Selasa, 27 November 2012

12 Pria Gay di Libya


Foto 12 orang pria ini di posting di facebook oleh sebuah kaum milisi garis keras sebagai terdakwa peserta sebuah pesta tertutup akhir minggu kemarin di Libya, dimana mereka semua dituduh sebagai "third sex" atau kaum gay. Mereka diancam akan disiksa, dimutilasi wajahnya bahkan dibunuh akan perbuatan mereka yg bertentangan dengan agama mereka. Pembela HAM di Libya sendiri meminta secara baik baik agar kaum milisi tersebut menyerahkan mereka ke aparat yg berwajib. Tetapi karena merasa mereka adalah bagian resmi dari kesatuan militer Libya, kaum milisi ini tidak mau merespon. Mereka mengganggap mereka berhak menghakimi ke 12 orang ini karena mereka menjadi gay. Sampai saat ini belum ada kabar lebih lanjut mengenai ke 12 orang ini. Tetapi mengingat kejamnya kaum milisi di sana dan juga tanggapan penduduk Libya sendiri terhadap posting foto ini, terus terang keberadaan mereka semakin mengkhawatirkan


Sekali lagi bersukurlah kita tinggal di Indonesia. Sekalipun ada gerakan gerakan serupa milisi tersebut, tetapi mereka masih belum melakukan hal seekstrim ini. Mudah2an sih tidak akan pernah yah.

4 komentar:

  1. satu sisi masyarakat menuntut penegakan hukum, sebagian lain menginginkan pengabaian. saya kira kalau memang aturan agamanya tidak memperbolehkan sebaiknya mereka tidak melakukan kegiatan tersebut, ironisnya penegakan hukum menjadi sorotan oleh orang2 di luar kewenangan atas nama hak asasi, sehingga image agama tersebut menjadi buruk.

    BalasHapus
  2. Tetapi ketika hukum ditegakkan oleh milisi yg bergerak sendiri dan menghakimi sendiri dengan memberikan hukuman mati kepada tersangka yang tidak mendapat pembelaan hukum yang layak? Agama di kasus ini cuma sebagai contoh tameng yang digunakan saja sih, tetapi yang disorot disini adalah Hak Asasi manusia yang diinjak oleh sekelompok milisi yang main hakim sendiri karena mereka merasa berhak.

    BalasHapus
  3. setuju! intinya anda tidak keberatan jika hukum ditegakkan oleh yang institusi yg berwenang sesuai ketentuan yg berlaku di masing2 wilayah/negara. tetapi saya juga ingin menekankan untuk para pemeluk agama untuk kembali ke ajaran masing2, bukan melakukan tindakan yang dilarang agama, shg juga tidak mengundang pihak manapun untuk meberikan reaksi. jangan memancing kejadian spt ini sehingga menjadi pemberitaan yg buruk buat agama yg bersangkutan. kecuali jika mereka tidak beragama.. ya terserah..

    BalasHapus
  4. kasihan ya mereka.. bersyukur banget aku ada d indonesia, !! kesalahan mereka juga tinggal d negara penuh konflik harusnya mereka dapat menjaga diri dgn baik, tapi koq malah sempet2 party... emang hawa nafsu suli untuk dikendalikan !!! hufff ....

    BalasHapus