Jumat, 28 Agustus 2015

Fight Hate with Rainbow


Dari sebuah berita di sini kita membaca tentang sebuah gereja progresif di North Caroline, Amerika yang menjadi korban serangan homophobic. Gereja ini terkenal dari dulu menerima umat dari komunitas LGBT. Tampaknya kebijakan gereja tersebut banyak dipandang sebagai hal yang kontroversial dan tidak pantas. Hingga akhirnya ada yang menulis kata kata "Fags are pedos" di pintu masuk gereja. Pedos yang dimaksud di sini adalah pedophilia.


Pihak gereja menanggapi ini dengan mengirimkan pesan yang lebih "berani" yaitu dengan mencat kata kata tersebut dengan warna pelangi sebagai jawabannya. Pastor Ayes dari gereja ini mengatakan bahwa ini adalah kesempatan bagi mereka untuk semakin memperlihatkan dukungan mereka terhadap komunitas LGBT. Umat gereja ikut turun tangan mencat pintu gereja tersebut untuk menunjukan dukungan mereka. Rencananya akan ditambahkan kata kata "I forgive you" di atas warna pelangi tersebut.



Senin, 24 Agustus 2015

Interview : Rizal Iwan - Lukas of CONQ


Rizal Iwan, pemeran Lukas dalam serial kesayangan kita, CONQ, meluangkan waktunya untuk menjawab beberapa pertanyaan penting yang selama ini selalu membuat kita penasaran. Sambil menunggu episode terakhir CONQ akhir bulan ini, kita obatin dulu yuk kerinduan kita dengan ngobrol ngobrol bersama Rizal ini

Bagaimana ceritanya sih bisa terlibat dengan serial CONQ ini?
Di acara opening Q! Film Festival tahun 2013, gue ketemu Lucky Kuswandi (emang sebelumnya udah kenal sih). Trus setelah acara pemutaran film, gue, Lucky dan beberapa teman lain hang out buat ngopi-ngopi. Di situ Lucky bilang ke gue tentang plan-nya bikin web series tentang gay life di Jakarta, salah satu tokohnya adalah seorang pria gay di usia tiga puluhan. Dia bilang, kayaknya lo cocok deh, tertarik gak buat audisi? Dan I was so excited pas denger konsepnya.

Saking excited-nya, pas hari audisi gue sampe bela2in bolos kantor buat audisi. Soalnya gue takut kalo masuk kantor trus ijin keluar sebentar, bakal susah, takutnya ada meeting mendadak atau hal2 unpredictable lain (yang biasa terjadi di kerjaan gue di advertising dulu) yang akhirnya bikin gue malah jadi gak bisa keluar kantor. Jadinya mending gue gak masuk sekalian. Hehe. Jadi casting-nya juga sambil deg2an, takut dapet telepon dari orang kantor.

But, you know what, it turned out to be one of the best decisions I've ever made in my life.

Episode yg paling memorable dari series CONQ ini yg mana nih?
The Perfect Profile part 2. Buat gue pribadi, episode ini paling memorable baik dari pengalaman syutingnya maupun hasil jadinya.

Adegan iconic dari episode "Ther Perfect Profile Part 2"
In terms of pengalaman syuting, memorable deg-degannya karena baru pertama kali disuruh akting ciuman. Untungnya Lucky sebagai sutradara, teman-teman crew, dan Trisa sebagai lawan main orangnya asyik-asyik semua - dan biarpun ini baru episode ketiga, tapi gue udah ngerasa deket aja sama tim produksi - jadi suasana pas syuting itu santai banget, dan guenya jadi nyaman juga.

Oh ya, dan gue juga baru tahu dan ngerasain sendiri, kalau syuting love scene itu ternyata jatuhnya jadi sangat-sangat teknis dan penuh perhitungan. Masalah angle, posisi dan timing, semuanya harus presisi.

In terms of hasil jadinya, memorable karena deg-degan juga ngeliat diri gue sendiri melakukan adegan itu haha. Trus ya biasa lah, deg-degan karena mikir adegan ini nantinya bakal dilihat sama orang-orang lain, teman-teman gue, partner gue, mungkin juga keluarga gue dan saudara-saudara gue. Tapi jujur ya, berkat tangan emas Lucky dan tim-nya, gue seneng sih pas lihat hasil jadinya, dan merasa cukup bangga dengan performance gue dan Trisa di episode ini. Terus, setelah itu, gue juga dapet feedback yang baik dan menyenangkan dari orang-orang yang nonton. So yeah, buat gue, The Perfect Profile part 2 ini episode yang sederhana tapi memorable.

