Jumat, 31 Oktober 2014

Got Milk?


Buttermilk Tesco ini punya pendekatan yg menarik dalam packagingnya. Desainernya mencoba memberitahukan secara diam diam dari mana asal Buttermilk itu sebenarnya. Dan karena takut ada yg masih ga nangkep pesan rahasianya, kotak susu tersebut ada yg kasih lipatan kecil untuk memperjelas pesan rahasianya

Jadi gambar apa nih yg kamu lihat? Sebuah jar yg menuangkan susu warna putih, atau belalai bergelantungan?

Kamis, 30 Oktober 2014

Tim Cook Come out (for real)


Sebenarnya keberadaan Tim Cook sebagai seorang gay itu ga pernah dirahasiakan baik oleh Apple maupun oleh Tim Cook Sendiri. Cuma memang tidak pernah ada pernyataan resmi bahwa dia adalah gay yang disampaikan kepada umum. Tim Cook merupakan salah satu orang terpenting dalam dunia teknologi dunia saat ini. Banyak yang merasa mungkin Tim Cook tidak pernah menyatakan bahwa dia adalah gay karena dia takut orang akan mengkaitkan produk Apple dengan gay, dan itu bisa membuat orang menghindari produk Apple. Tentu itu bukan hal yang diharapkan oeh Steve Job ketika dia memberikan tampuk kekuasaannya kepada Tim Cook. Tetapi banyak juga yg merasa Tim Cook punya hak sepenuhnya untuk tidak merasa perlu mengumumkan pada seluruh dunia bahwa dia adalah gay. Toh CEO penting lain nggak pernah ada yg merasa perlu mengumumkan bahwa mereka straight kan

Tetapi Tim Cook hari ini melakukan sesuatu yg mengejutkan, yaitu memberitahukan pada publik melalui pernyataan tertulis bahwa dia adalah gay. Bukan semacam pengakuan atau curhat colongan sih. Pernyataan itu terdapat dalam sebuah opini yang ditulisnya untuk Bloomberg.


"Sekalipun saya tidak pernah menyanggah orientasi seksual saya, saya juga tidak pernah secara terangan mengakuinya di depan umum juga, Jadi mari saya perjelas; Saya bangga menjadi seorang gay, dan saya menganggap menjadi gay adalah salah satu berkah terindah yang diberikan oleh Tuhan untuk saya"

Tim Cook selama ini dikenal sebagai pendukung berbagai aktivitas sosial untuk komunitas gay. Dia juga termasuk orang yang berusaha untuk mengusahakan pernikahan untuk gay di Amerika. Pria berusia 53 tahun ini juga ada di balik berbagai keterlibatan Apple dalam beraneka ragam kegiatan bertema LGBT

Menurut tulisannya tersebut dia merasa menjadi gay memberi dia kesempatan untuk mengerti bagaimana menjadi bagian dari minoritas, sebuah pengalaman yg memperkaya pengalaman hidupnya. Dan juga menjadi gay memberi dia kulit badak, sesuatu yg diperlukannya dalam pekerjaannya sebagai CEO Apple.


"Saya tidak merasa saya adalah seorang aktivis, tetapi saya sadar bagaimana saya merasa telah merasakan manfaat dari pengorbanan orang lain. Jadi apabila dengan mendengar bahwa CEO Apple adalah seorang gay, bisa membantu seseorang dalam perjuangannya untuk mengenali dirinya sendiri, atau membantu orang yang sedang merasa kesepian, atau menginspirasi orang lain untuk memperjuangkan hak hak mereka, maka saya rasa itu sepadan dengan privacy yang saya korbankan dengan pengakuan ini"

Thank you Tim Cook. For the Apple and for your decision

Rabu, 29 Oktober 2014

Selasa, 28 Oktober 2014

A Bear Essential Guide

Klik untuk lihat gambar yang lebih besar

Senin, 27 Oktober 2014

Gay Versus Straight



Tebak siapa yg menang:D

Minggu, 26 Oktober 2014

Taipei Gay pride 2014



Saatnya posting foto gay pride Taiwan lagi!!. Dah jadi semacam acara tahunan yah:) Nah di tahun 2014 ini, gay pride Taipei yg diadakan sabtu kemarin itu berhasil mengundang puluhan ribu orang. Padahal 12 tahun yg lalu ketika pertama kali diadakan, cuma ada sekitar 500 orang. Jadi bisa dianggap Gay pride Taipei ini salah satu yg paling ramai di Asia sih yah. Enjoy the pic:)


































Ada yg inget ini siapa:D?


Sabtu, 25 Oktober 2014

Obsesi dengan validasi


Memang benar penampilan adalah hal penting dalam dunia gay. Sudah menjadi rahasia umum bahwa cowok gay berpenampilan lebih rapi dibanding pria straight pada umumnya. Tetapi standar penampilan sempurna itu semakin naik dari hari ke hari. 10 tahun yang lalu mungkin baju rapi dan parfum wangi sudah cukup menjadi standar "penampilan" cowok gay. Pujian dari teman gay ataupun yg straight sesekali sudah cukup membuat kita berbunga-bunga

Tetapi sekarang untuk tampil "sempurna" itu sudah semakin panjang persyaratannya. Mulai dari badan yang harus jelas berlekuk terpoles mesin mesin gym ditambah kulit muka dengan perawatan seharga cicilan motor, plus baju/sepatu/topi keluaran desainer yg ga boleh ampe kembaran. Tetapi itu ga selesai di sana. Penampilan sempurna itu harus mendapat validasi dari orang asing di social media berupa like/love sebanyak banyaknya. Kalau tidak ada yg love/like, maka penampilan penuh susah payah itu dianggap tidak ada gunanya.

Dan untuk mencapai itu, banyak yg rela melakukan apa saja. Mulai dari diet mati matian demi beberapa garis melintang di perutnya, sampai dengan hutang sana sini untuk cicilan sepatu keren demi bisa foto ala fashion blogger untuk instagramnya. Setiap kepedihan hati di saat membayar cicilan maupun rasa lapar yg menusuk, hilang begitu saja ketika ada orang asing yang tidak dikenal menekan tombol "love" untuk fotonya.  Dan biar para orang asing itu tidak bosen dan rajin memberi pujian, berbagai pose andalan telah disiapkan untuk menghiburnya. Mulai dari variasi close up muka dengan camera 360 sok imut dengan mata satu dipicing dan senyum dikulum, atau foto sok candid dengan pose ala bryan boy yg memperlihatkan seluruh outfit, plus close up fashion item mahal di tempat keren yg ditata berulang kali, dan sesekali foto setengah telanjang dengan tag line ga nyambung penuh iba minta dipuji (misalnya foto setengah telanjang dgn perut six pack, trus taglinenya "aku genduuuuttttt", atau foto jendolan obvious di balik celana ketatnya sambil bilang "warna celananya bagus yaaaaa")

Dan apa yang terjadi ketika love/like dirasa kurang? Komposisi dan angle postingannya aja yg diubah. Tinggal banyakin foto setengah telanjang sok candidnya dengan pose yg semakin ajaib. Kadang untuk memancing iba, kalimat tagline menjadi semakin mirip kutipan dari buku "Diary galau kaum alay". "You are nothing until you have more than 10 person like you when you "awake" on path", demikian kata salah satu teman yg sepatunya louboutin tapi pulsa aja ngutang.

Memang sih ada orang orang beruntung yg memiliki semua itu dan "sepertinya" tanpa usaha berat. Muka tampan dengan badan sempurna yang foto instagramnya selalu di tag di tempat asing yg pelafalannya susah di lidah Indonesia. Belum lagi baju baju kerennya yg sepertinya tidak pernah dipakai lebih dari sekali. Belum lagi teman temannya yang selalu berpesta bersama dengan potongan fisik yg sama indahnya.

Kacaunya, mereka ini lah yg menjadi panutan. Kehidupan seperti mereka lah yg mendorong semua berusaha mati matian untuk tampil serupa. Tetapi kan kita nggak tahu bapak si cowok keren itu usahanya apa. Kita ga tahu di balik foto instagram dan pathnya si keren itu terjadi apa saja. Kita ga tau kerja kerasnya yg tidak ditampilkan di foto seperti apa. Kita ga tahu keringat dan air mata seperti apa yg dibelakangnya. Kita cuma melihat indah indahnya. Kita cuma melihat sekelebat highlight dari hidupnya yang penuh dengan pesona. Ga adil donk membandingkan saat saat indah dalam hidupnya yang terpampang di foto sosial media dengan saat saat datar kehidupan kita.

