Jumat, 20 April 2012

Movie : Sanubari Jakarta


Memang tidak banyak film yg mengangkat cerita ttg kaum gay di Indonesia. Film terakhir yg dengan niat mengangkat cerita mengenai kaum gay mungkin adalah Arisan 2 dengan Surya Saputra, Tora Sudiro dan Rio Dewanto dengan akting yg menggagumkan. Skrg telah hadir lagi satu film yg tanpa gembar gembor mengangkat 10 kisah mengenai kehidupan kaum LGBT (Lesbian, Gay, Biseks dan Transgender). Memang di poster filmnya tidak akan kalian temui keterangan bahwa film ini dalam ke 10 ceritanya akan bercerita mengenai kaum  kaum LGBT semua, tetapi buat yg telah melihat trailernya pasti tahu bahwa kisahnya gak jauh jauh dari situ.

10 film di dalam film ini disutradarai oleh 10 sutradara muda dengan biaya mereka sendiri, dan bahkan banyak pemain yg tidak menerima upah untuk tampil dalam film film ini. Bisa dikatakan ini adalah film semi indie dengan semangat untuk menghasilkan film yg dapat menyampaikan kepada khalayak ramai mengenai sisi lain kehidupan kaum LGBT. Hasilnya adalah 10 film yg dengan pendekatan berbeda terhadap kehidupan kaum LGBT di kota Jakarta yang semoga dapat membuka mata para penonton mengenai keberadaan kaum LGBT dengan segala keseharian dan masalah yang mereka yg hadapi.



Dari 10 section itu, ada beberapa section yg lebih menonjol dibanding section lain. Ada beberapa section yg membuat kita mengenyitkan dahi karena agak bingung dengan maksudnya, dan ada beberapa pula yg  bisa membawa tawa karena penyampaian ceritanya yg sederhana dan lucu. Yang menjadi favorit adalah section hitam putih yang tidak menggunakan dialog sama sekali, berjudul "Menunggu Warna". Section mengenai dua pria pekerja pabrik yg mengalami momen "cinta pada pandangan pertama". Dan ketika salah satu pria tersebut dengan motornya melihat pria yg satu lagi di sbrg jalan kala menunggu lampu merah, pikirannya berkembang jauh mengenai apa yg dapat terjadi antara mereka berdua. Mulai dari pacaran, tinggal bareng bahkan hingga menikah dan sampai akhirnya sama sama memutuskan meninggalkan kehidupan sebagai pekerja pabrik. Sampai akhirnya sang pria tersadar semua itu hanya bayangan dia sambil menunggu warna lampu lalu lintas untuk menjadi hijau agar dia dapat mengwujudkan impiannya tersebut. Tetapi apa boleh buat. Dia dan semua penonton menjadi gregetan karena menunggu warna lampu lalu lintas yang tak kungjung hijau. Sungguh penyampaian cerita sederhana yang cerdas yang membuat kita sebagai penonton ikut terbuai dan ikut merasakan gregetannya menunggu lampu tersebut.



Section lain yg juga menonjol adalah "Kentang" yg bisa kita artikan sebagai "tanggung". Cerita mengenai sebuah pasangan gay dimana salah satunya masih in the closet harus menghadapi berbagai hambatan ketika ingin bercumbu. Mulai dari kamar kos yg bocor hingga telpon dari ibunya sampai teman kos yg ingin meminjam golok! Percakapan yang lugas dan begitu mengalir apa adanya dari pasangan ini patut diajukan jempol karena tidak terdengar seperti percakapan "sinetron" yg sangat "script". Masalah yang mereka hadapi juga sangat dekat dengan kehidupan kita. Dimana ada dari kita yg mencari pengakuan, sementara yg lain malah sibuk berkutat dengan tititnya. Dialog dialog jujur dalam section ini yang membuat section ini terasa begitu menghibur. Ditambah ending yg sederhana tp memiliki unsur humor yg lepas membuat section ini berakhir sempurna.



Section lain yg menonjol adalah "Kotak coklat" yg sebenarnya agak klise dalam cinematografinya, tapi memiliki cerita yang unik dengan karakter yg juga sangat menarik. Kisah tentang seorang pria straight yg berkencan dengan seorang wanita yg sebenarnya adalah teman masa kecilnya yg memiliki jenis kelamin yg sama dengannya dulu. Ketika mereka sama sama menyadari masalah itu, dan sang cewek berkata pada sang cowok, "sekarang semua terserah kamu deh". Jawaban sang cowok atas penyataan sikapnya benar benar diluar dugaan yg membuat kita jadi ikut tergelak bahagia melihat mereka



Sementara kisah mengenai lesbian yg cukup menarik justru adalah "terhubung" mengenai dua wanita yg memiliki kisah berbeda tetapi terhubung oleh beha. Sebagai seorang gay yg rada buta mengenai kehidupan lesbian, terus terang section itu sedikit membuka mata akan kehidupan kaum lesbian yg diluar stereotype yg kita ketahui. Ada beberapa section lain sih yang juga menarik, seperti kisah lumba-lumba atau "malam ini aku cantik" yg memperlihatkan sisi kehidupan yg menggenaskan dari seorang banci di pinggir jalan.  Ada juga beberapa section yang sedikit "berat" untuk penonton awam. Tetapi secara overall ini adalah tontonan yang sangat menghibur untuk kaum straight maupun gay. Sayangnya karena tidak di putar di banyak Studio, butuh agak sedikit effort untuk bisa menonton filmnya. Tetapi untuk yg diluar jakarta follo saja account twitter mereka (@sanubarijakarta) yg akan mengadakan roadshow ke daerah daerah.



Salut untuk tim yg telah bekerja keras untuk menghasilkan film ini. Satu masukan paling adalah unsur "jakarta" yang tidak terlalu terangkat secara merata di seluruh sectionnya. Title "Jakarta" sepertinya agak tidak tereksplor secara maksimal. Seharusnya ada cerita cerita yg lebih lengket dengan sisi kehidupan jakarta, misalnya kisah lirik-lirikan mesum antara penjaga pintu busway dan pegawai kantoran yg jadi penumpang busway, atau kisah cinta satu malam pekerja kantoran di Jakarta dengan Expat yg ditemuinya di kawasan bisnis eksklusif Jakarta. Atau misalnya kisah tentang seorang wanita dengan tukang pijat langganannya di salah satu tempat massage baik baik di Jakarta, atau mungkin kisah dua pria yg telah berkeluarga yg sering bertukaran pandang ketika sama sama berjalan jalan dengan stroller bayi dan istri di mal Jakarta. Mungkin yah kisah kisah itu bisa disimpan untuk "Sanubari Jakarta 2 " nanti. Siapa tahu bisa ikutan nyumbang nyumbang cerita yah

Ayo buat yg belum nonton buruan!!!

4 komentar:

  1. Udah di puter di bioskop deket rumah, eh belum seminggu film nya udah ga ada. Padahal pengen banget nonton film ini.

    BalasHapus
  2. cek di 21cineplex.com. Buruaaannn

    BalasHapus
  3. ga nyampe jogja T_T
    sedih

    BalasHapus
  4. admin, tau gak yg jual dvd ini dimana ??
    pengen banget nonton

    BalasHapus