Kamis, 13 Desember 2012

UN on LGBT Right


Selasa kemarin Sekjen PBB Ban Ki Moon memimpin sebuah konferensi yang diselenggarakan PBB untuk memerangi homophobia yang berjudul "Leadership in the fight against Homophobia". PBB mengeluarkan pernyataan lewat sekjennya bahwa mereka mereka akan bergerak membantu untuk membantu kaum LGBT yang masih harus berhadapan dengan negara mereka yang homophobia.

Sementara pernyataan resmi Ban Ki Moon dikutip dari pidatonya sendiri mengatakan bahwa "More than 76 countries still criminalize homosexuality. I am pained by this injustice. I am here to again denounce violence and demand action for true equality. Let me say this loud and clear: lesbian, gay, bisexual and transgender people are entitled to the same rights as everyone else. They, too, are born free and equal. I stand shoulder to shoulder with them in their struggle for human rights."


Ricky Martin yang turut hadir di panel berbagi ceritanya mengenai kisah "coming out" nya. Ricky martin mengatakan bertahun tahun lamanya dia hidup dalam ketakutan dan membenci dirinya sendiri karena dia tumbuh besar dalam lingkungan yang mempercayai bahwa kaum gay akan masuk neraka.

Memang sudah banyak negara yang bergabung dalam inisiatif untuk memerangi homophobia. Tetapi masih banyak negara yang menutup mata terhadap kasus seperti ini. Contohnya negara kita sendiri. Dan bahkan ada 76 negara yang masih menganggap homoseksualitas itu sebagai tindakan kriminal

Semoga gerakan positif seperti ini dapat menginspirasi negara negara yang tergabung dalam UN untuk lebih bergerak bersama melawan homophobia. Mungkin perubahannya tidak dapat dilakukan dalam hitungan tahun. Tetapi paling tidak gerakan inisiatif seperti ini dapat membuat negara negara yang masih memandang kaum gay sebelah mata, dapat mulai untuk menaruh perhatian lebih terhadap kaum LGBT dan memikirkan bagaimana caranya agar mereka bisa mendapatkan hak yang sama sebagaimana layaknya penduduk lain di negara mereka masing masing. Karena seperti kata Ban Ki Moon, kita semua lahir dalam keadaan bebas dan setara

1 komentar:

  1. Negara yg basisnya agama biasanya bakal susah nerima ini.
    Indonesia emang bukan, tapi juga bisa dibilang semi-agama karena keliatan banget orientasinya ke arah negara Muslim. Bahkan lebih strict melebihi negara yg jelas2 negara Islam seperti Malaysia dll.

    BalasHapus