Minggu, 27 Januari 2019

what do we call ourselves?


Ada begitu banyak panggilan yang ditujukan untuk kita. Ada terminologi yang terasa begitu klinis, ada terminologi yang terasa begitu "merendahkan", ada juga terminologi yang mungkin nyaman buat sebagian, tetapi terasa menyakitkan bagi yang lain. Sampai saat ini terus terang masih mencari sih term yang netral untuk semua orang yang mungkin less obvious sehingga bisa lebih sering kita gunakan untuk yang ingin nggak terlalu out, tetapi tetap terlihat jelas dan pasti untuk yang tidak melu untuk menunjukkan jati dirinya.

berikut ada beberapa terminologi yang ada. Coba kita lihat masing masing seperti apa detailnya, yang mana paling enak dan nyaman untuk kita

1. Gay
Ini adalah terminologi paling standar dan mendunia. Kata Gay yang dulu sebenarnya berarti ceria, menjadi identik dengan mereka yang memiliki orientasi sesama jenis. Gay sendiri itu berlaku untuk pria maupun wanita sih. Makanya kadang kalau di bahasa Indonesia di sebut "Pria Gay". Tetapi buat sebagian terminologi ini terlalu jelas dan nyata. Sehingga buat yang masih in the closet atau ga mau out, terminologi ini sangat sangat dihindari

2. Homoseksual
Ini adalah terminologi paling netral dalam bahasa Indonesia sih. Terkesan agak klinis dan baku. Tetapi ini menjadi terminologi yang paling ga aling-aling dalam bahasa Indonesia. Paling "resmi" untuk dijadikan berita headline

3. Homo
Ini adalah pemenggalan dari kata "Homoseksual" yang somehow ketika dipotong, konotasinya langsung menjadi sangat negatif. Identik dengan seruan-seruan ejeken atau ledekan dari kaum straight dan identik dengan cap identitas negatif buat sebagian orang. Bagi mereka yang straight sebenarnya kata ini tidak sepenuhnya bernada merendahkan. Sering kali hanya menjadi sebutan untuk yang memiliki orientasi seksual yang berbeda saja.

4. Pecinta sejenis
Ini juga terminologi yang lumayan netral dan deskriptif sebenarnya. Cuma agak terlalu panjang sepertinya untuk sebutan yang enak untuk mengidentifikasikan kita sendiri.

5. Cong
Ini adalah singkatan dari kata "bencong" yang buat sebagian besar orang adalah kata hinaan yang sangat menyakitkan. Tetapi dalam komunitas sendiri, sebutan "cong" ini sering menjadi panggilan akrab satu sama lain. Sejenis "bro" atau "sis" lah. Tetapi masih banyak yang sangat tidak nyaman dengan sebutan ini karena beratnya konotasi negatif dari kata asalnya, yaitu "bencong"

6. Binan
Tidak ada yang tau persis asal muasal kata binan. Ada yang bilang itu adalah bahasa gaulnya untuk kata "bencong". Tetapi tidak ada kepastian juga mengenai itu. Tetapi yang jelas sebutan ini binan ini terasa lebih "inclusive" untuk sebagian orang karena memang tidak banyak yang tau kata "binan" itu sendiri. Tetapi saking "inclusive"nya sampai banyak yang tidak pernah tahu kata ini

7. Sekong
Sekong adalah bahasa gaulnya "sakit". Kita sering dianggap sebagai sebagai kaum pesakitan karena dianggap tidak normal. Menyebut diri sendiri dengan kata "sakit" mungkin terasa sangat merendahkan diri sendiri. Tetapi versi gaulnya yaitu "sekong" menjadi seolah-olah lebih bisa diterima dalam percakapan sehari hari antar sesama kita


Di luar Indonesia ada beberapa sebutan juga yang mungkin belum familiar kita gunakan dalam percakapan sehari-hari
1. Queer
Queer ini artinya sebenarnya adalah aneh atau beda. Tetapi sekarang Queer ini menjadi semacam payung untuk semua orientasi seksual yang bukan heteroseksual. Konotasi terminologi ini sih sangat positif dan penuh kebanggaan. Belum ada terminologi lokal yang sepadan sih

2. People Like Us (PLU)
Istilah ini asalnya dari Singapore. Artinya "Orang seperti kita" yang ditujukan kepada orang orang yang mirip seperti mereka yang juga sama sama gay. Mereka berusaha membuat itu namanya menjadi nama organisasi, tetapi di tolak terus oleh pemerintahnya

3. Faggot
Ini adalah istilah paling kasar yang konotasinya negatif banget. Ini mungkin equalnya adalahnya sebutan "bencong" dalam konteks kasar yah.