Sabtu, 29 September 2012

Menjadi Seorang Ayah


I am gay
and I always want to be a father
father of my own child
a child that with my genes and DNA
a child that will carry on my legacy
a child that resemble me in any possible way
Can it become a reality?

Salah satu dilema dalam menentukan hidup menjadi gay adalah pertanyaan apakah aku akan pernah menjadi seorang ayah. Menjadi seorang ayah dari sepasang anak laki laki dan perempuan yang bisa di posting fotonya di facebook setiap 3 hari sekali. Foto anak yang bisa menjadi penghias wallpaper di laptop kantor. Foto anak yang akan selalu terselip dibalik KTP dan SIM di dalam dompet. Kadang saat melihat orang yang melakukan hal hal seperti itu, sering terlintas pikiran bahwa hal yang mereka lakukan itu cliche banget. So cheeky. Tapi kadang timbul juga sebersit kecemburuan karena nggak tau kapan akan mempunyai hal seperti itu juga

Ketika memutuskan untuk menjadi gay di Indonesia, salah satu keputusan yang paling normal yang akan kita ambil mungkin adalah memutuskan untuk tidak menikah. Kita akan membiarkan pertanyaan mengambang diantara saudara dan teman teman tentang mengapa kita memutuskan untuk tidak beristri. Mungkin ada sebagian dari mereka yang mengira-ngira, dan mungkin ada sebagian yang memandang penuh iri sambil memikirkan biaya masuk sekolah anak mereka.

Menikah dengan sesama pria? Mungkin buat mereka yang hidupnya cukup mampu untuk bolak balik ke negara negara asing yang melegalkan perkawinan sejenis bisa melakukannya di sana. Dan untuk alasan kepraktisan dan kebebasan mungkin akan sekalian tinggal di negara itu. Tetapi untuk mereka yang terlalu cinta dengan Indonesia dan memutuskan untuk tinggal di Indonesia sampai hari tua, mungkin itu bukan keputusan yang paling praktis. Tinggal di negara asing dimana karedok dan tempe goreng tidak akan tersedia tiap hari mungkin akan membuat hidupku makin sengsara. Apalagi keputusan untuk pindah warga negara demi menikah dengan seorang pria. Rasanya itu cuma berita yang cukup dibaca di layar komputer saja

Besarnya keinginan untuk menjadi seorang ayah membuatku untuk membuat daftar pilihan pilihan yang ada ketika seorang gay di Indonesia ingin memiliki seorang anak.

1. Menikah dengan wanita normal dan membentuk keluarga
Ini mungkin pilihan ekstrim, tetapi ini adalah pilihan paling wajar yang bisa di terima oleh masyarakat. Mereka mungkin tidak perlu tahu latar belakang pertualangan kita dengan para pria ketika memutuskan menikahkan anak perempuannya dengan kita. Dan apabila kita mampu untuk "menanam benih"nya, mungkin ini adalah pilihan paling "normal" yang bisa kita tempuh.
Pro : 
Memiliki anak dalam sebuah keluarga normal dan lengkap menurut norma masyarakat Indonesia. Sukur sukur kita bisa berfungsi baik dalam proses pembuatan anaknya. Kalaupun tidak, selalu ada pilihan untuk bayi tabung dan lain lain
Kontra :
Dalam pernikahan ini kita melibatkan manusia lain, seorang wanita yang juga memiliki hati dan perasaan. Perbuatan kita yang diam diam menikahi dia demi memiliki seorang anak itu seperti menjebak orang lain dalam sebuah rencana egois kita dan menyia-nyiakan harapan mereka dalam sebuah pernikahan semu. Belum lagi tanggung jawab moral kita sebagai seorang pria yang harus membahagiakan wanita yang kita pilih untuk menjadi istri kita. Belum lagi desakan jati diri kita sesungguhnya yang tetap tertarik pada pria.
Prediksi : 
Terlalu kompleks, dan terlalu besar effortnya. Tetapi apabila bisa dijalani demi menjadi orang ayah, ini adalah pilihan paling aman

