Senin, 26 September 2011

RIP Jamey

Sampai skrg sih belum berhasil menemukan kata dalam bahasa Indonesia yg artinya sama dgn kata bully. Mungkin karena kegiatan bully ini sendiri bukan sesuatu yg merupakan hal yg lumrah di lingkungan kita (dulunya). Bully sendiri yg mungkin bisa diartikan sebagai kegiatan merendahkan seseorang baik secara fisik maupun mental karena perbedaannya yg dianggap tidak pantas, lebih rendah atau salah oleh pihak yg lain.

Mungkin kita menganggap bully itu hanya berakibat tangisan di toilet sekolah karena menurut kakak kelas kita terlalu belagu, atau paling parah berantem cakar2an di sekolah kalau kita berani melawan yg berakhir dengan sedikit memar di pelipis dan rasa darah di mulut.

Tetapi dibelahan dunia barat, bully kadang berakibat ekstrim. Kebudayaan untuk melakukan bully yg dimulai dengan kekerasan fisik sampai berujung ke dunia maya. Yang mulai dari tonjokan di perut sampai caci maki penuh hinaan di twitter. Dan salah satu korban yg sering mendapat highlight adalah kaum gay itu sendiri. Terutama mereka yg masih muda. Bully terhadap kaum gay muda inilah yg membuat proyek "It's get better" dimulai. Karena begitu banyak kaum muda yg merasa putus asa terhadap bully akibat mereka mengaku gay, dan mereka memilih untuk mengakhiri hidupnya.

Proyek It gets Better membuahkan hasil yg sangat mengagumkan. Hampir tidak ada orang penting di dunia ini yg tidak ikut ambil bagian. Dan hasilnya memang proyek ini berhasil menginsipirasi banyak kaum gay yg masih remaja untuk semakin bersemangat

Tetapi sangat disayangkan kegembiraan itu tidak berlaku untuk seorang Jamey. Jamey Rodemeyer dari New York tepatnya.  Jamey adalah remaja yg tidak malu malu dengan orientasi seksualnya. Dia juga aktif di berbagai sosial media seperti twitter, tumblr,formsrping etc. Dia sempat memposting video Its get better versi dianya juga yg ditonton 600 ribu orang lebih. Tetapi malang dia sendiri juga adalah korban bully. Kabarnya akibat keterbukaan dia terhadap orientasi seksualnya, di sekolah ada mereka yg terang terangan membully dia. Di dunia maya sendiri keadaan tidak lebih baik. Banyak orang orang yg ga jelas yg menyumpahi dia, menghina-hina dia akibat dia begitu bebas dalam menyatakan dirinya.

Tetapi sepertinya tekanan itu terlalu berat untuk seorang anak 14 tahun. Beberapa hari yg lalu, dia memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Dia tidak sanggup melanjutkan hidupnya sambil menghadapi kata kata yg harus dibacanya dari orang orang asing yg tidak setuju dengan pandangannya. Tidak jarang orang orang menuliskan komentar seperti "mending mati aja lo daripada ribut ribut". Orang tuanya dan orang dewasa di sekolahnya tau bahwa popularitas Jamey mengakibatkan banyaknya orang yg tdk sependapat dengan dia, dan membully dia selama setahun terakhir ini. Tetapi berhubung Jamey tidak menunjukkan tanda tanda depresi, mereka mengira Jamey bisa mengatasinya dengan kuat.

Kasus Jamey adalah tragedi. Remaja yg berjuang untuk anti-bullying terhadap remaja gay di social media mendapat serangan dari mereka yg tidak sependapat dan mengakibatkan dia menyerah tanpa diketahui oleh orang tuanya.

Semoga kepergian seorang Jamey menyadarkan orang mengenai pentingnya peran orang tua dan orang dewasa dalam hidup remaja yg memutuskan untuk jujur dengan orientasi seksualnya. Dunia ini tidak semuanya indah karena selalu akan ada orang yang tidak menyukai apapun yg kita lakukan. Tetapi "tidak semuanya indah" berarti ada hal hal indah dalam hidup ini yg masih pantas dan harus kita perjuangkan. Mereka yg masih remaja mungkin belum menyadari sepanjang dan seindah dan sesulit apa hidup mereka ke depannya. Itu wajar. Karena mereka remaja. Tugas dari kita yg lebih dewasa, yg sudah mengalaminya lah yg harus memberitahu mereka.

Pesan untuk semuanya : "It wont be easy, but it gets better and better and better. Just hold on a little longer and all of us promise you, it will get better"



PS : berita mengenai Jamey ini heboh juga karena twit terakhir dia kepada lady gaga sebelum bunuh diri yg berbunyi "@ladygaga bye mother monster, thank you for all you have done, paws up forever". Tetapi sengaja nggak mau cerita panjang lebar soal itu karena pesan utama cerita ini lebih dari sekedar tentang kekaguman Jamey terhadap Lady Gaga. Let this tragedy be the lesson to be learned for all of us, instead of as some celebrity-excitement news. But thanks to Gaga who will bring up the issues and make everybody aware of it.

1 komentar: