Sabtu, 24 November 2012

Movie : The Adonis Factor


Beberapa minggu lalu sempet nonton dokumenter ini dengan beberapa teman. Ini adalah sebuah dokumenter tentang bagaimana dunia kaum gay sangat terobsesi dengan keindahan fisik. Mereka yang ganteng, six pack dan berbungkus otot tampaknya lebih menikmati hidup sebagai gay dibanding mereka yang tidak. Sepertinya di pesta kaum gay, seluruh perhatian tampaknya hanya tertuju kelompok gay yang badannya terpahat indah yg kebetulan sedang topless dan berada di tengah dance floor dengan bersimbah keringat. Sepertinya kelompok ekslusif tersebut hanya menerima sesama non-fat-six-pack member yang membuat semua orang semakin terobsesi untuk melakukan apapun demi bergabung dengan mereka.

Film ini mewawancarai beberapa pria gay yang secara fisik tampak tampan dan gagah dan menanyakan pendapat mereka tentang hal tersebut. Dan sebagian besar dari mereka mengakui bahwa memang begitu apa adanya. Tekanan untuk selalu tampak sempurna tanpa lemak berbalut pakaian mewah membuat mereka rela melakukan apapun agar bisa tetap di terima dalam komunitasnya. Banyak pria yang akhirnya memilih untuk melakukan hal hal yang tidak sehat agar tetap terlihat sempurna secara fisik. Mulai dari menggunakan obat-obatan, operasi hingga gangguan makan seperti aneroxia.

Dan ketika di tanya apakah mereka sadar bahwa yang mereka lakukan itu sebenarnya berlawanan dengan prinsip "Dont Judge the book by cover", "Inner beauty". Tetapi mereka mengatakan dengan memiliki penampilan fisik yang indah dan mendengar pujian pujian serta banyaknya pria lain yg mendekati mereka, membuat merasa lebih baik dan membuat kepercayaan diri mereka semakin meroket. Sekalipun mereka sadar bahwa hal itu mungkin hanya berlaku untuk sementara, tetapi karena membuat mereka merasa lebih baik, mereka rela melakukan apapun untuk mencapai itu.

Kenyataan yang ironis memang, ketika semua yang superfisial menjadi kebutuhan yang begitu penting agar dapat diterima dan menjadi pusat perhatian. Salah seorang yang diwawancarai mengatakan semua ini sebenarnya terasa sangat berat karena ketika dulu dia memutuskan untuk come out menjadi seorang gay, dia begitu takut dengan pendapat orang orang disekitarnya mengenai seorang gay. Kini setelah menjadi seorang gaypun dia masih takut dengan pendapat pendapat orang ketika dia tidak berpenampilan sebagaimana mestinya untuk dapat diterima dalam lingkungannya

Kepedulian yang tinggi terhadap penampilan ini menurut dokumenternya adalah karena pada dasarnya kaum gay sebagai seorang pria sangat visually oriented. Kita sebagai pria cenderung untuk tertarik kepada segala sesuatu yg terlihat. Makanya di dunia gay yang seluruhnya terdiri dari pria, semua saling berusaha untuk terlihat menarik dimata yang lain. Ditambah sifat kompetitif sebagai sifat dasar para pria, kita saling bersaing beras dengan satu sama lain untuk terlihat lebih menarik dibanding yang lain.

Dan mirisnya sebagian besar dari mereka mengatakan mereka berpenampilan menarik agar bisa menarik perhatian orang lain agar mereka bisa menemukan pria yang berpotensi untuk menjadi pasangan mereka. Dan mereka sadar bahwa penampilan fisik menarik diperlukan untuk menarik perhatian di saat pertama kali bertemu, tetapi dikemudian hari kepribadian dari masing masing orang lah yang menentukan apakah mereka bisa melanjutkan hubungan dengan orang tersebut atau tidak. Benar kok six pack akan menarik perhatian si cakep yang sudah kamu incer dari tadi. Tetapi dia toh tidak akan terus terusan menatap six pack kamu selama lamanya kan. Lagipula sangat besar kemungkinan akan selalu ada orang yang six packnya lebih keren dibanding punya kamu. Tetapi apabila kamu coba menarik dia dengan kepribadianmu, keunikkanmu, kemungkinan besar dia akan sulit berpaling apabila memang itu yang membuatnya tertarik padamu pertama kalinya.

Kesimpulan utama dari film ini adalah no matter how many people are admiring at your beauty, at the end you only want one guy to spend the rest of your life with. Ga salah juga kok punya badan berotot dan sixpack selama kita selalu ingat itu bukan satu satunya hal yang penting dalam menjalin hubungan dgn orang lain, baik hubungan pertemanan maupun hubungan romantis. Being smart and unique is one them:)

Gay men are competitive, bitchy, visually oriented, sentimental, judgemental and full of love:) That's why we love it


2 komentar:

  1. so admin, dimana kami yang cantik-cantik ini bisa download film ini?

    BalasHapus
  2. Sebenernya kalo dicermati judulnya seharusnya The Narcissus Factor yah... soalnya, secara mitologi Adonis tuh bukan menarik karena diusahakan sendiri (dengan ngegym dll) tapi karena sedari lahir udah 'very charming', alias inner beautynya dan dia juga kekasihnya Dewi Aphrodite, serta digandrungi kaum wanita (bukan pria).
    Kalo Narcissus emang kena kutuk jadi mengagumi keindahan diri sendiri banget :)

    BalasHapus