Selasa, 18 Juli 2017

Every size is beautiful



Ada 5 type :

1. Slender alias ceking

2. Toned alias berisi/ kenceng

3. Fit alias apa yah. Berisi dengan pas kali yah

4, Muscle alias berotot

5. Chubby alias gempal



Tentu sebenarnya banyak yang in between dan ada yg extra kurus atau extra gede. Tp ini pembagian kasar menurut sebuah website jepang. Ga ada maksud body shaming atau apa sih. Cuma pengen menunjukkan pengkategorian yang ada untuk tubuh pria biar kita bisa kebayang aja favorit kita yang mana.

Kalau aku sih sukanya yg gempal gempal hehehe



Senin, 17 Juli 2017

Internship in GS Hotel



GS Hotel adalah sebuah hotel khusus gay di Taiwan. Dan sepasang comedian (???), FJ234  sedang mencoba menjadi anak magang di hotel itu dengan keunikannya:D

Minggu, 16 Juli 2017

The Real Conversation of Grindr



Video ini menampilkan orang orang biasa yang disuruh membacakan pesan pesan yang dikirim ke org org dengan HIV di grindr. Berbagai macam kata kata kasar yang terlontar begitu kejam hingga membuat banyak dari orang orang yang membaca ini merasa tercekat.

Kenapa musti sampai segitunya yah sikap kita terhadap sesama pria gay dengan HIV di Grindr. Yah mungkin ada yang mengganggap mereka ke Grindr sebagai penyebar virus. Tetapi yah ibaratnya mereka udah dislosed status mereka. It's your choice mau atau tidak berkenalan atau hook up dengan mereka. Dan kalau merasa khawatir dengan resikonya yah ga usah di jabanin. Kalau mau jabanin yah have sex sex. Atau mungkin buat temanan? Ga perlu kan kata kata kasar gini

Sabtu, 15 Juli 2017

Gay Wedding by Muslim gay in UK


Sebuah pernikahan antar 2 pria di Inggris baru baru ini memiliki cerita yang sangat menarik. Yang menikah ini adalah Jahed Chodruny, pria 24 tahun keturunan Bangladesh dari dari keluarga beragama Islam dan seorang cowok bule berusia 19 tahun yg bernama Sean Rogan. Dan pernikahan mereka termasuk salah pernikahan sesama jenis pertama di Inggris yang melibatkan pasangan beragama Islam.

Menariknya pernikahan ini adalah karena Jahed yang sebelumnya selalu merasa terasingkan dalam lingkungan keluarga muslimnya, sering merasa tertekan karena dia menjadi korban penganiayaan baik dari temannya, saudaranya hingga dilarang masuk ke mesjidnya karena dia seorang gay. Dia bahkan berpikir untuk umroh agar dapat mengganti orientasi seksual dan bahkan sampai berniat untuk bunuh diri karena frustasi.


Ketika suatu hari ketika dia duduk terisak sedih di kursi sebuah taman akibat semua perlakuan yang diterimanya, seorang pria bule menghampirinya dan bertanya kenapa dia bersedih. Pria bule yang bernama Sean Rogan yang menjadi simpati padanya ini akhirnya menjadi kekasih Jahed dan tinggal bersama dengan Jahed selama 2 tahun sebelum mereka memutuskan untuk menikah

Mereka menikah dengan sama sama menggenakan pakaian adat Bangladesh. Bahkan menurut Jahed, Sean sudah berniat untuk masuk Islam demi dirinya. Jahed mengatakan bahwa tujuan dia melakukan ini adalah untuk menunjukkan kepada keluarganya yang tidak mendukungnya dan juga orang lain bahwa kamu bisa menjadi gay dan muslim


Tentu saja banyak respon penuh kebencian bahkan ancaman pembunuhan akibat berita ini, terutama untuk jahed karena ini disebut sebagai Gay Muslim Wedding. Mereka merasa ini bukan Muslim wedding at all. Dan tentunya yang merasa Jahed tidak pantas lagi menyebut dirinya muslim karena dia menikah dengan pria yang tidak ada hukumnya dalam agama Islam.

