Sabtu, 19 Februari 2011

Justin Bieber and his opinion about gay


Gak mungkin nggak kenal anak kecil berambut miring yg lagi heboh ini kan. Well, I may not be a fan of him. Tapi harus diakui dia membuat dunia geger dengan sosoknya. Di usia mudanya skrg 16 tahun (usia di tengah proses akil balig yg mengakibatkan hilangnya suara nyaring masa kecilnya) mungkin dia bukan orang yang terlalu tepat untuk kita tanya tanya hal hal berat sih yah. Masih inget nggak waktu kita waktu 16 tahun dan tiba tiba di tanya mengenai topik dunia yg rada berat. Kita pasti rada bingung juga jawabnya kan.

nah si majalah Rolling Stone menanyakan 3 hal berat kepada si Bieber ini. Mulai dari masalah Aborsi, korea sampai ke soal Gay. Emang sih nggak ngarep jawaban jenius ala juara debat , cuma kayaknya jawabannya emang bikin org jadi garuk garuk pala aja. Apalagi jawaban pas di tanyain soal gay. Dia menjawab bahwa menjadi gay adalah pilihan. Jawaban itu langsung mendapat banyak protes dari org org karena menjadi gay itu sama sekali bukan pilihan, tetapi adalah diri kita seutuhnya seperti apa adanya pada saat kita dilahirkan.

Gua yakin sih Bieber sama sekali tidak berminat diskriminatif atau gimana sih terhadap kaum gay, mungkin memang pemilihan kata kata atau pemahaman situasinya saja yg kurang memadai untuk memberikan tanggapan terhadap isu itu. Banyak kaum gay dan website website gay yg langsung emosi dan menanyakan kapan si bocah bieber memilih untuk menjadi straight? Kapan tepatnya pilihan itu diberikan? Menjadi gay atau straight kan nggak semudah memilih antara eskrim rasa coklat atau strawberry. Itu adalah sesuatu yg memang sudah dari sononya. Bukan pilihan

Skrg sih majalah Rolling stone dan timnya Bieber pasti lagi kebat kebit karna jawaban si Bieber. Paling nanti kita lihat si bieber meminta maaf dan mengoreksi pernyataannya. Yah nggak bisa harap banyak lah dari anak ingusan. Nggak perlu ikut2an dibenci karena pendapatnya. Dia masih ingusan, belum ngerti kok gua yakin situasi sebenarnya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar