Selasa, 03 Januari 2012

Sebuah Tragedi


Tahun baru 2012 di Indonesia dimulai dengan berita yg sangat tidak mengenakkan. Seorang perancang ternama Indonesia, Adesagi meninggal karena keracunan karbonmonoksida dari pemanas air di kamar mandi. Dia meninggal dalam liburannya di bandung bersama dengan teman dekatnya dalam kondisi telanjang di dalam kamar mandi. Detail mengenai kejadian seharusnya sudah kalian baca dimana mana. Apa saja yg ditemukan di sekitar mereka, berapa lama mereka berada di sana, sampai dengan posisi mereka seperti apa. Semua sudah dibahas oleh para media yg so far masih sangat menjunjung tinggi nilai jurnalistik mereka dalam memberitakan kejadian ini.

Di sini, saya bukanlah penyidik kasus yg bisa langsung memberi kesimpulan kegiatan apa yg sedang dilakukan oleh dia sebelum meninggal, apalagi langsung menghakimi apa jenis orientasi seksualnya. Apalagi sampai sok sok menganalisa barang bukti yang ada. Sejelas apapun fakta yg terlihat menurut kata orang orang, bukan pada tempatnya untuk saya menyimpulkan apa apa. 

Jelas ini adalah sebuah tragedi. Sebuah liburan dan kegiatan rekreasi yg seharusnya menyenangkan, malah berakhir dengan celaka dengan kejadian yg tidak pernah dibayangkan oleh siapapun sebelumnya. Sebuah kehilangan besar bagi dunia fashion Indonesia. Cuma sayangnya kebetulan kondisi mereka pada saat mereka ditemukan setelah meninggal, menyebabkan banyak suara sumbang dikalangan orang orang yang tiba tiba menjadi ahli agama dan falsafat hidup dalam menghakimi orang lain. Kita semua setuju memang mereka ditemukan dalam kondisi yg dapat membuat orang berasumsi macam macam. Belum lagi stereotype pekerja dunia fashion yang lekat di pikiran kalangan umum. Tetapi sepertinya kehilangan besar dan tragedi tersebut malah seolah olah dilupakan oleh orang orang yg hanya berfokus pada keadaan mereka saat ditemukan.

Banyak sih pihak pihak yg mengenal dekat korban, dan juga mereka dari kalangan yg lebih sensitif, mereka berusaha mengarahkan agar perhatian orang orang lebih ke tragedi kejadian ini, bukan ke gosip gosip atau malah gunjingan yg semakin ga juntrungan arahnya. Tetapi sepertinya mereka harus berusaha lebih keras. Halaman comment di setiap berita mengenai kejadian ini penuh dengan komentar-komentar "gak sekolah"

Jelas kejadian ini membuat orang orang yg memang sudah antipati dengan kaum gay, semakin mengkait kaitkan kejadian ini dengan berbagai penghakiman yg menurut mereka memang sudah sepantasnya dijatuhkan. Mungkin ini adalah momen dimana mereka bisa berkoar koar tentang kebenaran menurut mereka. Saat yg tepat mereka untuk memberi contoh tentang apa yg benar dan apa yg salah menurut mereka, dan apa yg terjadi ketika kita tidak sependapat dengan mereka

Ada juga yg berusaha positif dengan mengatakan ini adalah kisah Romeo dan Juliet, ini adalah kejadian romantis, ini adalah cara yg indah untuk mengakhiri hidup. Romeo dan Juliet adalah cerita tragedi dimana mereka sama sama ingin mengakhiri nyawa, sementara di kasus ini murni kecelakaan. Sementara romantisme tidak pernah ada yg melibatkan kehilangan nyawa. Dan terakhir ketika ada hidup yg harus berakhir, kata indah sama sekali tidak cocok untuk digunakan untuk mengungkapkan caranya. Tidak ada yg romantis dan tidak ada yg indah dari tragedi ini

Berterima kasihlah kepada mereka, karena dengan kejadian ini mereka menyadarkan kita bahwa dalam bertindak tanduk, apapun yg kita lakukan selalu ada resiko yg tidak kita sadari. Sebisa mungkin, selalu persiapkan diri untuk berbagai kemungkinan terburuk. Kecelakaan ini sudah memberi contoh kita kemungkinan terburuk yg dapat terjadi dari sebuah kecelakaan seperti itu. 

Rest in Peace Ade Chandra Kirana Sagi dan Randi Yana  Putra 

5 komentar:

  1. Saya suka gaya berbahasa Indonesia saudara, pilihan kata-kata nya sangat bagus sekali...Bagaimana saudara bisa melakukan itu? :)

    Saya follower saudara di twitter dg ID @chubbydhut

    Owh iya, turut berduka cita juga kepada Ade & Randy

    BalasHapus
  2. thks Fajar:) cara melakukannya? hehehe ga tau juga sih. Cuma nulis apa yg kepikiran aja sih

    BalasHapus
  3. hmmmmm cara nya kamu menyajikan berita ini sangat elegant, jauh dari menghakimi dan sok tau.
    kamu benar2 berbakat dalam menulis. enak sekali ngebacanya, bahasa gak berbelit belit, ringan tapi berbobot.

    BalasHapus
  4. yup bner bgt guys...ini yg org sadari...jgn sok suci...hanya Tuhan yg menentukan kesucian pribadi ciptaanya.peace to all

    BalasHapus
  5. Cuma Tuhan yg tau y...n mga ja yg d pkirkan org yg bersuara sumbang itu gak sesuai dg kjadian yg sbnr na...

    BalasHapus