Selasa, 22 Desember 2009

Movie : A Single Man


Pernah dengar film yang judulnya A single man? Kalo belum bukan berarti lo kuper atau apa. Tapi memang film ini miskin sekali dgn publicity. Padahal ini adalah film dengan tema gay di tahun ini yg di harapkan bisa menyamai prestasi film Milk dan Brokeback Mountain. Dan tau nggak siapa sutradaranya? bukan sutradara terkenal sih, tetapi dia adalah designer terkenal, Pak Tom Ford. Dan yg main? bukan bintang2 kelas dua, tp Colin Firth dan Julianne Moore.

Tapi kalau begitu kenapa nggak banyak yg tau soal film ini? Padahal Film serius bertema gay selalu bikin heboh, apalagi ini adalah debut pertama Tom Ford sebagai sutradara.

Ceritanya sendiri sebenarnya agak berat. Bukan cerita gembira ala eating out. Tokoh utamanya saja George Falconer (Colin Firth) adalah profesor Gay berusia 52 tahun yang baru saja di tinggal mati oleh pasangannya  Jim. Karena merasa tidak bisa menemukan arti hidup setelah kepergian Jim, George banyak di support oleh temen baiknya Charley (Julianne Moore) yg berusia 48 tahun. Ada karakter lain juga yaitu Kenny, mahasiswa yg agak terobsesi dengan george

Emang berat sih, tp bukankah Milk juga berat temanya. Tetapi tetap banyak orang yg mengenalnya. Apakah karena posternya yg memperlihatkan Colin Firth dan Julianne Moore tiduran barengan sehingga terlihat seperti drama berat tentang percintaan om om dan tante tante? Atau kekecewaan orang yg melihat filmnya yg sederhana, jauh dari kehebohan dan kemeriahan seorang Tom Ford?

Apapun alasannya, ternyata kesepian film ini dari hingar bingar terlihat setelah film ini di rilis karena dari segi pendapatan nggak terlalu memuaskan. Tetapi dari sisi prestasi, film ini sudah mencapai beberapa hal yg lumayan hebat. Film ini mendapat rating 85% dari Rotten Tomatoes. Colin Firth dan Julianne Moore sudah mendapat penghargaan dari beberapa festival. Dan sudah ada orang dalam yg mengatakan film ini mengantarkan Colin Firth ke nominasi untuk aktor terbaik Oscar tahun depan.

Jadi buat yg menyukai film agak serius silahkan tunggu film ini, di bioskop (ragu sih akan masuk 21) atau DVD di ambas dan mangga dua. Nggak nyesel kok, karena biar tidak terlalu heboh beritanya bukan berarti karena filmnya jelek. Justru sebaliknya sebenarnya yg terjadi

Tidak ada komentar:

Posting Komentar