Salah satu yang bikin heboh sih sebenarnya karena ini banyak disebut sebagai "Gay Muslim Wedding" . Padahal kebetulan aja yang merit salah satunya adalah Muslim dan pernikahannya dilakukan di kantor catatan sipil dengan menggunakan pakaian daerahnya. Jadi mungkin judul Gay Muslim Wedding agak berlebihan sih

Nevertheless, ini tetep adalah cerita yang menarik mengenai pria yang depresi karena penolakan dari linkungannya yang akhirnya berani melawan dan berjalan melawan arus dengan kekasihnya yang membantu dia bangkit dari depresi tersebut

Jumat, 14 Juli 2017

Unnecessary Online Shaming by Gay Community


Di komunitas Gay itu, nyinyir sepertinya adalah makanan sehari hari. Apalagi di dunia sosial media atau online dimana kita tidak perlu bertemu hadap-hadapan dengan orang yang di komenin. Komentar sesampah apapun ga ada malu malunya untuk diposting.  Jadilah sering banget kita liat komenan di instagram atau bales balesan di twitter yg ga mutu banget

Berikut adalah beberapa topik yang suka di"sampah"in oleh gay community

1. Body shaming issue
Tekanan untuk bertubuh sempurna langsing dengan six pack semakin memanas dengan hadirnya sosial media. Seberapa sering kamu melihat komen orang ga jelas di akun selebgram yg udah jelas berbadan bagus yang hanya karena six packnya ga seperti papan cucian dengan komen "gendutan yah bro? atau dengan gampang melempar kata "gendut" ke siapapun yg perutnya ada sedikit jendolannya

Seolah olah semua orang di sosial media itu berhutang pada orang orang seperti itu untuk terlihat sempurna menurut standar mereka. Mereka itu membagi pria di sosial media itu menjadi dua. Satu yg cukup menarik untuk mereka puji dan puja dan satu lagi rakyat biasa yang tidak pantas mereka puji dan puja. Kemudian mereka punya tugas mulia untuk menjaga agar kaum puji puja tersebut selalu tampil sempurna untuknya agar tetap pantas di mata sosial media. Jadilah mereka merasa wajib menjadi polisi kesempurnaan fisik untuk mereka. Tugas mulia bener yah

2. Bot shaming issue

Bot dan top itu adalah sekedar posisi yang lebih diminati ketika orang berhubungan anal sesama pria. Sama sekali ga ada hubungan dengan sikap, kekuasaan, maupun harga diri. Memang ada stigma seolah olah top adalah yg lebih laki dna berkuasa, sementara bot adalah yg lebih nrimo dan lebih feminin. Tapi itu stigma yang sama kunonya dengan stigma bahwa wanita itu posisinya lebih rendah dibanding pria.

Seberapa sering kita melihat komen di foto cowok yg dikomenin seperti "eh dia itu kan bot", "yah ampun masak cakep begini jadi bot", atau "ah, dia liat kenti juga ngangkang. Keliatan aja kayak top". Seolah olah menjadi bot adalah hal yang hina dan memalukan

Menjadi bottom yang dipenetrasi tidak membuat kamu less-a-man dibanding top yg melakukan penetrasi.  Apalagi ketika banyak yg mengasosiasikan top sebagai sosok gagah berotot dengan penis 20 cm, sementara bottom adalah sosok ngondek yg kecewekan. Jadilah semakin jelas mereka ingin terlihat seperti siapa dan malu terlihat seperti siapa. Padahal top atau bottom bisa terlihat seperti apapun juga kok. Top or bot, we're still gay God damn it.

3. Slut shaming

Every guy love sex. Ada yg suka melakukan seks setiap hari. Ada yang suka coli sehari 3 kali sambil nonton bokep. Ada yg suka have sex dengan orang tak dikenal di sauna ataupun dari Grindr. Ada yang hanya mau melakukannya dengan orang yg jadi pasangannya. Intinya we all love sex.

Tetapi kenapa banyak yg suka banget ngejudge orang ketika punya banyak sex partner atau terlibat dalam 3some atau terlibat dalam orgy atau punya fetish aneh atau cuma sekedar pernah ml dengan orang yang menurut kamu di bawah standar. Selama semua yg terlibat suka sama suka, tidak ada anak bawah umur yang terlibat, no one get hurt dan yg paling penting safe sex, yah itu urusan orang masing masing sih.

