Minggu, 31 Juli 2011

Movie : Is It Just me?


Cerita di film ini sebenarnya standard aja. bahkan mungkin plot yg paling sering di pakai di film film ringan. Tokoh utama yg kurang beruntung, akhirnya mendapatkan cinta dengan berbohong, dan akhirnya dia harus berhadapan dengan pilihan beratnya. Termasuk plot yg menggunakan identitas teman sehingga akhirnya blind datenya harusnya bertemu dengan temannya. Itu plot yg kayak rada over used sih. Trus kita punya karakter yg agak agak stereotype. Ada Blaine yg "biasa", pemalu yg merasa ga laku. Ada Cameron, gogo dancer seksi yg cakep, dan mikirnya gak jauh jauh dari selangkangan. Ada Xander, karakter dream lover yg sempurna banget. Ada karakter Fag hag yg pengertian banget. Dan terakhir land lord gay yg rada kepo. Ceritanya sih sederhana. Si Blaine yg chatting dengan si Xander dengan menggunakan identitas cameron. Dan seterusnya seterusnya seterusnya. Dah kebayang kan jalan ceritanya

Dengan semua ingredient yg standard itu, sebenarnya expectation gua ga tinggi tinggi amat. Paling ini jadinya another gay romantic comedy yg bisa membuat kita tertidur dan fast forward ke adegan setengah telanjangnya doank. Tp surprisingly no. Film ini ternyata menghibur dan bisa membuat kita sebagai kaum gay merasa terkait dengan stereotype dalam karakternya. Karakter yg begitu standar di atas kertas, ternyata bisa diperankan dengan natural tanpa ada unsur paksaan yg membuat mereka menjadi annoying. Semua karakternya believeable dan jalan ceritanya juga berjalan dengan natural. Sekalipun kita semua merasa dapat menebak2 ending filmnya dari 15 menit pertama film, tetapi tidak menganggu kenikmatan menonton film ini sama sekali. Bener bener tontonan ringan yg menghibur.

Tp bukan berarti film ini udah sempurna sih. Banyak unsur yg bisa dikembangkan membuat film ini menjadi lebih baik. Misalnya dengan penambahan karakter non gay-typical sehingga film tidak terlalu gay-centric. Tidak membuat seolah olah mereka tinggal di gay city yg penghuninya cuma gay dan teman temannya. Begitu juga adegan mesranya yg minim banget. Yah gak perlu ampe vulgar sih. Tapi kayaknya adegan ciumannya mustinya dilamain deh. Biar untuk menggambarkan perasaan pemain utamanya yg lebih nyata.

Tapi overall, nice movie to watch dengan calon pacar untuk memancing2 pembicaraan ke arah yg lebih serius atau dengan teman teman just for good time passing activities.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar