Minggu, 01 April 2012

Gay Test untuk Militer Turki


Turki adalah sebuah negara dimana semua pria dewasa harus mengikuti wajib militer. Semua pria dewasa kecuali mereka yg cacat, sakit atau gay. Yup benar, kecuali yang gay. Mungkin langsung timbul pertanyaan di kepala kita, bagaimana caranya membuktikan seseorang itu gay secara medical. Kalau cacat atau sakit mungkin gampang untuk mengidentifikasikannya. Tetapi gay?

Berdasarkan cerita beberapa pemuda gay yg akhirnya berhasil tidak mengikuti wajib militer tersebut, kita mendapatkan ecrita mengenai absurd-nya metode yang digunakan untuk mengetahui apakah kamu gay atau bukan di kalangan militer Turki.

Salah satu pemuda mengatakan dia diminta untuk memberitahukan apakah dia pernah melakukan anal seks, oral seks dan jenis mainan yang dipilih oleh dia pada saat kecil. Mereka juga bertanya apakah dia suka sepakbola, apakah dia pernah mengenakan pakaian wanita atau parfum wanita. Dan karena dia belum bercukur beberapa hari dan dia tampak seperti pria maskulin, para ahli medis militer turki semakin meragukan statusnya sebagai gay karena dia sama sekali terlihat feminim.

Karena mereka semakin ragu, pemuda ini diminta untuk memperlihatkan bukti erupa foto dimana dia berpose dalam pakaian wanita. Tentu saja pemuda ini keberatan karena dia adalah gay, bukan transeksual. Dia kemudian menawarkan foto lain yg memperlihatkan dia berciuman dengan pria lain. Dia berharap dengan foto itu dia bisa memperoleh "Pink certificate", sebuah dokumen yg membuktikan bahwa dia adalah gay dan tidak perlu ikut wajib militer.

Pemuda lain juga bercerita bahwa dia berhasil mendapatkan sertifikat itu ketika dia berhasil memperlihatkan fotonya yg memperlihatkan dia berciuman dengan pria. Dia bahkan telah mempersiapkan foto dimana dia berhubungan seksual dengan pria apabila foto ciuman itu dinilai tidak cukup. Untungnya foto ciuman itu sudah cukup karena memperlihatkan mukanya dengan jelas. Di kasus kasus tertentu bahkan mereka harus memperlihatkan foto mereka yg sedang berhubungan seksual dengan pria lain dimana muka mereka terlihat jelas dan mereka terlihat sebagai bottom. Apabila di foto tersebut mereka terlihat dalam posisi sebagai top, hal itu akan dianggap tidak cukup "gay". Parahnya lagi, foto foto tersebut akan menjadi milik militer Turki yg membuat para pemuda ini semakin khawatir, karena kini ada pihak yg memiliki data lengkap diri mereka, beserta foto foto pribadi mereka.

Bagi sebagian besar pemuda, sertifikat pink tersebut mungkin adalah satu satunya jalan keluar mereka agar tidak harus menghabiskan masa muda mereka di barak militer dan ditempatkan meda peang dimana mereka harus bertempur dengan suku kurdi. Tetapi ketika mereka lolos dari wajib militer bukan berarti mereka kini dalat hidup bahagia di kota mereka masing masing. Diskriminasi terhadap kaum gay masih terlihat sangat jelas di tempat kerja. Perusahaan sering kali meminta bukti wajib militer dan bahkan melakukan pengecekan ke militer untuk mengetahui penyebab mereka tidak ikut wajib militer. Belum lagi bully dari sebagian besar orang orang ketika mengetahui mereka tidak mengikuti wajib militer karena gay.

Alasan militer sendiri yang melarang kaum gay di dalam militer adalah karena mereka tidak ingin adanya kemungkinan tindakan indispliner di kalangan tentara mereka. Mereka juga merasa tidak praktis karena harus membangun fasilitas yg berbeda untuk kaum gay. Jadi apabila kaum gay setuju untuk tidak mengakui ke-gay-an mereka dan menyimpan itu untuk diri mereka sendiri, mereka boleh ikut wajib militer.

Kadang kadang memang butuh melihat pengalaman-pengalaman dari negara lain untuk mensukuri apa yg terjadi di negara kita. Memang sih dinegara tidak ada wajib militer, tp paling nggak tidak ada diskriminasi terhadap kaum gay secara terang-terangan dimana mereka harus menyiapkan foto foto mesum untuk pembuktian diri mereka.

2 komentar:

  1. this is so ridiculous :D

    BalasHapus
  2. Apakah tidak suka sepak bola itu berarti gay? :S

    BalasHapus