Senin, 25 Juni 2012

Kultwit sang dokter ttg kaum Gay

Btw sebelum mulai mau klarifikasi aja. Saya sama sekali nggak punya kompetensi dari sisi pendidikan untuk menjadi dokter, psikolog atau menjadi seorang tenaga ahli dalam bidang homoseksualitas. Apalagi dari sisi seorang ahli agama, karena terus terang saya hanya mendalami agama saya sendiri, sehingga saya tidak berani berbicara atas nama agama lain, dan terus terang bahkan untuk agama saya sendiri, saya masih jauhhhhhhhh dari "pantas" untuk memberikan arahan atau saran.

Saya hanyalah seorang pemerhati yg suka membaca lebih.  Jadi untuk pendapat pendapat medis, terus terang kalau ada teman teman yg memang lebih ahli karena memang punya kualifikasi, mohon di bantu untuk di verifikasi pernyataan dibawah ini. Saya cuma akan mengomentari sebagai orang awam yg kebetulan gay dan membaca kultwit seorang dokter yg mengelola www.doktercare.com bernama  Dr. Bram Irfanda (twitter @dr_bramirfanda)


Berikut adalah kultwit (benci banget dgr istilah kultwit btw, seolah olah semua org jadi punya kompetensi untuk memberikan kuliah tanpa background yg jelas di twitter) plus komen dari kita yg berwarna kuning:

1. Homoseksual saat ini sangat banyak, padahal bila dipandang dari segi kesehatan » SANGAT BAHAYA -> poin pertama yg dah bikin agak agak gimana gitu, karena dibilang SANGAT... ok deh.. karna bukan dokter, nurut aja dulu dengan kata kata dokter

2. Bahaya Homoseksual: 1. Kena Penyakit HIV/AIDS -> yah ini emang benar sih. Sekalipun kurang tepat kata katanya, "bahaya dalam hubungan seks yg tidak aman dalam hub homoseksual" itu kali lebih tepat

3. ANUS bukan didesain oleh TUHAN utk dilewati benda keras » mudah BERDARAH » Mudah menularkan HIV/AIDS -> ga berani komen di sini, karena menggunakan nama TUHAN. 

4. Mukosa (lapisan dalam) anus puluhan kali lebih mudah berdarah daripada mukosa vagina
-> sekali lagi, bukan dokter, jadi manut manut aja deh

5. anal seks PULUHAN KALI lebih mudah menularkan HIV dibanding Hubungan seks via Vagina -> lebih mudah sih iya, tp ga tau deh berapa kali lebih mudah? Menurut dokter puluhan kali yah? ohh....

6. Bahaya Homoseksual: 2. Kena Penyakit SIPILIS -> memang pernah baca bahwa 65% yg kena syphilis itu Gay, karena related dengan nature cara berhubungan seksualnya.  Cuma kata katanya mungkin yg lebih tepat adalah "Jauh lebih beresiko kena sipilis"

7. Sipilis dalam jangka lama tanpa pengobatan bisa merusak Otak, Pembuluh darah dan bagian tubuh lain -> ga ngerti juga, jadi nurut dulu deh dengan kata dokter

8. Bahaya Homoseksual: 4. Kena Hepatitis B -> emang benar sih katanya kaum Gay lebih beresiko karena nature dari cara berhubungan seksualnya. Kasus ini memang perlu diangkat

9. Hepatitis B bisa menular melalui cairan seks dan kontak darah -> medical point that I wont comment on

10. Infeksi Hepatitis B sulit diobati dan dalam jangka panjang menyebabkan kanker Liver dan sirosis Liver -> once again, medical point that I cant comment on

11. Bahaya Homoseksual: 5. Kena Penyakit Kelamin -> Hmm bukannya penyakit kelamin itu bisa menimpa siapapun yah? Pernyataan ini mirip dengan pernyataan "Bahaya makan ayam : kekenyangan". Karena makan sapi juga bisa kekenyangan, dan kekenyangan belum tentu karena makan ayam. Hmm.... kalau jadi programmer pasti dah nggak lulus kuliah nih. Logicnya rada ga jalan....

