bilang ketemu cowok di Facebook, trus bialng cowoknya message di Grindr. Hmm... nggak mau pakai whatsapp atau Line aja yah? Atau SMS aja mungkin.


Episode ke 6 ini menceritakan lanjutan kisah dari episode 5 ketika si Joel kencan dengan orang kanada yang ga menghubungi dia kembali. Terus terang kencan seperti ini emang ga bisa banyak di harap sih. Apalagi kalau memang dapatnya dari Grindr. Selama beberapa hari itu mungkin dia sudah ketemuan dengan ga tau berapa orang juga di Grindr. Ga terlalu suka episode ini karena isinya agak curhat-curhat whiny aja. Kalau memang suka dgn org yah hubungi aja lah mereka, ga perlu nunggu. Dan kalau ketika kamu mencoba meraih mereka dan mereka nggak merespon yah move to the next one.



Episode 7 membahas soal Body Image. Yah sekali lagi karena Grindr adalah tempat dimana semua dijual secara "fisik" yah kita musti agak agak maklum aja. Kalau merasa kita terlalu gemuk dan nggak ada yg melirik di Grindr, beralihlah ke Growl yg khusus kaum Bear. Sementara kalau misalnya sudah pamer body terbaik tetapi masih belum ada yg menyapa, yah mungkin saatnya hapus Grindr dan cari di kehidupan nyata.  We're not the center of the world. Jadi kalau jangan berharap semua orang akan langsung memuja muja begitu kita rela berbagi six pack kita.

Tetapi juga dari orang orang ini juga sepertinya mereka sangat berharap dimessage. Sepertinya semua adalah type "penunggu", nggak ada yg mau bergerak aktif. Yah kasarnya kalau nggak ada yg nyapa kamu, kenapa kamu nggak mencoba menyapa orang lain. Kalau kamu memang mencari fuck buddy doank, sapa lah semua orang, pasti ada yg eventually yg membalas kok. Atau kalau kamu mencari teman atau pacar, gunakan foto profile yg ga menjual tubuh dan coba ajak ngobrol hal non seksual. Pasti ada yang jawab juga. Grindr cuma tools kok



Episode terakhir : no conclusion sih... agak ngambang2 aja endingnya. Tapi menarik jugalah melihat pria pria gay ini berbagi soal pengalaman mereka dengan Grindr. Intinya Grindr bikin nagih tp jangan sampai tergantung ama Grindr lah. Grindr is just one of the tools



Btw sedikit data dari Grindr :
1. Setiap harinya sekitar 1 juta orang masuk ke Grindr
2. Setiap harinya 1 juta orang yg masuk ke Grindr itu mengirimkan 7 juta pesan ke satu sama lain dan mengirimkan 2 juta foto ke satu sama lain
3. Total sudah ada sekitar 6 juta orang yang menggunakan Grindr, dan 2,5 jutanya baru bergabung dalam satu tahun terakhir ini.
4. Dalam satu saat ada sekitar 190.000 user yg membuka aplikasi ini secara bersamaan di seluruh dunia

5 komentar:

  1. admin, kalau cara mendaftarnya gimana??
    PS: Sudah beberapa hari nunggu topik ini buat nanyain.

    BalasHapus
  2. Tapi sekarang rating GRINDR udah turun karena bugs di aplikasinya... O.o
    Kalah sama JackD kayaknya sekarang.

    BalasHapus
  3. Hornet juga bagus :)

    BalasHapus
  4. grindr, CHECKED.. Jackd, CHECKED.. hornet? let's download it.. tpi ttp aj, msh jomblo jg.. huff..
    @rezasuryahadi

    BalasHapus
  5. Kalo gw suka pake fakegps buat cuci mata liat cowok cowok ganteng dari negara lain.
    Dan lumayan banyak yg nyapa juga, jadi naikin tingkat percaya diri nih.. ����

    BalasHapus