Kalimat/ Line yg keinget banget apa?
Hmmm... apa yah.... secara kayaknya all the memorable lines itu punya Timo deh, hehe. Mungkin "Somebody please unstereotype me!" dan "It's grammatically incorrect!". Ini sering banget ditiruin orang-orang kalau ketemu gue, jadi lama-lama ya nempel juga di kepala gue. Hehe...


Ada pengalaman lucu/ngeselin selama suting?
Banyak sih. Satu yang menurut gue absurd banget itu pas syuting adegan Lukas dan Timo lagi ngopi di kafe. Karena areanya outdoor gitu, jadi banyak orang lewat dan nontonin juga. Nah, rambut gue itu kan ubannya banyak banget ya. Terus pas lagi mau take, tiba-tiba ada seorang bapak-bapak tak dikenal yang masuk ke tengah-tengah set trus bilang gini keras-keras ke gue, "Mas, itu rambutnya di-cat dulu dong. Rambut putihnya kelihatan semua tuh. Mendingan di-cat dulu sekarang." Gayanya sok akrab banget gitu kayak dia bagian dari tim produksi, padahal asli ini bapak-bapak yang random lewat dan kita gak tahu dia siapa. Saking anehnya, gue cuma bisa bengong. Sambil mikir, nih orang siapa ya, apa dia crew baru atau gimana. Kok gue gak pernah lihat? Trus pas gue nengok ke Lucky dengan penuh tanda tanya, mukanya Lucky udah asem banget terus dia teriak, "Woiiii, ini set gak ada yang jagain ya? Tolong dong ada yang blocking!" At that point, asli gue ngakak gak berhenti. What the hell just happened?

Apa yg berbeda pada saat suting episode 1 dan episode terakhir kemarin?
Yang paling berasa banget itu jelas scope-nya. Pas syuting episode 1, tim-nya kira-kira cuma berdelapan. Setting-nya pun cuma di apartemen Lucky aja. Gak pakai make-up artist dan lain-lain.

Episode pertama CONQ
Pas syuting episode terakhir, scope-nya membengkak banget, dan semua serba proper, hampir kayak produksi film layar lebar. Crew-nya banyak, pemainnya banyak, pakai extra yang juga banyak, lokasinya megah gitu, ada adegan indoor dan outdoor, pakai syuting di dalam bus pula, tim props dan artistiknya serius banget, pakai make-up artist, dan lain-lain. Pokoknya heboh banget lah.

Seandainya dibikin versi layar lebarnya nih, kebayangnya seperti apa? 
Gue kebayangnya sih nggak akan jauh beda, tapi mungkin bisa lebih dalam aja mengeksplorasi issue yang diangkat. Mungkin akan ada banyak pertanyaan di serialnya yang bisa terjawab. Trus, karakter-karakter scene-stealer yang selama ini muncul di episode-episode CONQ tapi gak sempet dikembangkan karena masalah durasi dan jumlah episode, kayak Anggun, Siti, Om Deddy, Vicko, Fauzan, manajer salon, dan lain-lain bakal make a comeback dan dikembangkan dengan lebih heboh lagi. Pasti jadinya lucu banget tuh.  

Any interesting fact dari behind the scene CONQ yg menarik untuk di ketahui?
Banyak yang berharap dokter di klinik di episode 7 bakal jadi love interest barunya Lukas, atau paling nggak muncul lagi di episode berikutnya. Tetapi banyak yang nggak tahu bahwa sebenarnya yang jadi dokter itu beneran seorang dokter di klinik tersebut, bukan aktor. 

Si Dokter cakep
Waktu tim produksi booking klinik itu untuk jadi tempat syuting, sepertinya sudah ada perjanjian sama pihak klinik bahwa yang akan jadi dokternya disediakan oleh klinik, alias dokter beneran. Tapi nggak ada satupun dari kita yang mengira dokternya akan semenarik itu. Pas kita semua pulih dari kaget, Lucky langsung putar otak dan berinisiatif membuat beberapa perubahan last minute untuk mengakomodasi fakta terbaru itu. Adegan flirting ke dokter itu tadinya nggak ada di script. Itupun Lucky cuma kasih instruksi dengan bisik-bisik ke gue. Jadi dokternya pun nggak tahu. Ini buat nangkep reaksi natural si dokter ketika dia tiba-tiba "disergap" sama Lukas. Surprisingly, si dokter juga jago akting ya ternyata. Haha.

