Senin, 14 Januari 2013

Tu Er Shen (兔兒神)

Pernah kepikir nggak kalau ada dewa yang khusus untuk kaum gay. Ternyata dahulu kala di Cina ada loh. Nama dewanya itu Tu Er Shen (兔兒神), atau dewa kelinci.


Asal muasal kisah dewa ini berasal dari kisah jaman dahulu mengenai seorang pria bernama Hu Tian Bao (胡天保) yang jatuh cinta dengan seorang pegawai kerajaan di provinsi Fu Jian yang sangat ganteng. Kemana pun pria tersebut pergi, Hu Tian Bao pasti mencari cari alasan untuk mengikutinya, Dan pada suatu ketika si Hu Tian Bao ini ketangkap basah mengintip sang pegawai kerajaan tersebut yang sedang mandi. Akibat perbuatannya tersebut, Hu Tian Bao dipanggil oleh Kaisar dan kemudian dia mengakui rasa sukanya terhadap pria kepada sang kaisar dan dia mengintip sang pegawai kerajaan tersebut karena dia mencintainya. Kaisar akhirnya memutuskan untuk menghukum mati dia atas perbuatannya dengan cara dipukuli hingga meninggal


Sebulan setelah kematiannya, Hu Tian Bao muncul di mimpi seorang pria di kampung halamannya. Dan di mimpinya tersebut Hu Tian Bao bercerita bahwa di alam baka, karena para penjaga alam baka merasa bahwa dia meninggal karena cinta, maka mereka menganugrahi dia menjadi seorang dewa untuk melindungi kaum homoseksual. Setelah mendapat mimpi tersebut, sang pria tersebut membuat sebuah kuil untuk menyembah Hu Tian Bao yang kemudian menjadi sangat terkenal di daerah Fu Jian.


Dan karena istilah untuk kaum gay pada jaman kerajaan cina adalah kelinci (tu zi), maka akhirnya Hu Tian Bao menjadi Dewa Kelinci. Tetapi sayangnya karena pada saat itu juga ada pihak2 kerajaan yang merasa para pria yang berbondong-bondong menyembah Tu Er Shen untuk diberkati dalam hubungan seksual dirasa agak sedikit meresahkan, akhirnya banyak kuil-kuil Tu Er shen yang dihancurkan oleh dinasti Qing

Sampai kini Tu Er Shen sebagai Dewa Kelinci yang melindungi kaum gay cuma bisa ditemui di sebuah kuil (sebenarnya di dalam sebuah apartemen sih) di Yong he City,  Taiwan yg dikenal sebagai Rabbit Temple, dimana kaum gay sering berbondong-bondong ke sana untuk mencari berkat dalam hubungan mereka dengan pria lain.



Pintu masuk tempat sembahyangnya
Ini adalah pendeta tao di kuil ini
Dan ini alamatnya buat kalo ada yg mau berkunjung ke sana
Dan ini altar sembahyang Tu Er Shen nya
Tetapi sebenarnya hubungan homoseksual di daerah Fu Jian (atau Hokkien) sebenarnya bukan hal yang aneh. Dulu hubungan antar pria dianggap sebagai hal yang "normal". Pria yang lebih tua disebut "Qi Xiong" biasanya "menikahi" pria yang lebih muda yang di sebut "Qi Di" Biasnya sang Qi Xiong akan memberikan mahar kepada keluarga Qi Di sebagaimana layaknya mas kawin sebagai tanda jadi. Konon Qi Di yang "perawan" lebih mahal harganya. Dan dengan melakukan upacara sejenis ritual pernikahan, sang Qi Di akan di bawa untuk tinggal bersama sang Qi Xiong di rumahnya. Sang Qi Di akan diperlakukan sebagai mana layaknya seorang menantu. Bahkan dia akan membantu merawat anak  yang diangkat oleh mereka berdua. Kadang hubungan ini berlanjut hingga 20 tahun sebelum mereka akhirnya menikahi wanita untuk melanjutkan tali keturunan dan nama keluarga

Btw si Dewa in sendiri sempet ada serial tvnya yg berjudul 兔儿神弄姻缘 . Tetapi bukan berisi tentang asal muasal sang dewa, lebih ke cerita yg melibatkan si Tu er Shennya. Terus terang ga terlalu jelas juga sih karena semua website ttg serial ini masih dalam bahasa cina yg kalau ditranslate menggunakan google translate jadi agak sedikit membingungkan. Tetapi ini ada beberapa foto dari Chen Wei han yg menjadi sang dewa. Buat yg ngerti bahasa cina tolong liatin yah mengenai serial TV ini. karena terus terang informasinya masih blur banget. Tolong cek-in apakah Tu er Shen yg kita bahas dengan Tu Er Shen di film ini adalah karakter yg sama

4 komentar:

  1. finally i know what religion i should take.
    thank touchemagz

    -Brad Matt

    BalasHapus
  2. Next bahas soal budaya indonesia yg dkt dgn isu lgbt jg dong. Such as Reog..

    BalasHapus
  3. yg reog cari materinya susah. Ini lg nyari2 dari kemarin

    BalasHapus
  4. ok... let me check di buku memberi suara pada yg bisu.

    BalasHapus