Kamis, 30 Juli 2015

Calvin Klein on same sex campaign


Calvin Kelin mencoba untuk menjadi lebih "kekinian" dengan menggunakan pasangan sesama jenis di iklan terbarunya. Untuk pasangan cowok lengkap dengan percakapan ala Grindr Jack'd dan teman temannya. Sementara yg pasangan cewek keliatan banget beda yah percakapannya dengan percakapan pasangan cowok:D


Rabu, 29 Juli 2015

Disney real live Prince

Aladdin agak agak Jack Gyllenhaal
Hercules yg cembetut
John Smithnya Pocahontas
Si Beast dr Beauty and The Beast yg mirip pemain telenovela
Prince Charmingnya Cinderella yg manis dan sopan #naksir
Prince Eric dari Little mermaid yg paling cakep
Prince Philip ya Sleeping beauty yg siap jadi model
Tarzan yg liar banget 

Siapa favoritmu? Paling suka Prince Ericnya Little Mermaid dan Prince Charming nya Cinderella

Minggu, 26 Juli 2015

Gay men react to word "Faggot"



Kata "Faggot" mungkin mirip dengan kata "bencong" kali yah impactnya kalau di dalam bahasa Indonesia. Dan kalau ada yg sampai menggunakan kata itu pas lagi ngobrol dengan kita sih reaksinya mungkin cuma "fuck you"

Sabtu, 25 Juli 2015

Kisah Taim dari Iraq


Seorang pria bernama Taim yg berusia 24 tahun bercerita kepada BBC tentang kisahnya ketika harus kabur dari ISIS dan keluarganya di Iraq karena dia gay. Kita coba sadur kisahnya yang kita ambil dari link di BBC ini

Dia bercerita bahwa di lingkungannya, menjadi gay artinya adalah kematian. Ketika Isis membunuh gay, orang orang senang karena merasa yg dibunuh itu adalah orang orang sakit

Dia sadar bahwa dia gay ketika dia berusia 13 atau 14 tahun. Dia merasa homoseksualitas adalah sebuah penyakit dan dia hanya ingin menjadi normal pada saat itu. Dan karena itu pada tahun pertama dia kuliah, dia melakukan terapi untuk menyembuhkannya. Kepada teman teman Taim, sang terapis cuma mengatakan bahwa Taim sedang melewati masa masa sulit, dan Taim butuh dukungan teman temannya

Taim berasal dari keluarga muslim, tetapi mantan BFnya berasal dari keluarga kristen sehingga dia punya banyak teman kristen. Di tahun 2013, dia berselisih dengan salah satu teman kuliahnya yg bernama Omar (yg kemudian bergabung dengan isis) yang tidak setuju dia terlalu sering bergaul dengan kaum kristen. Salah satu teman si Omar memberitahu Omar agar jangan terlalu keras terhadap Taim karena dia sedang di terapi untuk sembuh dari gay. Dari sanalah orang orang mulai tahu bahwa Taim itu gay. Ketidak sengajaan temannya itu menjadi titik mulai mimpi buruk dalam hidupnya.

Di november 2013, Omar bersama dua temannya menyerang Taim ketika dia sedang berjalan pulang ke rumah. Mereka memukuli dia dan mencukur habis kepalanya. Mereka berkata padanya "Ini adalah pelajaran untuk saat ini karena ayahmu adalah pria yang taat beragama. Jaga tingkah lakumu!"

Di bulan Maret 2014, dia kembali membuat Omar marah ketika dia mengusulkan bahwa non-muslim tidak seharusnya membayar pajak khusus untuk non-muslim yg dibayarkan kepada pemerintah muslim. Ketika dia sedang mencuci tangan di toilet, dia kembali diserang. Mereka menyerang Taim dari belakang. Tetapi Taim mengenali jam tangan hijau yang dikenakan oleh penyerangnya terdahulu. Mereka menendangnya hingga dia nyaris pingsan. Dia hampir tidak bisa berjalan setelah itu, dan memutuskan untuk tidak datang ke universitas selama sebulan

Dan di tengah ujian akhir, Isis mengambil alih kekuasaan. Omar menelpon dia dan meminta dia untuk bergabung dengan Isis. Dia menutup telpon tersebut

Taim yang kini tinggal di Beirut sebagai pengungsi
Pada tanggal 4 July, sebuah kelompok tukang pukul Isis mendatangi rumahnya. Ketika ayah taim membuka pintu, mereka mengatakan pada ayahnya bahwa Taim adalah seorang homoseksual dan dia harus dihukum atas nama Tuhan.