12. Penyakit kelamin yg bisa menular: herpes simpleks, kondiloma akuminata, Gonorrhea (GO), LGV dll -> yakin sang dokter lebih tahu soal ini

13. Bahaya Homoseksual: 6. Kemungkinan tinggi terKena Depresi dan bunuh diri -> depresi dan kecenderungan bunuh diri banyak terjadi di kaum homoseksual karena penolakan dan diskriminasi yg terjadi terhadap mereka. Jadi bukan karena menjadi gay, terus mereka jadi gampang depresi dan mau bunuh diri. Ketika ada orang orang lain yg tidak mau menerima mereka gay dan menolak merekalah, baru mereka menjadi depresi dan berkencederungan untuk bunuh. Ini kayaknya bukan cuma kaum gay aja deh. Siapapun yg dalam kondisi ditolak oleh masyarakat sekitar dan di diskriminasiin pasti bakal gini juga. Mereka yg agamanya beda, ras nya beda, gendernya beda.... kalau dapat perlakuan seperti itu pasti jadi depresi juga. But who am I to comment on this too... bukan psikolog juga.... cuma IMHO aja

14. Terlalu perhatian pd penampilan, postur tubuh, penolakan, gagalnya hubungan, diskriminasi dll sering jadi penyebab -> ini mulai rada ngaco. Nggak butuh seorang psikolog untuk mengatakan poin ini tidak beralasan sama sekali.  

15. Bila ada yg punya orientasi seks ke Homoseksual, SEGERA lakukan terapi ke dr.Jiwa/psikiatri
-> hmmm.... kalau punya orientasi seksual berbeda, dan tidak bisa menerima keadaan diri sendiri sampai ke tahap yg membahayakan diri sendiri maupun orang lain, segera lakukan terapi ke psikiater. Tetapi kalau bisa menerima atau bisa hidup dengan kondisi itu.... enjoy

16. Penanganan yg tepat bisa meeredupkan orientasi Homoseksual -> penasaran dengan metore penanganan yg direkomendasikan oleh dokter ini

17. Perkembangan anak saat masa anak2 SANGAT menentukan apakah seseorang jadi Homoseksual atau tidak -> well... can not comment on it. Kadang kadang bener sih, tp kadang kadang born this way

18. Saat anak masih kecil, peran orang tua harus jelas » si ayah harus LEBIH DOMINAN daripada IBU  -> ini juga mulai ngaco. Bagaimana dengan orang yg ayahnya jadi tentara sehingga cuma bisa hadir sesekali dalam hidup sang anak. Gimana kalau bapaknya mata-mata, gimana kalau bapaknya agen rahasia, atau jualan bakso di Dubai sana demi hidupin sang anak?

19. Bila si Ibu LEBIH DOMINAN daripada si AYAH » terjadi kebingungan Gender pada anak» rentan Homoseksual -> cuma bisa bilang maaf sebesar besarnya untuk para anak yg besar tanpa kehadiran seorang ayah karena kalian dicap langsung sebagai manusia yg bingung gendernya apa. Maaf juga untuk ibu yg harus membesarkan anak seorang diri karena ayahnya sudah tidak ada, karena kalian dianggap menyebabkan kebingungan gender anak kalian karena kalian menolak untuk menikah lagi setelah ayah mereka kabur/meninggal/hilang ga jelas kemana

20. Trauma seksual saat kecil, salah asuh yg tidak sesuai gender dll juga bisa Membuat seseorang rentan jadi Homoseksual -> biarlah psikolog yg menjawab pernyataan ini. Karena ini agak sensitif dan ga pantas untuk sok tau di sini

21. Semoga keluarga kita semua dilindungi dari Homoseksual, dan selalu sehat jasmani & Rohani sekarang dan dimasa mendtang #aamiin:) -> lebih memilih untuk berdoa agar keluarga dilindungi dari kepicikan yg membuat anak tidak sanggup untuk membuka pikirannya

Seneng sih ada dokter yg coba raise awareness di kaum gay mengenai bahaya sipilis dan Hepatitis B di kalangan gay. Tetapi sang dokter ini kayaknya agak terlalu "lebar" kultwitnya, ditambah pendapat pendapat personal yg belum tentu bisa dijustifikasi secara akurat dari sisi medis, sehingga kultwitnya terdenger agak "judging" dan ga akurat.

Btw sang dokter udah nantangin twitwar buat yg ga setuju dengan kultwitnya. Tetapi dia tampaknya adalah seseorang yg kalau diajak debat selalu akan menggunakan TUHAN sebagai alasan. Jadi males kan debat ama dia

 Buat kita, yah tugas kita bersama untuk menyebarkan bahwa tidak semua pendapat seseorang hanya karena dia mempunyai gelar dan latar belakang pendidikan yg mendukung, berarti bisa kita telan mentah mentah begitu saja. Karena mereka juga manusia biasa yg kadang suka terbawa pendapat pribadi yg tercampur aduk dalam pendapat profesionalnya. Bahaya kan ketika ingin konsultasi soal kesehatan malah di ceramahin bahwa kita gay karena Ibu kita adalah janda.

Yg jelas sang dokter harus bisa mempertanggung jawabkan kultwitnya, dan jangan cuma jadi ajang sebar di twitternya doank. Dia harus bisa membawa ini ke wacana yg lebih profesional untuk mempertanggung jawabkan pendapatnya sebagai tenaga medis yg profesional juga. Kalau misalnya dia menolak, yah berarti kita tahu kualitas dia sebagai seorang tenaga profesional itu seperti apa.

Menurut sang dokter sih sudah ada yg siap "bertobat" karena kultwit dia. Good for him and good for the poor guy.

Btw bahaya homoseksual no.3 apa yah.... kok ke skip ama si dokter.... terlalu semangat sih kultwitnya

14 komentar:

  1. homopobhia yh ni dokter, pa jgn2 dokter ni adalah gay, pngen tobat nyri2 tmn dlu....
    wkwkwkwkwk....

    agak kurng setuju dngn point2 dia tentang didikan kluarga...

    BalasHapus
  2. dokter sableng itu mah hahaha

    BalasHapus
  3. jangan2 dokter gay in denial, ga tepat seh bahasanya kalo gw bilang, bahaya homoseks bla bla bla... sama aja kan bahaya freesex bla bla... bahaya gonta ganti pasangan bla bla... jgn homosex aja donk yg d angkat. secara ga langsung men"judge" homosex itu paling berbahaya. Seorang dokter harusnya ilmiah lah, jgn cma asumsi n opini pribadi aja. Perlu ada penelitian ilmiah dulu. Lagian bingung gw, neh dokter yg ngerangkap psikolog, psikiatri ato apa gtu ya. Point yg ini, Bila ada yg punya orientasi seks ke Homoseksual, SEGERA lakukan terapi ke dr.Jiwa/psikiatri. Seolah2 gue ini sakit jiwa gtu. Badan kesehatan dunia dah sepakat homosex bukan lagi penyakit jiwa. *Gue lupa taun nya kapan, tapi setau gue udah lama. N sorry just want to say, malas berdebat sama orng yg punya title tapi ilmunya tidak bisa mencerminkan pendidikannya!"

    BalasHapus
  4. gw msh calon dokter sih, kbetulan sdg koass bagian jiwa..
    so masalah2 ttg gender sering dibahas disini..
    kedokteran sejauh ini sdh setuju klo gay itu bkn lg dianggap sbgai gangguan jiwa.. good for PLU!

    yg gw suka ada psikiater yg pegang prinsip dlm menangani klien gay, dia selalu bilang "take it or leave it!" jgn ngambang.. putuskan dgn sgl konsekuensinya..
    if you are gay, you must be okay!! (be happy, be wealthy, and must be healthy!)
    don't be gay lebay.. (asik ngeluh koq gay dicap gini gitu)..

    penularan hep-B yg srg gak disadari itu dari pinjam alat cukur ato pemotong kuku..

    BalasHapus
  5. tdk suka dgn bbrp point y sgt gamblang mendeskriminasikan gay...pdhl gay it cm mslh orientasi seks..hal y lainny ttp sama pd hakikatny sbgai manusia

    BalasHapus
  6. i am a physician. And yes i am gay.
    banyak poin2 dari temen sejawatku tu yang ga tepat. Kesannya malah menjelekkan kaum gay. Gay and hetero sama2 berisiko kena penyakit kelamin apapun itu jenisnya. Memang anal sex lebih berisiko menularkan HIV karena mukosa (selaput lendir) rectum beda dengan vagina.

    Ibu or ayah lebi dominan? ga ngaruh kale. Kalo emang uda ada bakat gay, ya pasti akan mucul juga sifatnya

    so, dr bram irfanda. Please review your title. You insult medical profession by saying shit like that. I think, you are the one who needs to seek a psychiatrist

    BalasHapus
  7. kok gk ada obatnya dok??
    berapapun harganya dan di apotik manapun gw akan usahain untuk mendapatkannya

    BalasHapus
  8. Secara psikiatri dan psikologi 18 - 19 itu masih memungkinkan. Kurangnya peranan ayah atau lebih dominannya peran ibu dapat (bukan selalu) menyebabkan anak berusaha mencari pengganti untuk mengisi kekosongan tersebut. Bentuknya bisa bermacam - macam, ngga harus anaknya menjadi gay, etc etc...

