Minggu, 04 Desember 2011

Movie : Arisan2


8 Tahun telah berlalu sejak kita mengagumi sosok pendatang baru bernama Tora dengan badan penuh tato sebagai Sakti berpacaran dengan Surya Saputra sebagai Nino. Mereka berdua memang bukan satu satunya pemeran utama di film Arisan. Tapi hubungan mereka berdualah yg membuat film Arisan meraih begitu banyak perhatian dari kalangan Gay di Indonesia. Tidak ada yg namanya karakter banci bancian ala didi petet atau ade juwita untuk menggambarkan kehidupan kaum gay di Jakarta. Hal ini membuat seolah olah kita menganggap kisah utama di arisan adalah kisah Sakti dan Nino. Karakter Meimei dan Andien yah buat lucu lucuan seperti kala kita membaca majalah Indonesian tattler di cafe cafe.

Penantian 8 tahun dijawab oleh sekuel Arisan yg masih mengangkat karakter yg sama. Semua kaum binan pasti langsung berharap ada kisah baru mengenai hubungan gay di film ini. Dan memang Nia Dinata mengangkat kembali kisah Nino dan Sakti menjadi lebih seru. Nino dan Sakti ternyata telah putus (bukti bahwa hub gay tidak ada yg bertahan lama atau memang realita hub gay di Jakarta?). Nino berpacaran dengan brondong bernama Octa yg diperankan oleh Rio Dewanto yg sukses merubah image dia sebagai pria cool di iklan Telkomsel. Ga jelas sih belajar ama siapa, tp karakter brondong narsis ala Octo diperankan oleh Rio dengan sepenuh hati banget. Karakter penghibur yg dalam kehidupan nyata pasti annoying banget. Sementara Sakti skrg pacaran dengan om om yg lebih tua, yg dimainkan oleh Pong Hardjatmo. Sikap Sakti di film ini terhadap hubungan Nino dengan octa sih emang wajar banget. Sikap yg sering banget ditemui dalam curhatan temen temen sehari hari. Sekalipun sudah punya pacar, dalam hati masih ada sedikit susah menerima kalau mantan jadian dengan cowok yg lebih muda. Tp jujur sih film ini mengembalikan kepercayaan bahwa seorang Tora Sudiro memang bisa berakting setelah sekian lama dia hanya tampil konyol-konyolan di berbagai film murahan. Sayangnya tidak banyak adegan eye-candy dari hubungan para gay di film ini. Kemesraan Nino dan Octa juga yg agak basa basi. Ciuman heboh yg digembor gemborkan ternyata cuma segitu doank. Malah Sakti dan Omnya yg lebih real, lebih close ke hubungan kaum gay yg sebenarnya.

Tp sedikit rasa kekecewaan karena penggambaran kaum gay yg kurang pol diobatin oleh penampilan seorang kawan lama sebagai dokter Tom. Sekalipun chemistry yg agak ga nyambung dengan Cut Mini, ditambah hubungan 3some yg bikin sakit pala, Edward Gunawan berhasil menghibur kaum binan yg haus akan karakter baru seperti halnya dulu dengan Tora di film Arisan ini. Edward yang telah tumbuh dewasa sejak belasan tahun dulu waktu masih di Jakarta, kini telah menjadi sosok oriental manly yg dengan mata sipitnya membuat membuat pria dan wanita goes "aahhh"

Cerita lainnya masih yah sinis sinis soal kehidupan sosialita yg cukup menghibur. Ditambah karakter Sarah Sechan yg emang pas banget. Tapi cerita karakter lainnya juga cukup menarik kok. Tentang meimei yg diam diam mengobati kankernya dengan andien yg hidup tegar setelah ditinggal suaminya. Sementara Sosok Lita oleh Rachel Maryam agak bikin ilfeel, karena akhir akhir ini sering banyak pemberitaan ga enak soal Rachel sebagai anggota DPR yg rada ga mutu.

Tp pesan yg ingin coba disampaikan oleh Nia Dinata di sini cukup ngena sih. Soal menghargai hidup dengan mensukuri apa yg masih kita miliki. Terutama sahabat yg masih peduli dan sayang denga kita dengan cara mereka sendiri sendiri.

Overall : nice movie, with nice message. Sayang too many things to tell, not enough time in one movie. Kehidupan kaum Gaynya yg diangkat juga mayan oke lah. Tetapi kalau saja karakter Rio Dewanto dibikin lebih "normal", ga dikorbankan menjadi karakter komikal demi alasan menghibur, mungkin kaum gay yg sebenar benarnya akan lebih bisa "related" ke kisah mereka. Padahal hubungan papa bear ala Surya Saputra dan brondong narsis gitu bisa banget diangkat serius yg menghibur tanpa harus jadi lucu. Tp tetep salut buat Rio Dewanto untuk aktingnya, sekalipun itu agak terlihat seperti cowok straight yg ngedrag buat alasan lucu lucuan demi memperlihatkan kejantanannya, kita tetep terhibur tanpa tersinggung karena yah ada sih yg seperti itu walaupun ga banyak jumlahnya. Tp menghibur banget kok. Btw Nino tetep yummy yaaahhhhh

Teh nia, bikin spin off nya donk kisah untuk Nino dan Sakti dan kehidupan gaynya. Nanti karakter barunya pake Hardy Hartono aja dengan love interestnya saya hehehehehe





Btw loveeeeee this song by Rio Dewanto.

1 komentar:

  1. A MUST watch muvi... Aplg kl rame2 ma tmn2 dkt.. W dah ntn 3x ..luv it so much

    BalasHapus