Selasa, 19 April 2011

Poor Malaysian Sissy Boy



Sekali lagi, mari kembali bersukur kita tidak tinggal di Malaysia. Sekalipun kita nggak punya MRT, dan iklan pariwisata kita jauh lebih jelek dibanding punya Malaysia, paling tidak mereka yg (rada) ngondek tetap bebas untuk berngondek ria di Indonesia

Di malaysia, ada sekitar 66 remaja pria berusia 13-17 tahun yg dianggap rada ngondek, oleh sekolah mereka, mereka di masukkan ke sebuah 4-days camp untuk di beri penyuluhan dan pelatihan untuk mengembalikan kemaskulinitas mereka.

Tentu saja tindakan ini membuat gerakan Gay di malaysia menjadi berang, karena selain dianggap sebagai kegiatan yg homophobia, mereka juga dianggap berlebihan dalam menangani remaja pria ini. Para guru sekolah yg merekomendasikan murid prianya yg dinilai terlalu feminim berharap para remaja pria ini bisa kembali ke jalan yang benar, dan terhindar dari menjadi gay atau banci. Menurut mereka juga program ini sama sekali bukan paksaan, semata mata hanya "undangan"

Tentu saja kita tahu kerasnya Malaysia dalam menghadapi kaum Gay. Yang ketangkap sodomi aja bisa dipenjara 20 tahun. Jadi bisa kita asumsikan memang mereka "berlebihan"

Makanya... sekali lagi bersukurlah... kita nggak tinggal di malaysia

1 komentar:

  1. Gak penting bgt sih lu jd orang, ngapain ngurusin malaysia segala?
    Lu Gay sejati ya,,, pengen ngrasain diMUTILASI gak?
    Gw tunggu lu di Taman Lawang, hahah...

    BalasHapus