Ga perlu kan komen komen ga jelas seperti "Dia itu tukang nyari kenti di sauna" atau "Dia nafsunya gede banget, habis ML ama gue jadi nagih dan minta terus". Totally unnecessary

4. Size shaming

"Ih kentinya kelinci", "Ih ga berasa segitu" atau  "Wahahaha gedean punya gua." Seberapa sering kalian membaca komen itu di instagram ketika ada gambar foto dengan jendolan, atau foto jorok di twitter. Padahal kalau kita liat sebenarnya jendolan jendolan atau penis penis di foto jorok itu ga kecil. Yah mereka ga segede batok kelapa yg di masukin ke dalam celana atau penis pemain bokep. Tapi yang jelas itu ga kecil sama sekali untuk ukuran orang asia

Dan kalau kita liat ukuran rata-rata penis orang asia yang sering dijadiin bulan bulanan oleh sesama asia sendiri, sebenarnya ukuran standarnya juga ga berlebihan amat. Yah ada sih yang memang punya lebih besar dari rata-rata dan sebagian di bawah rata rata. Tetapi kalau sekali lagi kita ngomong rata-rata yah segitu gitu aja.  Lagipula kalau dia lebih kecil dari punya kamu trus apa? Kehidupan seks kamu lebih baik dari dia? Yah kalau diliat dari potongan muka yang biasa komen sih ga heran mereka cuma ngebanggain penisnya aja karena mukanya ga ada yg pantas dibahas biasanya

5, Femme shaming

What's wrong with being ngondek? It's part of gay man's identity. Ada yang kadarnya lebih tinggi, ada yang lebih rendah, ada yang sangat rendah. But it was part of us. Sesuatu yg mungkin tanpa sadar ketika kita dengan sinis komenin orang lain "ngondek banget", justru memperlihatkan tanpa sadar bahasa tubuh kita yang tidak kalah kadar ngondeknya.

Semua pria gay itu punya kadar ngondek dan punya kemampuan yang berbeda dalam mengontrolnya untuk kepentingan situasi yang berbeda. Ada yg bisa lepas ketika bersama teman teman sesama gay, tetapi bisa terlihat lebih berkurang ketika dalam situasi resmi di kantor. Ada yang merasa nyaman untuk tampil selepas-lepasnya di sosial media. Yah biarin aja. Ga perlu kamu ketawain dan katain macem-macem.

Dan sebagai bagian dari masyrakat yang kerap dinilai berdasarkan sebuah keadaan yang tidak bisa kita ubah, harus kita paling mengerti ketika ada pria gay yg memang ngondek tanpa dibuat-buat apa adanya. Dia ga butuh kamu kasihani, ga butuh kamu judge. Cukup butuh kamu ngertiin dan ga usah dibahas lagi karena itu adalah bagian dari identitas dirinya.

6. In the closet shaming

Bravo buat yg sudah come out the closet. Berani jujur pada dirimu sendiri dan orang orang di sekitar kamu. Salut. Tetapi tidak semua orang punya keberanian, kemampuan, maupun dukungan  yang sama dengan kamu untuk come out. Setiap orang juga punya alasan yang berbeda untuk come out atau ga. Keputusan untuk come out itu adalah salah satu keputusan paling personal yang harus ditentukan oleh setiap gay.

Jadi untuk yang sudah cukup beruntung karena siap come out, agak ga perlu rasanya sok heran dengan mereka yang belum come out. Ga perlu sok heran kenapa ada orang yang mau hidup dalam kebohongan dan tidak mau embrace all the truth. Semua org punya pertimbangan sendiri dan ga butuh kekepoan kamu untuk sok bijaksana dalam menghadapi hidup. Apalagi yang sampai merasa perlu menyerang akun sosial media temannya yang dikhususkan buat kehidupan straightnya dengan maksud "membantu" dia menemukan jati dirinya. Go Fuck off. They dont need you

Kamis, 13 Juli 2017

Uber Pool Bday



Suka deh liat video Uber yang merayakan 1 tahun Uber Pool di singapore dengan menampilkan salah satu cerita tentang cowok gay tanpa harus terasa berlebihan, nempel, dipaksa maupun lebay.

Good Job Uber:)

Rabu, 12 Juli 2017

Young, Gay and Illegal



Dua oria gay terpaut 65 tahun saling berbagi mengenai cerita mereka tentang menjadi gay. Bagaimana sebuah perubahan terjadi selama 65 tahun. Dan quote penutupnya juga bagus banget

'Be true to yourself. Stand up for being gay and try to make people understand that the most important thing is that you can love somebody and it doesn’t matter who they are. Love is love.

Selasa, 11 Juli 2017

Minggu, 09 Juli 2017

The King : TLC Asia



Inilah kisah tentang Joey King yang pernah jadi mentor dan juri di Asia Next Top Model dengan suaminya yang dulu bernama Ian King, dan skrg menjadi transgender dengan nama Angeline King. Mereka tetap menikah dan menjadi pasangan resmi dalam pernikahan yang sah. Kisah mereka sangat inspiratif untuk kita yang mau belajar tentang luasnya spekturm identitas gender seseorang.