2. Menikah dengan seorang lesbian
Ini mungkin adalah skenario impian. Menikah dengan seorang wanita yang memiliki agenda sama seperti kita. Keluarga keduabelah pihak juga akan sama sama senang. Cukup kita dan istri yang mengetahui keadaan sebenarnya. Proses untuk memiliki anakpun bisa dilakukan dengan cara yang sama sama nyaman tanpa ada agenda tersembunyi. Di samping itu, kita masing masing masih dapat menjalani kehidupan kedua secara "terbuka" dengan pasangan sejenis masing masing. Setelah masing masing punya anak, mungkin bisa cerai dan happy ending deh
Pro : 
No one get hurt. Everybody happy.
Kontra :
Mencari seorang lesbian yang memiliki pemikiran sama mungkin bukan hal yang gampang. Belum lagi besarnya kebohongan yang harus kita jaga di hadapan keluarga. Belum lagi masing masing bertanggung jawab untuk menceritakan kisah sebenarnya suatu hari ke anak kita kelak
Prediksi: 
Effort untuk memulainya besar tetapi hasil akhir mungkin paling aman buat semuanya.

3. Adopsi
Mengadopsi anak mungkin adalah pilihan yang lumayan aman juga. Karena tanpa harus mencari seorang calon ibu, kita bisa langsung menjadi seorang ayah. Tetapi buat sebagian orang mungkin adalah hal yang penting untuk memiliki anak dari darah daging sendiri. Dan juga proses adopsi sama sekali tidak segampang di film film. Yah mungkin bisa sih kita mengadopsi anak saudara yang kurang mampu menjadi anak kita. Mungkin buat mereka yang hanya ingin menjadi seorang ayah tanpa mengharuskan sang anak berupa darah dagingnya sendiri, ini adalah pilihan yang paling tepat
Pro :
Menjadi ayah, tanpa harus menikah
Kontra :
Proses legal yang tidak gampang dan juga tidak cocok untuk mereka yang ingin memiliki anak dari darah daging sendiri
Prediksi :
Adopsi yang memiliki banyak pilihan, dan negara kita yang masih ga seketat negara luar dalam hal adopsi mungkin bisa menjadi pilihan yg "lumayan" gampang

4. Menikah dengan pria
Ini adalah pilihan sempurna yang akan benar benar membuat kita senang.  Setelah menikah secara resmi dengan cowok kita di luar negri, mungkin kita akan mengadopsi atau menyewa surrogate mother untuk mengandung anak kita. Setelah anaknya lahir, akan kita rawat bersama dengan suami kita untuk membentuk sebuah keluarga bahagia. Dan biar lebih afdol mungkin sekalian kita tinggal di negara yang mendukung perkawinan gay sehingga anak kita nggak akan aneh ketika mendaftar sekolah diantar oleh dua orang ayah. Mungkin cuma om kamu di surakarta dan sepupu kamu yg kerja di Bontang yang akan mengenyitkan dahi mereka ketika mereka mendengar berita ini. Dan siap siap saja untuk absen di sebagian besar acara keluarga
Pro :
Menikah dengan orang yg kita cintai dan memiliki anak dari darah daging sendiri
Kontra :
Kayaknya rada susah tinggal di Indonesia deh dan juga siap siap putus hubungan dengan keluarga besar
Prediksi :
Skenario Cinderalla story buat kita yang di Indonesia karena untuk melaksanakan ini butuh modal dan keberanian yang luar biasa

Masih ada sih beberapa pilihan ekstrim yang sangat diragukan batas moralnya seperti kawin kontrak dengan seorang wanita demi seorang anak. Cuma mungkin agar kita bisa lebih realistis dalam rencana kita di masa depan apabila ingin menjadi seorang ayah, kita harus membuat daftar pilihan ini agar kita bisa mempersiapkan diri kita untuk kemungkinan kemungkinan di masa mendatang. Masih nggak tau dan nggak jelas pilihan mana yang akan aku ambil. Bukan cuma sekedar merawat seorang anak dan mengantarkan dia sekolah. Tetapi juga sampai masalah legalitas agar anak tersebut dapat hidup dengan benar di dalam masyarakat suatu hari kelak. Biarlah waktu yang membantu untuk menentukan pilihan untuk kita. Karena hidup kita sebagai Gay di Indonesia tampaknya tidak bergerak secepat yang kita harapkan bercermin pada pergerakan kaum gay di belahan dunia lainnya. Dan sayangnya pula usia bergerak terlalu cepat tanpa bisa di tunda. Bisa dilihat dari foto anak dari teman teman SMA di facebook yg kian merajalela. Foto kelahiran, sampai foto anak mereka yang berseragam sekolah seolah terus mengingatkan untuk jangan terus menunda.