    P.S. Correct me if I'm wrong, currently trying to become psychiatrist

    BalasHapus
  9. Dan lalu apakah, dgn mnjdi seorg hetero maka lebih bagus kesehatannya, lebih bagus jiwanya dn lebih bagus didikannya??

    BalasHapus
  10. Min..
    Ngapain bahas kultwit dokter yg kita aja kagak kenal..
    Jd homo ato hetero kalo sama2 kagak pernah ibadah juga bakal barengan di nerakanya
    hehehe

    BalasHapus
  11. Mungkin dokternya belum baca Pedoman Penggolongan dan Diagnosis Gangguan Jiwa (PPDGJ) II & III tahun 1993 terbitan Direktorat Kesehatan Jiwa, Direktorat Pelayanan Medik, Departemen Kesehatan Republik Indonesia: LGBT dikatagorikan sehat secara kejiwaan, LGBT merupakan varian biasa dari seksualitas manusia, maka dari itu saya menjadi ragu apakah dia benar-benar seorang dokter atau dokter gadungan

    BalasHapus
  12. seneng liat banyak temen temen yg dari bidang medis berpendapat:)

    BalasHapus
  13. IMS dan HIV bisa terpapar ke siapa saja, pria atau wanita. Saat ini wanita lebih banyak terpapar HIV, artinya BUKAN gay yg menularkan (kan gay gak doyan tuh hehehe)

    secara psikologi, apakah bisa menyembuhkan orientasi seksual? pernah dengar wawancara di Talk Show TV swasta dgn seorang psikolog kondang : untuk kepribadian (di sini orientasi masuk sebagai kepribadian seks) itu SANGAT SUSAH dirubah. Butuh trauma berat atau pencerahan berulang. Kalaupun perilakunya bisa dirubah, tapi seringnya tomat (tobat kumat).

    Tapi saya akui dokter2 di Indonesia masih ada yang agak minim pengetahuan tntang LGBT dan HIV serta IMS. akhirnya sering salah "tembak" bicara dgn pasien, di media ataupun di Forum resmi.
    (padahal dokter kan musti berwawasan luas)

    BalasHapus
  14. OK a bit late ini kayanya dari sebulan yang lalu... nyasar ke sini karna lagi cari definisi "kultwit" haha, but hopefully aku boleh ikut comment. :)

    1. Nonsense.
    2. HIV/AIDS risk is present when enganging in unsafe sexual practices (straight/gay/whatever). Resiko terjangkit HIV/AIDS meningkat pada anal sex, but not all gay people have anal sex and straight people have anal sex too. All you need is a penis.
    3. There are lubes designed to minimize injury to the area.
    4. There are lubes designed to minimize injury to the area. Some vaginas need extra lubrication as well. Jadi ini generalisasi berlebihan.
    5. Lebih mudah memang. Tapi lagi-lagi this is not only applicable to gay people. This applies to everyone who has (unsafe) anal sex. Unsafe sex of any kind has an HIV infection risk. Really. Even vaginal.
    6. This applies to anyone who has any kind of sex.
    7. Syphilis emang bahaya kalo nggak diobatin.
    8. Semua orang yang belum divaksinasi bisa kena Hep B.
    9. True. Same as above.
    10. True. But same as above.
    11. Semua orang bisa tertular penyakit kelamin.
    12. True. But this can happen to anyone who has sex.
    13. Tingkat depresi memang lebih tinggi, tapi terus kenapa? I'm gay so I don't want to be depressed so I'm going to stop being gay? Yang jelas kultwit-kultwit dengan opening "Bahaya Homosexual" sama sekali nggak membantu rasanya.
    14. Nonsense.
    15. Homosexuality is not a disease. Sedih kalo ada dokter yang bilang gini.
    16. Utter bullshit.
    17. Hard to say. But when you're gay, you're gay y'know?
    18. Ternyata dokter ini bukan cuma homophobic tapi misogynistic juga. Nggak ada hubungannya kaliii.
    19. Whut?
    20. Hard to say. Sometimes it happens and sometimes it doesn't.
    21. I hate people like this.

    Maaf ya kalo kedengeran sok tau atau apa. Udah kesel sama rampant homophobia di Indonesia. Jadinya berantem melulu sama orang. Kalo bisa ngerubah pikiran satu orang aja, I'd be happy.

    BTW, I'm a (flexibly) straight woman. Tapiii... if I had a kid, I'd rather have him/her be gay and happy than straight and in miserable denial. Oh check out the "It Gets Better" project yang dimulai Dan Savage terutama untuk LGBT teens: http://www.itgetsbetter.org/

    BalasHapus