Selasa, 21 April 2015

Sports is Cruel

Dari postingan di The Gaily Grind, kita dapat banyak banget kekacauan dan keabsurd-an tingkah laku para atlet














Minggu, 19 April 2015

Gay Mural in Dublin

By David Sexton

Irlandia akan menjadi negara berikutnya yang mungkin akan mengikuti jejak negara lain untuk meresmikan pernikahan gay. Pada tangan 22 Mei 2015 nanti akan ditentukan bagaimana nasib Irlandia ini. Sebuah mural berukuran raksasa menggambarkan dua pria berpelukan karya seorang seniman bernama Joe Caslin dan fotografer bernama Sean Jackson berdiri di tengah kota Dublin. Hasil karya tersebut dikerjakan oleh Joe Caslin berdasarkan sebuah foto karya Sean Jackson dalam waktu semalam suntuk.

Foto yang menjadi "contekan"
Mural ini sempat membuat heboh karena topik pernikahan gay ini sendiri masih menjadi bahan perdebatan di negara yang sangat taat dengan agama katolik tersebut. Pihak yang tidak mendukung pernikahan gay menganggap mural sebagai propaganda yang tidak adil karena membuat orang menjadi lebih mendukung pernikahan gay.  Bahkan gambar mural ini sempat di lempar telur segala.


Ukuran mural ini sendiri yang besar membuat agak sulit buat mereka yang tidak senang dengan kehadirannya melakukan sesuatu. Mereka melaporkannya sih ke pihak berwajib. Tetapi untuk gambar mural seperti itu, selama ada persetujuan dari pemilik properti dan senimannya, dan tidak ada gambar iklannya, itu sah sah aja sih dipasang



Selain mural ini, juga ada gambar lain di kota Dublin dengan gambar seorang wanita yang sedang mencium wanita lainnya. Karena ukuran gambar ini yang lebih kecil, tidak butuh waktu lama untuk gambar ini dirusak. Ada orang yang mencoret mulut kedua wanita ini agar mereka tidak terlihat seperti berciuman


Tetapi oleh seniman yang melukisnya, dengan segera setelah vandalisme ini terjadi dia melukis kembali untuk mengembalikan gambar aslinya.


Selain kedua gambar mural tersebut, mulai bermunculan juga gambar gambar lain yang mendukung kesetaraan hak gay tersebut.  Semoga sukses yah tanggal 22 Mei nanti untuk masyarakat Irlandia:)

Sabtu, 18 April 2015

Just a regular gay couple


Hari ini di path, maupun facebook dan twitter bertebaran foto di atas ini yang langsung mengundang komentar nyinyir. Semuanya terjadi karena ada pasangan gay keturunan asia dan keturunan bule. Biasanya pasangan seperti ini tidak banyak mengundang komen, tetapi karena banyak yang merasa si pria keturunan asianya dari penampilan fisiknya tidak sepadan dengan sang pria bule, langsung deh pada ribut. Pada merasa bule yg tingkat kecakepanya menurut standar dasar bule mayan tinggi, terlalu cakep untuk sang cowok asia yang tidak terlihat setara nilai kecakepannya alias biasa biasa aja. Dan yang komen hari ini banyaaaakkk banget.


Langsung deh pada muncul komentar "ga relaaaa bule cakep gituuu kok dptnya cowok gitu" atau komentar komentar jahat "pasti deh tuh cowok asianya kaya raya" atau "tuh bule seleranya ancur banget sih" atau "tuh cowok asia pasti deh kucing". Seolah-olah apabila ada pasangan yang menurut pandangan orang orang tidak sepadan dari penampilan fisiknya, maka pasti ada yang salah dengan mereka. Mereka yang cakep dan seksi cuma boleh berpasangan dengan yang sama-sama cakep dan seksi untuk membuktikan bahwa hubungan di antara mereka tulus dan murni adanya. Apabila ada salah satu dari mereka yang berbeda, pasti deh hubungan mereka ga tulus. Pasti deh ada alasan khususnya. Pasti deh ada yang salah dengan mereka

Tuh, fotonya tertanda 32 bulan yang lalu
Kita kenalan bentar yuk dengan pasangan di atas. Pria keturunan asia tersebut namanya adalah Naparuj Mond Kaedi. Dia adalah creative director dan senior booking manager dari Barca Model Management. Dia tinggal di Thailand dan sering bolak balik Jerman - Thailand. Sang pria bulenya bernama Thorsten Mid. Dia adalah seorang mahasiswa Jerman yang kini tinggal di Thailand. Untuk yg masih sinis dan mengatakan si bule pasti cuma menjadi piaraan si pria Thai demi menjadi model di modelling agencynya, perlu diketahui foto mereka berdua telah ada sejak Agustus 2012. Dan kalau kita lihat, si bule sekalipun cakep, sama sekali tidak punya badan seorang model. Jadi jelas dia bukan model yang numpang tenar. Sementara sang cowok asianya jelas bukan kucing karena dia punya posisi penting dalam sebuah model agency.

Cowok bulenya ga punya potongan model sama sekali kan
Setelah mendengar itu langsung deh banyak yg terpaksa merasa harus percaya hubungan mereka berdua tulus. Tapi tentunya masih banyak yang menyambung dengan kata kata "tapi itu ga adil bangetttt, dia kok bisa dapat bule cakep, sementara aku ga dapat siapa siapa"

Kenapa yah kita selalu menjudge pasangan yang menurut kita tidak sepadan. Padahal belum kita tahu pasti kisah mereka. Hanya sekedar dari penampilan fisiknya saja kita suka langsung berasumsi dengan kemungkinan kemungkinan negatif yang menurut kita memungkinkan pasangan yang tidak serasi seperti mereka bisa menjadi pasangan. Dengan gampangnya kita menuduh mereka adalah pasangan yang terjadi hanya karena uang, atau hanya untuk numpang popularitas, atau hanya dasar kasihan.


Lain kali sebelum kita membuka mulut untuk komentar atau mengetikkan asumsi negatif untuk orang lain, ada baiknya kita pikir terlebih dahulu karena jelas itu semua tidak akan membuat kamu menjadi orang yang lebih baik. Kita tidak pernah tahu kan ada kisah apa di balik pasangan ini. Mungkin saja sang cowok asia pernah menyelamatkan nyawa sang cowok bule ketika si cowok bule mau diserang ular sanca waktu di thailand. Atau mungkin sang cowok bule sebenarnya ngajak sang cowok asia kenalan ketika mereka berdua ketemu di bengkel mobil. We never know. That's why we should not judge. Dan bahkan kalaupun misalnya mereka bertemu lewat grindr atau di sauna atau karena dari pertemuan lain yang kalian pandang sebelah mata. Trus kenapa kalau mereka sekarang malah menjadi pasangan yang saling mencinta secara tulus. Ga ada salahnya juga kan.

Let just be happy for them. From one gay to another gay people.

Kamis, 16 April 2015

Interesting Taiwan TV Show



Video yang panjang, tetapi sangat menghibur. Sayangnya ga ada subtitle aja. Tapi untuk menikmati sajian utamanya ga perlu terlalu tahu arti kata katanya sih:)

Buat yg males nonton panjang panjang, tak kasih beberapa screenshot dulu yah buat teaser:)







Rabu, 15 April 2015

Movie Review : Imitation Game



Di film ini homoseksualitas bukan menjadi pusat cerita. Pusat cerita dari film adalah mengenai sekelompok orang yang menjadi pahlawan tanpa tanda jasa dalam perang dunia. Homoseksualitas memang adalah bagian penting dalam cerita yang menjadi penyebab utama terjadinya perjalann hidup yang difilmkan ini. Karena film ini sudah cukup lama dirilis, akan kita ceritakan kisahnya dengan penuh spoiler. Jadi bagi yang masih mau nonton filmnya, jangan dilanjutkan yah bacanya


Alkisah ada seorang ahli matematika bernama Alan Turing yang bersama dengan ahli lainnnya berusaha memecahkan kode yang digunakan oleh Jerman dalam mengirimkan pesan yang di sebut Enigma. Untuk menyelesaikan tugas tersebut, dia menciptakan sebuah mesin yang disebut Christopher. Semula teman kerjanya tidak terlalu menyukai Alan yang agak unik dan terlihat kasar. Tetapi dengan bantuan salah satu anggota grup yang wanita. Tetapi Alan memiliki sebuah rahasia yang tidak diketahui oleh siapapun juga yaitu bahwa dia adalah seorang homoseksual. Pada jaman tersebut, menjadi homoseksual adalah sebuah kejahatan yang bisa dipenjara. Cuma Joan Clarke yang semula ingin dinikahi dan salah satu rekan kerjanya yang mata mata soviet yang mengetahui rahasia tersebut.

Mesin canggih Alan yang diberi dinama Christopher akhirnya berhasil memecahkan kode tersebut dan membantu mengakhiri perang dunia. Mesin tersebut berharga bagi Alan karena merupakan perwujudan kerja kerasnya. Saking cintanya, mesin tersebut di beri nama Christopher yang merupakan cinta pertamanya di masa sekolah yang meninggal karena penyakit tuberkolosis.


Sekalipun mereka begitu besar jasanya, tetapi sayangnya jasa mereka tidak pernah diketahui oleh siapapun karena kerja mereka dilakukan secara rahasia. Seluruh anggota tim kembali ke kehidupan masing masing. begitu juga Alan Turing yang akhirnya tertangkap oleh polisi karena diketahui melakukan hubungan seks dengan pria. Alan yang akhirnya menceritakan kisahnya kepada sang polisi diberi pilihan untuk melakukan chemical castration yaitu mengkonsumsi obat untuk menekan keinginan homoseksualnya apabila dia tetap ingin melakukan penelitiannya bersama Christopher. Obat tersebut berakibat buruk bagi kondisinya, tetapi karena perasaan cintanya mendalam terhadap Christopher yang membuatnya tetap berusaha untuk bertahan. Dia tidak ingin dipisahkan kembali seperti yang terjadi dengan Christopher yang dulu. Keadaan hidupnya yang semakin memburuk membuat Alan tidak bisa bertahan dan akhirnya bunuh diri akibat penggunaan obat paksaan secara berkelanjutan tersebut


Menyedihkan banget sih melihat bagaimana menjadi homoseksual menjadi sebuah penghalang bagi seorang jenius seperti Alan Turing untuk terus berkarya. Hanya karena dia menyukai pria, Alan Turing tidak bisa melanjutkan karya jeniusnya. Hanya karena dia menyukai pria, Alan Turing harus menghabiskan sisa hidupnya dengan memaksakan dirinya melupakan orientasi seksualnya agar tidak dipaksa meninggalkan hal hal yang dicintai. Makanya dari pertama kita katakan bahwa sekalipun film ini tidak bercerita tentang kehidupannya sebagai homoseksual, tetapi fakta bahwa Alan Turing adalah seorang homoseksual dan dihukum karena itu membuat cerita ini terasa begitu ironis dan menyedihkan hingga akhir hayatnya