Apa beda seorang rizal dan seorang lukas ?


Rizal nggak perfeksionis dan neurotic kayak Lukas. Gue agak pemalu, Lukas lebih confident. Gue juga gak sekepo Lukas dalam ngurusin masalah teman-temannya hehe. Kayaknya kalo gue ketemu Lukas in real life, gue bakalan intimidated deh sama dia. Hahaha.

Punya background akting nggak sih sebenarnya?
Not really, cuma dari dulu udah drama queen aja, hehe. Yah dulu banget pas kuliah sempat main satu produksi teater, terus belakangan juga sempat main di beberapa produksi The Jakarta Players, sebuah kelompok teater komunitas berbahasa Inggris di Jakarta.

Project berikutnya apa nih?
Kalau project akting sih, nggak banyak ya. Kemarin sempat ikutan main di dua film pendek gitu. Tapi ya udah, itu aja. Paling sih project-project nulis aja.

Apa yg berubah dari keseharian setelah main di serial CONQ ini?
Gak banyak yang berubah. Paling ada beberapa teman yang tiba-tiba nggak pernah manggil gue dengan Rizal lagi, tapi Lukas. Atau kalau lagi jalan di mall suka ada yang ngeliatin, atau datengin dan ngajak ngobrol atau foto bareng. Dan akun social media gue jadi lebih rame aja sih. Haha.

Jadi nambah banyak fans ga:)? Jumlah follower twitter yg melonjak atau instagram? 
Fans? Haha, nggak juga deh kayaknya. Jumlah follower Twitter dan Instagram juga gak sampai melonjak gitu kok, cuma ya tiap hari pasti ada aja follower baru, sedikit demi sedikit nambah.

Ada fans yg aneh aneh?
Yang suka aneh dan bikin bingung responnya tuh kalau ada yang nggak bisa -- atau nggak mau -- bedain antara fiksi dan dunia nyata. Misalnya, pas abis episode 9 keluar, ada yang marah-marah ke gue, bilang kenapa kok gue gak mau balik sama Aghi? Kasian tuh Aghi-nya. Elo bego banget ya bisa ngelepas cowok kayak Aghi. Please dong, balikan sama Aghi. Kalo udah gini, gue cuma bisa garuk-garuk kepala aja. Hehe.


Anything that you want to say to your LGBT fans?
Respect yourself, and respect the diversity within your community, karena komunitas LGBT itu sama heterogennya dengan komunitas heteroseksual. So don't fear or hate those who are different than you, even within your own community.


Thks buat Rizal yang sudah meluangkan waktu untuk interview ini yah. Ini ada salam dari Rizal nih


Minggu, 23 Agustus 2015

Pertemanan Ian McKellen And Patrick Stewart


Orang sering bertanya, apakah seorang gay dan seorang straight bisa menjadi teman baik? Apakah yang straight ga takut nanti teman gaynya akan naksir dia atau bahkan grepe2 dia pada saat tidur? Apakah dia nggak takut dikira gay oleh orang lain karena akrab dengan gay? Sementara yang gay apa nggak takut nanti akan jatuh cinta pada teman straightnya dan nggak bisa mendapatkan balasan cinta?  Apakah dia ga takut orang orang akan menganggap dia sedang berusaha menconvert temannya menjadi gay?

Pertemanan Straight dan Gay sepertinya begitu kompleks hingga bisa kita anggap itu sebagai "recipe for disaster" yah?


Tetapi kenyataannya apakah seperti itu? Ga juga sih. Salah satu contoh yang paling nyata adalah persahabatan Patrick Stewart dan Ian McKellen. Mereka berdua adalah aktor senior hebat yang berteman baik. Berdua telah kenal bertahun tahun, dan menjadi semakin akrab sejak sama sama berperan di series film X-Men sebagai dua orang frenemies, Magneto dan prof X.

Sir Patrick Stewart dan Sir Ian McKellen (yup, dua duanya punya gelar "Sir") sangat nyaman dengan pertemanan mereka hingga mereka tidak pernah malu malu memperlihatkannya. Saat mereka berdua sedang mempromokan sebuah produksi teater yang diperankan oleh mereka berdua, mereka berdua mengupload foto foto mereka berdua seperti turis di seputaran kota New York dengan pose pose yang begitu akrab, intim dan nyaman. Ga malu malu tuh mereka bergandengan tangan atau konyol konyolan berdua.

Istri Patrick Stewart muda banget yaaaa
Bahkan ketika Patrick Stewart mau menikah, Ian McKellen yang meresmikan pernikahan tersebut. Dan ketika red carpet film Sir Holmesnya Ian McKellen, Patrick Stewart yang hadir bersama istrinya memberikan ciuman mulut kepada Ian McKellen di depan wartawan.


Yang sinis mengatakan mereka berdua adalah aktor senior yang memanfaatkan popularitas mereka dengan pancingan gosip "gay" untuk mempromosikan kerja mereka. Atau bahkan menuduh mereka sebagai gay couple yg ga mau come out. Sementara mereka yang lebih terbuka pikirannya cuma melihat dua teman baik yang sangat nyaman dengan satu sama lain hingga tidak memperdulikan perbedaan mereka.

Di acaranya Conan O'Brien pun, Patrick Stewart mengatakan ciumannya itu kepada Ian mcKellen itu hanya gesture kedekatan mereka berdua. Dan dia berpendapat harusnya pria straight tidak malu malu untuk saling menyapa dengan saling berciuman seperti itu. Untuk membuktikannya dia memcium si Conan yang terbengong bengong.


Salut melihat dua pria dewasa yang begitu nyaman dengan identitas sendiri maupun identitas teman sehingga mereka tidak malu malu untuk memperlihatkan kedekatan "bromance" mereka berdua dengan cara cara intim yang takut dilakukan oleh orang lain

Kalau teman mah teman aja. Kalau ga baper yang ga penting, ga akan drama yang bikin pertemanan malah jadi ga enak kan. Kita musti bisa cukup dewasa untuk bisa memilah-milah pertemanan, drama ataupun perasaan campur aduk. Sekalipun kalau suatu hari kita misalnya harus tanpa sengaja jatuh cinta pada teman baik kita yang straight, kita harus cukup kuat untuk bisa menghadapi perasaan itu dengan cara yang dewasa. Ga perlu temenan sama cowok straight hanya karena takut nanti kita jatuh cinta pada mereka. Yang salah itu adalah mencoba berteman baik dengan cowok straight yang sudah kita cinta mati-matian dengan harapan dia akan membalas cinta kita.


But, it's life. Jangan terlalu dipikirinlah. Jalanin aja dan ikutin aja kemana perasaanmu membawa kamu. Tindak lanjuti yang akan berbuah untukmu, dan biarkan yang sudah jelas ga akan menghasilkan apa apa lewat, agar kamu bisa mencari yang lain

Have fun life guys:)

Jumat, 21 Agustus 2015

(short) Movie : El SMS


Ini ada sebuah film pendek dari Coca Cola berjudul "El SMS" atau "The SMS" yg kita temuin di sini. Film ini merupakan bagian dari campaign mereka tentang true Friendship untuk pasar amerika latin. Film ini ditulis oleh Dustin Lance Black yang telah menang oscar lewat naskah "Milk" yang terkenal ini. Ceritanya sendiri juga manis banget yaitu tentang seorang anak laki yang mengetahui rahasia penting dari handphone temannya. 



Kalau ga ada subtitle bahasa inggrisnya, klik "CC"

Kamis, 20 Agustus 2015

Same Sex family in Mexico


Di ibukota Mexico, Mexico city, pasangan jenis telah bisa mengadopsi anak sejak tahun 2009. Beberapa hari yang lalu pengadilan tertinggi di Mexico menetapkan bahwa keluarga oleh pasangan sesama jenis adalah bentuk keluarga yang diakui oleh dalam undang undang. Oleh karena itu hak untuk mengadopsi anak untuk pasangan sesama jenis kita dapat dinikmati oleh semua keluarga pasangan sejenis di seluruh Mexico.

Andres de Miguel membuat gambar ilustrasi di atas untuk memperingati momen penting tersebut. Keren yah gambarnya:)

Lesbian Couple

Trans Couple

Gay Couple