Untuk menutup cerita ini, kita coba dengerin lagu Que Sera Sera ini saja. Sekalipun ini adalah sebuah iklan, tp biarlah "whatever will be, will be" yang menjadi pegangan hati kita saat ini. Belajarlah dari keberanian para anak kecil ini untuk menghadapi masa depan kita



PS : buat yg pengen tahu usia admin berapa hingga kok rasanya jadi jerit2 pengen punya anak terus? Yah sebagai patokan temen temen admin skrg kebanyakan anaknya masih balita semua, belum ada yg gede2 amat. Jadi dah kebayang kira2 dikisaran usia berapa kan

14 komentar:

  1. Buat yg Bisex cara yg nmr 1 paling tepat soale senggak2nya kt msh bisa menyukai wanita sukur2 kt tidak mengikuti paham FeeeSex jd kt bisa setia ,

    BalasHapus
  2. Would you marry me? I'm a 28yo girl who loves kids and always want to have my own. Tp aq ga terlalu percaya dgn pernikahan dn pengen dpt suami bi so they can understand my fascination on male/male relationship :P

    BalasHapus
  3. Annie : really:) You are kind of girl that lots of us will love:)

    BalasHapus
  4. I just wanna get married. With a man that I love. Child is not really that important for me right now..

    BalasHapus
  5. seandainya ada wanita yang bisa memberikan anak dari gen saya tanpa harus menuntut "cinta", saya akan memberikan apapun yg dapat saya beri.

    BalasHapus
  6. Nasib menjadi gay.. Gak tau manfaatnya utk dunia ini, hanya menjadi bahan cemoohan masy. Pingin bunuh diri aja. Tp gak ada nyali.. Hufh...

    BalasHapus
  7. semangat ya om

    BalasHapus
  8. i'm crying!! :(
    entah kenapa jadi ngerasa useless ada di dunia! bunuh diri????? ya Tuhan, jadi mumet gini sih!!

    BalasHapus
  9. aq usia 30an dan dah come out sm keluarga inti. memang maunya kita merit dengan pria yg kt cintai tapi itulah impossiblenya namun hasrat u punya anak tetap menggebu jadi aq dah adopsi anak dari usia 2hr sekrang dah 4thn.dan masih terus berharap suatu saat aq akan mngasuh dan membesarnya dengan pria yg aq cintai...... I hope so

    BalasHapus
  10. be strong everybody:) Rico show us there're still plenty of options for us

    BalasHapus
  11. sala kenal sahabat. .
    aku gay usia 29th mungkin benernya bisex, krn aku udah married dan punya 2anak (boy&girl) perfect family, right? tp aku gundah krn aku menginginkan hubungan yg sebenarnya dgn pria. walau sampai saat ini belum pernah merasakan hubungan dgn pria. barang sekalipun. aku takut rumahtanggaku hancur. disatu sisi aku ingin menjadi suami dan ayah yg baik, dan ga mau kehilangan anak anakku, tp hati dan jiwa slalu menginginkan pendampingku adalah seorang pria. . .
    boleh minta masukannya sahabat. . .

    BalasHapus
  12. Hi Anonim, berada di posisi kamu tentu sangat sulit sekali. Nggak kebayang dilemanya. Tetapi sebagai seorang pria menurut aku kita harus memegang teguh janji kita. Tidak ada pilihan yang menghasilkan happy ending buat semua orang. Kamu harus mengambil keputusan dan memegang teguh keputusanmu itu. Tidak di sarankan untuk mencari pria diam diam di balik pernikahanmu. Sekali dua kali mungkin kamu bisa kontrol, tetapi tidak ada jaminan bahwa kamu akan bisa menjaga semua rahasia ini aman selalu terjaga dari keluargamu. Memang ngomong kayaknya gampang banget yah, tetapi sadar kok itu adalah hal yang sangat sangat sanngat sulit. Tentukan yang terbaik untukmu, tetapi selalu ingatlah prioritas utama dari hidupmu.

    Maaf yah kalo kesannya sok pinter banget nasehatnya. Karena tidak ada cara gampang untuk menghadapi situasi berat seperti ini

    BalasHapus
  13. thanks ya min, nasehatnya cukup dalem. . .
    but its so complicated n so dificult T_T

    BalasHapus
  14. ternyata serumit itu,
    ku kira hanya dengan come out trus nikah ma co idaman, masalahnya udah selesai, eh masih ada masalah lagi
    ToT

    BalasHapus