Rabu, 05 September 2012

Fathers of the year 2012


Pengen punya anak nggak? Itu salah satu pertanyaan yang selalu menghantui kaum gay. Karena bagaimanapun naluri kebapakan kita pasti akan muncul suatu hari. Kalau misalnya saatnya tiba, pengen punya anak dari darah daging sendiri atau adopsi? Sepertinya dua duanya bukan pilihan gampang buat kita yang di Indonesia yah. Pilihan yang satu mengharuskan kita menikah dengan wanita, sementara pilihan lain mengharuskan kita berhadapan dengan masalah hukum yg ngejelimet

Untuk menginpirasikan kita agar suatu hari bisa lebih bersemangat mengejar mimpi tersebut, kita mau persembahkan cerita mengenai sebuah keluarga besar di Amerika. Ini adalah kisah sebuah keluarga besar dengan 12 anak dengan orang tuanya Steven dan Roger Ham.


Semula Roger dan Steven mengadopsi anak pertama mereka di tahun 2003 ketika mereka memutuskan untuk menjadi orang tua. Tetapi karena melihat anaknya stress harus berpisah dengan ke 4 saudara lainnya, pasangan ini berusaha mengadopsi semua saudara anak mereka dan menempatkannya dalam satu rumah. Dan sejak itu usaha mereka terus berlanjut hingga saat ini telah ada 42 anak yang pernah tinggal di rumah mereka. Saat ini mereka memiliki 12 anak yang menjadi anak adopsi mereka. 12 anak ini bukanlah anak adopsi yang mereka peroleh dari bayi, melainkan anak anak yang berada di bawah pengasuhan negara yang telah berumur cukup besar. Biasanya mereka adalah anak anak tanpa orang tua atau anak anak terlantar yang dipelihara oleh negara.

Usaha gila ini tentu saja bukan hal yang gampang bahkan untuk sebuah negara seperti Amerika Serikat. Terutama karena sekarang mereka tinggal di negara bagian Arizona yang tidak mengijinkan perkawinan sejenis maupun adopsi oleh kaum gay. Berbagai usaha mereka lakukan untuk mengwujukan mimpi tersebut. Mereka menikah di Washington DC dimana perkawinan sesama jenis dilegalkan. Sehingga mereka dapat tinggal di Arizona sebagai pasangan menikah sah. Ada 2 anak yang mereka adopsi di Washington sehingga nama mereka berdua tertera di akte lahir. Sementara 10 anak lain hanya menjadi sebatas anak adopsi Steven sehingga hanya ada nama Steven di akte lahir mereka. tetapi untungnya bulan Juli kemarin, seorang hakim di Washington membantu mereka dalam proses adopsi ke 10 anak tersebut sehingga mereka bisa mencantum nama Roger dan Steven di akte lahir mereka

Menghidupi 12 anak pada saat yang bersamaan juga bukan pekerjaan yang gampang. Di luar rutinitas melelahkan dalam mendampingin semua anak itu dalam kehidupan sehari hari, juga banyak kesulitan yang menyebabkan Roger mengganti nama belakangnya menjadi Ham seperti nama belakang Steven agar tidak muncul kebingungan pihak sekolah dan lain lain.

Ga kebayang sih bagaimana serunya menjadi bagian dari keluarga besar mereka. Atas usaha mereka ini tidak heran mereka berdua dinobatkan menjadi Fathers of the Year 2012 oleh majalah Esquire. Salut sih untuk semangat mereka untuk membantu sebanyak anak itu. Alasan mereka ketika ditanya adlah untuk membuat perubahan positif pada kehidupan anak anak tersebut, sebanyak mungkin sesuai dengan kemampuan mereka

Suatu hari pengen sih punya anak dan hidup dalam sebuah keluarga bersama pasangan. Tentunya pasangan laki-laki yah, karena males rasanya punya istri:D. Tetapi hal itu mungkin akan agak sulit di wujudkan selama kita tinggal di Indonesia dalam waktu dekat ini. Tetapi siapa tahu seiring waktu perubahan akan terjadi di negara ini. Sambil menunggu mari kita tumbuhkan semangat untuk membawa perubahan tersebut kepada anak anak kurang beruntung sehingga suatu hari ketika negara kita siap, kita bisa segera mengwujudkan keluarga kecil kita.

5 komentar:

  1. Hmm.. pengen nanya ke admin nya nih, tapi gak ada maksud apa2 loh ya...

    kalo admin sendiri udah terima 100% sebagai gay? dari tulisan2 yg udah sering aku baca implicitly stated kalo adminya emang udah terima..

    dan apakah udah siap dg konsekuensinya..

    gak bermaksud buat ng-judge ya sekali lg, cuma pengen tau point of view nya admin touche magz..
    cause i do believe that you're a wise person..

    BalasHapus
  2. oh thanx a lots infonya....sesuatu banget...kayaknya ini yg jadi masalah sy ama pacar. Pacar udah 27 thn, dari smua sodara(i)-nya, tinggal pacar yg belum nikah. Jadi terasa sesak saat dia curhat kalau Mama nanya kapan nikah...

    Jujur, sih. Sesak juga kalau lihat pacar nikah hahaha. Mau adopsi, tp aduh...hahaha

    BalasHapus
  3. for real, indah banget :)

    emang bukan easy job buat ngurus anak, tapi ngebina keluarga sama orang yang kita sayang pasti bakalan awesome, walaupun in fact dalam kondisi kita yang begini di negara ini dan masih begini-begini aja development-nya :P cengo aja deh,

    BalasHapus
  4. sherlock :
    udah kok. Sempet sok sok denial merasa bi. Tp skrg sih kayaknya dah terima sepenuhnya kok:D Tp belum come out ke keluarga. Ke beberapa teman sih udah. Soalnya come out itu masalah yg ga gampang. Bukan cuma soal kita pengen be ourselves. Tapi ada hidup ibu kita, hidup adik adik kita yg akan kena implikasinya juga. I love being gay, and dont want to be otherwise

    sinchan_sinchan
    itu dilema paling berat menjadi gay. Terlebih di Indonesia. Musti diomongin serius sih kalo desakan itu terus muncul. Soalnya ga akan ada happy ending kalau itu terus dipaksakan buat siapapun. Buat kamu, buat cowok kamu, atau buat mama nya cowok kamu.

    rainbow man :
    yup, admin juga pengen punya anak. cuma nggak ngerti musti gimana caranya:D

    BalasHapus
  5. gay ato g ...sbg cowok kita hrs menjaga org tua kita...terlbih jika kita satu2ny anak cow...buat admin q suka blogmu inspire ...

    BalasHapus