Ayah Taim yg religius mengatakan pada mereka untuk kembali keesokan harinya agar dia punya waktu untuk memeriksa apakah tuduhan tersebut benar apa adanya. Ketika mereka pergi, ayahnya masuk ke dalam rumah sambil menjerit "Apabila tuduhan tersebut benar apa adanya, aku akan dengan senang hati menyerahkan kamu kepada mereka!" Taim berdiri dan terdiam tanpa harus menjawab apa.  Ibu Taim memutuskan bahwa Taim harus diselamatkan, Taim harus dikeluarkan dalam Iraq.

Ketika tengah malam, ibunya membawa Taim ke rumah saudarinya dan membeli tiket pesawat ke Turki untuk Taim. Tetapi Taim harus melewati Erbil karena mereka tidak diperbolehkan melewati Kurdistan. Dia tinggal di sebuah desa dekat Erbil selama 2 minggu untuk mencoba menyelinap ke Erbil. Tetapi usahanya tidak berhasil. Dia mencoba pergi lewat baghdad, tetapi karena ada pertempuran dia jalanan, pengendara mobil tidak mau melewati sana. Dia mencoba berbagai jalur agar dapat bisa keluar dari Iraq.

Akhirnya di bulan Agustus setelah berminggu minggu sembunyi, ibu Taim mengatur agar dia bisa ke Kirkuk melewati jalan jalan kecil dan lahan terbuka. Dari sini dia menuju ke Sulaymaniyah. Semula dia berniat ke Turki, tetapi pesawat pertama yang ada tujuannya ke beirut, dan dia tidak perlu visa ke Beirut. Akhirnya dia berhasil kabur dari Iraq.

Kalau saja ibunya tidak mengusahakan agar dia kabur, Isis pasti sudah membunuhnya  sebagaimana mereka membunuh homoseksual lainnya, yaitu dengan ditutup matanya dan membuang mereka dari gedung tinggi ke keramaian. Setelah beberapa hari dia kabur, dia mendengar kabar bahwa pamannya yang merupakan adik dari ayahnya telah bersumpah untuk mem"bersih"kan nama keluarga dari berbagai hal yang tidak diperbolehkan. Baru baru ini dia mendapat pesan facebook dari orang tak dikenal yang dicurigai adalah pamannya tersebut. Isi pesannya adalah "Aku tahu kamu ada di Beirut. Sekalipun nanti kamu ke neraka, aku pasti ikut kamu sampai ke sana"

Kini Taim berstatus sebagai pengungsi dan sedang diusahakan untuk ditempatkan di negara lain agar dia dapat melanjutkan studinya. Pengalamannya lari dari ancaman pembunuhan baik dari teman maupun keluarga sendiri membuat dia sangat stress saat ini. Kini dia sudah tidka berhubungan dengan sebagian besar anggota keluarga lainnya. Terakhir adiknya yang paling kecil mengirimkan pesan lewat facebook mengatakan bahwa dia harus pergi meninggalkan kota karena keluarga mereka kita terpecah belah karena Taim. Sekalipun sempat sakit hati, tetapi akhirnya Taim membalas pesan tersebut mengatakan bahwa itu bukan salah dia karena dia sudah lahir begini apa adanya. Setelah itu mereka sempat ngobrol panjang lewat facebook.

Dia masih sakit hati dengan ayahnya yang rela menyerahkan dia kepada Isis sekalipun tahu persis apa yang akan dilakukan oleh Isis terhadapnya. Dia masih berkomunikasi dengan ibunya setiap minggu sekalipun untuk mendapat sinyal, ibunya harus keluar kota. Dia masih punya beberapa teman gay di kota asalnya tersebut. Tetapi demi keselamatan mereka sendiri, Taim memilih untuk tidak menghubungi mereka.

Salah satu teman baiknya telah dibunuh oleh Isis dengan cara dibuang dari atas gedung tinggi. Padahal dia adalah anak yang sangat cerdas dalam pendidikannya. Dia kenal dengan temannya ini lewat online. Dia sangat dekat dengan temannya ini dan dia tahu temannya sangat berhati hati dalam menjaga identitasnya. Tidak jelas bagaimana temannya ini bisa ketahuan gay oleh Isis. Tetapi memang ketika berburu gay, Isis benar benar mencari sampai ke dalam dalam. Dia melihat dari video bagaimana temannya di lempar dari atas gedung. Tetapi karena gedungnya tidak terlalu tinggi, temannya tidak langsung meninggal ketika menyentuh tanah. Setelah itu temannya di lempar batu oleh orang orang hingga meninggal.

Sebelum ada Isis, kehidupan gay di Iraq sebenarnya sudah cukup menakutkan. Ada kelompok yang suka menculik gay secara diam diam untuk diperkosa dan disiksa hingga meninggal. Dia pernah melihat video orang yang diseret dalam kondisi setengah hidup di jalanan dengan tali di lehernya karena gay. Mereka akhirnya dibakar hidup hidup setelah dilempar batu oleh orang orang. Bedanya dengannya ada Isis sekarang perburuan pria gay menjadi semakin gencar. Dan metode pembunuhnya selalu sama. Yaitu lempar dari gedung. Kalau tidak meninggal, akan dilempari batu hingga meninggal. Bahkan ada yang lubang pantatnya di lem setelah disiksa, dan ditinggalkan di tengah gurun pasir untuk mati perlahan lahan di sana.

Dan ketika Isis menangkap seorang gay, dia akan mengambil handphone orang tersebut untuk membaca pesan pesan di dalam handphonenya dan mencari siapa lagi yg gay lewat pesan pesan tersebut. Sering terjadi ketika satu orang tertangkap, beberapa teman lainnya langsung menyusul karena itu.

Dan yang menyedihkan adalah banyaknya orang orang yg sekalipun tidak setuju dengan isis, tetap memuji Isis atas pembunuhan yang mereka lakukan terhadap gay. Mereka menganggap Isis melakukan hal yang benar sesuai dengan kepercayaan mereka dengan melempar para pria gay tersebut dari gedung tinggi.

Jumat, 24 Juli 2015

Julius Caesar as Gay Icon?


Sebuah poster Julius Caesar dengan desain warna rainbow flag dan bunga daisy as the flower crown instead of olive leaves hadir di kota roma oleh seorang seniman sebagai peringatan atas pencapaian komunitas LGBT di dunia sampai saat ini.

Caesar ketika muda
Mungkin orang akan agak bertanya tanya kena Julius Caesar menjadi gay icon? Ternyata di saat sebelum dia menjadi kaisar, masih menjadi jendral di medan peperangan, sang kaisar kabarnya pernah terlibat affair dengan raja Turki, Nicomedes IV.  Untuk merusak kredibilitasnya, para saingannya menyebarkan bahwa "Julius Caesar mungkin menahlukkan kaum Galia, tetapi dia ditahlukkan oleh Nicomedes"

Nicomedes IV, sang raja turki
Hmmm... kalau di ingat ingat ga sepenuhnya benar sih yah, karena ada satu desa kecil di Galia yg belum tunduk padanya, yaitu desa tempat Asterix dan Obelix berada:)

Di masa itu hubungan antar pria itu sebenarnya terhitung lumrah. Cuma memang agak pantang untuk seorang pria yang lebih berkuasa berada di posisi "pasif" dalam hubungan tersebut.

Interesting time indeed:)

TV : Rainbow Family


Sepertinya era web series semakin seru yah. Sebuah web series dari Cina yg dalam bahasa Inggrisnya berjudul Rainbow family atau 一屋赞客 menjadi salah satu favorit di negaranya. Sebenarnya series ini tadinya diperuntukkan untuk siaran TV. Tetapi karena bercerita tentang LGBT, serial ini dilarang oleh pemerintah untuk ditayangkan dan akhirnya hanya dapat ditonton dari internet


Ceritanya sendiri keliatan banget terinpirasi oleh Will & Grace yaitu mengenai sang pemeran utama bernama Xie Kezan, pria gay yg tinggal bersama teman temannya. Salah satu temannya adalah Song Yi, cewek straight yg sedanf ngebet nikah. Trus ada temannya Austin yg flamboyan dan mantan Austin, Lin XiauZun (my fav!) yg sekalipun udah ga tinggal di sana tp masih suka nongkrong di tempat mereka.


Ceritanya sendiri sebenarnya ga tau jauh dari usaha Indonesia ketika mencoba membuat Sitkom. Kadang agak garing, kadang lucu, kadang slapstick. Tp overall masih seru buat ditonton kok.

Serial ini dibuat oleh Lin JueDing yg juga adalah CEO aplikasi Zank, salah satu aplikasi sosial media terkenal untuk LGBT di Cina sebagai salah satu sarana untuk mempromosikan  aplikasi mereka. Mereka cuma berbaik hati memberikan subtitle bahasa inggris untuk 2 episode. So far sih keluar sampai 2 season sih. Semoga semakin banyak yg di kasih subtitle yah ke depannya