Yah mungkin hidupnya memang sempurna. Atau mungkin itu cuma sebagian dari fragmen hidupnya di saat terbaik saja. Mungkin dia cuma cowok biasa yg berhasil meniru idolanya seperti kita mengidolakan dia. Mungkin dibaliknya semua tagihan kartu kreditnya dibayar oleh bapaknya. Atau bisa juga di bayar oleh "bapak-bapakan"nya. Atau mungkin dia kerja banting tulang sampai ngembat handphone teman untuk membayar semua properti fotonya. Atau mungkin dia memang hebat , bekerja sendiri dan membayar semua itu.  Mungkin dibalik tubuh six pack setengah telanjang itu dia ga punya modal apa apa. Tetapi bisa juga tubuh indah itu cuma satu dari sekian banyak berkah dalam hidupnya. Atau memang mereka memang ga pernah berniat pamer apa apa karena memang begitulah hidupnya apa adanya

Kita ga bilang sih usaha untuk tampil keren di instagram atau path atau twitter itu salah. Namanya juga dunia maya. Menjual pesona diri kepada orang asing adalah sajian utamanya. Tetapi seberapa jauh usaha yang rela kita tempuh untuk sampai di sana, itulah yg menjadi pertanyaannya. Sadar batas kemampuan diri itu jadi penting. Kalau muka dirasa cuma terlihat indah kalau settingan camera 360 udah pol semua, yah jangan dipaksa semua timeline diisi foto close up kamu semua. Bukannya nambah teman baru yang ada malah makin menjauh. Kalau belum sanggup beli Givenchy yah jangan maksa ngambil cicilan 12 bulan demi sehelai kaosnya. Kaos dari Dept Store matahari pun akan terlihat indah kalau memang kamu pantas mengenakannya. Jangan sampai juga kamu harus "meminta bantuan" dengan imbalan jasa sayang sayangan kepada mereka yang lebih mampu demi mendapatkan semua ini. Trus kalau berhasil dengan kerja keras memiliki tubuh indah, tidak ada salah memang dipamerkan. Tetapi bukan berarti posting foto pose sama depan kaca toilet tanpa celana sehari 3 kali seperti makan obat sakit kepala.

Validasi memang menambah kepercayaan diri. Dan validasi dari orang asing memang membuat kita menjadi merasa semakin merasa menjadi seperti orang terkenal yang dipuja puja orang tak dikenal di sekelilingnya.  Tetapi alangkah bijaknya semua usaha itu jangan sampai malah membuat kita terlihat seperti orang yg "terlalu" berusaha. Tampil indah dan dipuji itu memang bikin orang lupa segalanya. Tetapi ketika terlalu maksa untuk menjadi indah sampai mengorbankan segala galanya, apakah sebuah validasi itu masih menjadi imbalan yang pantas untuk semua usaha kita? Apalagi kalau pujian itu hanya berupa satu tekan tombol yang mungkin dilakukannya sambil setengah merem tanpa banyak usaha.

Jumat, 24 Oktober 2014

Lady Gaga and Gay proposal on her stage


Lain Taylor Swift, lain pula Lady Gaga:) Dalam konsernya di Manchester beberapa hari yang lalu, Lady Gaga membantu temannya yg bernama Jay untuk naik ke panggung bersama dengan cowoknya Shaun. Dan ternyata di panggung itu Jay melamar cowoknya. Lady Gaga yg turut berbahagia itu melantunkan "Born This Way" dengan iringan piano untuk pasangan berbahagia ini. Benar benar pengalaman yang tak terlupakan yah untuk pasangan berbahagia ini:)

Lady Gaga juga berkata “It’s so bizarre, you know, my record label a long time ago they told me that my show is too gay and I was too gay or this was too gay.  I told them, well it’s a great thing that there are gay people all over the world! Real human beings with real dreams and real stories and you deserve to love and express your love the same as everybody around the world. I wish you a beautiful love and happy marriage.”

Kamis, 23 Oktober 2014

Music : Taylor Swift - Welcome to New York


Taylor Swift yang sebentar lagi akan mengeluarkan album baru, merilis lagu berjudul "Welcome To New York" yang memiliki lirik pro LGBT di new York. Liriknya berbunyi :

Everybody here was someone else before
And you can want who you want
Boys and Boys
Girls and Girls

Memang sih hanya sekilas banget, tp untuk seorang sekaliber Taylor untuk menyuarakan dukungannya, ga kebayang deh berapa banyak fans LGBT yg teriak teriak kegirangan karena merasa disupport oleh Taylor. Way to go you white tall skinny talented white chick

Rabu, 22 Oktober 2014

Related Posts with Thumbnails